PMII Sulbar Desak Kepala BGN Baru Benahi Sistem Keamanan Program MBG
- account_circle Akbar
- calendar_month Kam, 4 Jun 2026
- visibility 27
- comment 0 komentar

Ketua Umum PKC PMII Sulbar, Asrul Alqausar. Dok. Istimewa
MAMUJU, Sulbarupdate.id – Pengangkatan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru diharapkan menjadi momentum besar untuk membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Harapan tersebut ditegaskan oleh Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Barat menyusul rentetan kasus keracunan makanan yang sempat membayangi pelaksanaan program strategis pemerintah tersebut.
Ketua Umum PKC PMII Sulbar, Asrul Alqausar A., menyatakan bahwa pergantian kepemimpinan ini harus dimaknai sebagai titik balik untuk memperbaiki berbagai tantangan di lapangan.
Menurutnya, aspek keamanan dan kualitas makanan yang dibagikan kepada peserta didik harus menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar.
“Pergantian kepemimpinan ini harus menjadi titik awal perbaikan. Kesehatan dan keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama di atas segala target dan capaian administratif,” ujar Asrul Alqausar dalam keterangannya, Kamis (4/6/2026).
Asrul menyoroti sejumlah insiden keracunan makanan di berbagai daerah yang sempat menjadi sorotan publik sepanjang pelaksanaan program MBG.
Salah satu kasus yang paling menyita perhatian nasional adalah insiden keracunan di Bandung Barat, yang menyebabkan sedikitnya 1.333 siswa terdampak.
Menurut Asrul, meski Program MBG merupakan gagasan yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan memenuhi gizi generasi muda Indonesia, keberhasilannya tidak boleh hanya diukur dari angka capaian statistik atau banyaknya jumlah penerima manfaat semata.
“Keberhasilan program ini juga sangat ditentukan oleh keamanan, kualitas, dan keberlanjutan layanan yang diberikan kepada masyarakat. Setiap kasus keracunan yang terjadi harus menjadi bahan evaluasi total agar tidak terulang kembali, sekaligus untuk memulihkan kepercayaan publik,” tegasnya.
Menyikapi hal tersebut, PKC PMII Sulbar menaruh harapan besar kepada kepemimpinan Nanik S. Deyang agar segera membangun sistem pengawasan yang lebih ketat dari hulu ke hilir.
Langkah ini dinilai mendesak guna memastikan seluruh mitra pelaksana di daerah bekerja sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
“Kami berharap kepemimpinan baru ini mampu meningkatkan standar keamanan pangan, memperkuat pengendalian kualitas selama proses distribusi makanan, serta menindak tegas mitra yang lalai,” pungkas Asrul.(*)
- Penulis: Akbar
- Editor: Tim Redaksi
