Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju » Heboh! Warga Laporkan Sekelompok WNA Berseragam Mirip Militer di Hutan Botteng

Heboh! Warga Laporkan Sekelompok WNA Berseragam Mirip Militer di Hutan Botteng

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
  • visibility 419
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Masyarakat Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dihebohkan dengan laporan aktivitas sekelompok warga negara asing (WNA) yang memasuki kawasan hutan di wilayah Taludu, Botteng Utara, dan Tapalang Barat.

Kelompok tersebut dilaporkan mengenakan seragam loreng yang menyerupai pakaian militer negara asing.

​Kabar ini mencuat setelah tokoh masyarakat Sulawesi Barat, H. Damris, mengunggah keresahannya melalui akun media sosial pribadinya.

Ia mempertanyakan legalitas dan maksud keberadaan warga asing tersebut di wilayah pedalaman Mamuju.

​Dalam unggahannya, Damris menyebutkan bahwa kelompok tersebut tidak dapat berbahasa Indonesia namun melakukan aktivitas di dalam hutan dengan pengawalan warga lokal.

​”Orang luar yang tidak bisa berbahasa Indonesia berkeliaran dalam hutan di wilayah Taludu dengan memakai pakaian seragam loreng tentara China. Pertanyaan saya, kenapa bisa tentara China masuk di wilayah kita dengan memakai pakaian seragam dalam hutan dan dikawal beberapa orang warga Mamuju?” tulis H. Damris.

​Berdasarkan informasi dari salah satu warga di Taludu yang enggan disebutkan identitasnya, kelompok berjumlah sekitar 10 orang tersebut terpantau sudah beberapa kali keluar-masuk hutan.

Warga juga mengamati adanya aktivitas fisik yang mencurigakan, diantaranya, kelompok itu terlihat berulang kali di area Botteng Utara dan Tapalang Barat, mengambil sesuatu dari dalam hutan dan memasukkannya ke dalam wadah menyerupai botol.

​Dengan begitu warga menduga kelompok tersebut sedang melakukan pengambilan sampel material alam atau mineral.

​”Bisa jadi itu bagian dari pengambilan sampel atau kegiatan lain, kami belum mengetahui secara pasti,” ujar sumber warga tersebut.

​Kawasan hutan Botteng dan Tapalang Barat memang dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang tinggi, termasuk dugaan kandungan mineral strategis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak imigrasi, kepolisian, maupun TNI terkait identitas asli maupun izin operasional kelompok asing tersebut.

​Unggahan H. Damris telah memicu gelombang tanggapan dari netizen dan warga setempat. Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan penelusuran lapangan guna memastikan tujuan aktivitas tersebut serta memberikan klarifikasi resmi untuk menghindari keresahan dan spekulasi liar di tengah publik.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Sulbarupdate

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prakiraan Cuaca Wilayah Sulbar Esok Hari, BMKG:”Waspada Angin Kencang di Pesisir”

    Prakiraan Cuaca Wilayah Sulbar Esok Hari, BMKG:”Waspada Angin Kencang di Pesisir”

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tampa Padang merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) untuk Sabtu, 28 Februari 2026 esok. Dalam keterangan resmi BMKG Tampa Padang, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi angin kencang di sejumlah wilayah pesisir di Sulawesi Barat. Hal ini disampaikan melalui rilis resmi BMKG Stasiun […]

  • Timnas Swiss 2026: Generasi Paling Matang dalam Dua Dekade dan Ambisi Menembus Batas Sejarah

    Timnas Swiss 2026: Generasi Paling Matang dalam Dua Dekade dan Ambisi Menembus Batas Sejarah

    • 0Komentar

    BERN, SULBARUPDATE.id — Tim Nasional Swiss memasuki Piala Dunia 2026 dengan status yang sangat berbeda dibanding banyak negara Eropa lainnya. Mereka mungkin tidak memiliki sorotan sebesar England, France atau Spain namun dalam satu dekade terakhir Swiss justru menjadi salah satu tim paling konsisten di sepak bola internasional. Swiss hampir selalu hadir di turnamen besar. Mereka […]

  • Salah Sebut Juara, Panggung Fashion Show Mamasa Banjir Air Mata

    Salah Sebut Juara, Panggung Fashion Show Mamasa Banjir Air Mata

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Jagat maya tengah dihebohkan oleh sebuah video mengharukan yang memperlihatkan detik-detik seorang peserta anak dalam ajang Fashion Show di Lapangan Kondosapata, Mamasa, menangis di atas panggung. Insiden ini dipicu oleh kesalahan fatal dewan juri yang berulang kali salah mengumumkan nama pemenang. ​Kejadian bermula saat pengumuman Juara 2. Dewan juri yang mendampingi MC […]

  • Aparat Gabungan Bakar Arena Judi Sabung Ayam di Polman

    Aparat Gabungan Bakar Arena Judi Sabung Ayam di Polman

    • 0Komentar

    POLMAN ,Sulbarupdate.idAparat gabungan dari TNI, Polri, dan Pemerintah Kelurahan Sulewatang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menindak tegas praktik perjudian penyakit masyarakat. Sebuah arena sabung ayam di Lingkungan Conggo, Kelurahan Sulewatang dibongkar paksa dan dibakar petugas pada Selasa (13/1/2026). Penertiban ini dilakukan setelah adanya laporan meresahkan dari masyarakat terkait aktivitas perjudian di lokasi tersebut. Meski letaknya cukup […]

  • PMII Sulbar Desak Kepala BGN Baru Benahi Sistem Keamanan Program MBG

    PMII Sulbar Desak Kepala BGN Baru Benahi Sistem Keamanan Program MBG

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Pengangkatan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru diharapkan menjadi momentum besar untuk membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).  Harapan tersebut ditegaskan oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Barat menyusul rentetan kasus keracunan makanan yang sempat membayangi pelaksanaan program strategis pemerintah tersebut. […]

  • Ini Pernyataan Korwil SPPG Mamasa Soal Polemik Anggaran MBG

    Ini Pernyataan Korwil SPPG Mamasa Soal Polemik Anggaran MBG

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Menanggapi simpang siur informasi di media sosial mengenai anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Mamasa, Muh. Syahrul Gunawan, angkat bicara. Ia mengklarifikasi bahwa dana senilai Rp13 ribu hingga Rp15 ribu per porsi tidak seluruhnya habis untuk belanja bahan makanan, melainkan mencakup biaya operasional dan […]

expand_less