Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Di Balik Gemerlap HUT Mamuju ke-486, Ada Jalan yang Dipeluk Warga Sendiri

Di Balik Gemerlap HUT Mamuju ke-486, Ada Jalan yang Dipeluk Warga Sendiri

  • account_circle sulbarupdate
  • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
  • visibility 222
  • comment 0 komentar

Sulbarupdate.id – Mamuju – Di tengah kemeriahan peringatan Hari Jadi Kabupaten Mamuju ke-486 yang jatuh pada 14 Juli 2026, denting seremoni dan gegap gempita perayaan seakan menutupi satu kenyataan yang masih membekas di pelosok desa: jalan rusak yang tak kunjung mendapat perhatian.

Ketika panggung-panggung perayaan berdiri megah dan ucapan selamat memenuhi ruang publik, warga Desa Pammulukang justru memilih berkumpul dengan cangkul, sekop, dan batu. Bukan untuk merayakan, melainkan memperbaiki jalan desa mereka secara swadaya.

Jalan itu bukan sekadar hamparan tanah dan bebatuan. Di atasnya harapan diangkut setiap hari, anak-anak berangkat sekolah, hasil panen dibawa ke pasar, dan warga mempertaruhkan keselamatan saat melintas. Sayangnya, harapan itu bertahun-tahun tersendat di jalan yang rusak tanpa sentuhan pembangunan.

Ironisnya, di usia Kabupaten Mamuju yang telah mencapai 486 tahun, masih ada masyarakat yang harus menjadi pemerintah bagi dirinya sendiri. Ketika anggaran pembangunan terus bergulir dari tahun ke tahun, warga justru bergotong royong menutup lubang-lubang yang semestinya menjadi tanggung jawab negara.

Aksi swadaya warga Desa Pammulukang bukan sekadar memperbaiki jalan. Ini adalah pesan yang keras namun sunyi—bahwa kesabaran masyarakat memiliki batas. Mereka tidak meminta kemewahan, hanya akses jalan yang layak agar roda kehidupan dapat terus berputar.

Hari jadi semestinya menjadi momentum refleksi, bukan hanya selebrasi. Sebab kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari megahnya panggung perayaan, tetapi juga dari sejauh mana pembangunan mampu menjangkau desa-desa yang selama ini berada di tepian perhatian.

Di Hari Jadi Mamuju ke-486, warga Desa Pammulukang telah menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih hidup. Namun semangat itu seharusnya menjadi pelengkap pembangunan, bukan pengganti kehadiran pemerintah.

Sebab pada akhirnya, jalan yang baik bukan hanya menghubungkan satu desa dengan desa lain. Ia menghubungkan janji dengan kenyataan, serta mengukur seberapa jauh pemerintah benar-benar berjalan bersama rakyatnya.

  • Penulis: sulbarupdate

Rekomendasi Untuk Anda

  • PGPM Kecewa DPRD Mamuju Belum Merespons Permohonan RDP, Siap Turun ke Jalan

    PGPM Kecewa DPRD Mamuju Belum Merespons Permohonan RDP, Siap Turun ke Jalan

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id  – Persatuan Gerakan Pemuda Mahasiswa Mamuju (PGPM) menyatakan kekecewaan mendalam terhadap DPRD Kabupaten Mamuju yang hingga kini dinilai belum memberikan kejelasan atas surat permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah diajukan organisasi tersebut. Menurut Andi Anwar, hampir satu bulan sejak surat resmi disampaikan, belum ada konfirmasi maupun jadwal pelaksanaan RDP dari DPRD Kabupaten […]

  • MK Perkuat Perlindungan Wartawan, Sengketa Jurnalistik Wajib Lewat Dewan Pers

    MK Perkuat Perlindungan Wartawan, Sengketa Jurnalistik Wajib Lewat Dewan Pers

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi mempertegas perlindungan hukum bagi wartawan melalui putusan atas uji materiil Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dalam putusan Nomor 145/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan pada Senin (19/1/2026), MK menyatakan bahwa sanksi pidana maupun perdata terhadap wartawan hanya dapat digunakan sebagai langkah terakhir setelah menempuh mekanisme di […]

  • Revitalisasi Identitas Pesisir, Program “Taki Maqbasa Mamuju” Resmi Mengangkasa

    Revitalisasi Identitas Pesisir, Program “Taki Maqbasa Mamuju” Resmi Mengangkasa

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Di tengah arus globalisasi yang kian menggerus sekat-sekat kultural, Pemerintah Daerah Mamuju mengambil langkah krusial untuk mengukuhkan kembali marwah lokal. Melalui seremoni yang dihelat di Ballroom Maleo Hotel Mamuju, buku Bahasa Mamuju resmi diluncurkan sekaligus menandai eskalasi gerakan “Taki Maqbasa Mamuju” (Ayo Berbahasa Mamuju), Kamis (29/01/2016). Inisiatif ini bukan sekadar upaya dokumentatif, […]

  • Tragedi di Pasangkayu, Dua Pelajar Tewas Terhempas Ombak

    Tragedi di Pasangkayu, Dua Pelajar Tewas Terhempas Ombak

    • 0Komentar

    PASANGKAYU, Sulbarupdate.id – Keceriaan sore di pesisir Dusun Sempo Selatan, Desa Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) berubah menjadi duka mendalam. Dua remaja putri dilaporkan tewas setelah terseret ombak besar saat sedang berenang di Pantai Sempo Selatan sekitar pukul 17.00 WITA, Jumat 2 Januari 2026 sekira pukul 17:00 WITA. Identitas kedua korban yakni Anna Sapiani […]

  • Buka AM XIII PPGTM, Bupati Mamasa Ajak Pemuda Jadi Role Model

    Buka AM XIII PPGTM, Bupati Mamasa Ajak Pemuda Jadi Role Model

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Pertemuan Anggota Musyawarah (AM) XIII Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (PPGTM) resmi dibuka di Desa Minanga Barat, Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Senin (15/6/2026).  Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi generasi muda GTM untuk bersiap menjadi role model dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. ​Pertemuan AM PPGTM merupakan wadah pengambilan keputusan tertinggi dalam organisasi […]

  • Kaesang Pangarep Lantik Pengurus PSI Sulsel, Bidik Dominasi NasDem di 2029

    Kaesang Pangarep Lantik Pengurus PSI Sulsel, Bidik Dominasi NasDem di 2029

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, secara resmi melantik jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI se-Sulawesi Selatan. Prosesi pelantikan khidmat tersebut berlangsung di Ballroom Sandeq, Hotel Claro Makassar, pada Rabu (28/1/2026) siang. Momentum ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan menjadi panggung bagi Kaesang untuk […]

expand_less