Breaking News
light_mode
Beranda » Sulawesi Barat » Gubernur Sulbar Targetkan Kenaikan IP Setara Cetak Sawah 30 Ribu Hektare

Gubernur Sulbar Targetkan Kenaikan IP Setara Cetak Sawah 30 Ribu Hektare

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
  • visibility 258
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan bahwa peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi strategi utama untuk mendongkrak produksi pangan di wilayahnya.

Dengan meningkatkan IP dari rata-rata 1,4 menjadi 2, Sulbar diproyeksikan mampu menghasilkan produksi yang setara dengan mencetak 30.000 hektare sawah baru.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Panen Raya Padi dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden RI Prabowo Subianto secara daring di Kompleks UPTD Dinas TPHP Sulbar, Kalukku, Kabupaten Mamuju, Rabu (7/1/2026) lalu.

Gubernur menjelaskan bahwa saat ini dari total 43.000 hektare sawah di Sulbar, baru sekitar 10.000 hektare yang mampu panen dua kali setahun. Selebihnya, sebanyak 33.000 hektare hanya melakukan satu kali panen karena keterbatasan pengairan.

“Kalau IP kita naik ke angka 2 saja, itu sama dengan mencetak sawah baru sekitar 30 ribu hektare,” ujar Suhardi Duka.

Namun, ia mengakui tantangan besar terletak pada infrastruktur irigasi. Suhardi mengkritik ego sektoral antar kementerian yang kerap menghambat pembangunan pengairan pertanian. Ia menyebut sektor pengairan sering kali kalah prioritas dibandingkan pembangunan jalan di tingkat pusat.

Meskipun secara teori sektor pertanian berisiko terjebak dalam middle income trap, Gubernur tetap menjadikan pertanian dan perkebunan sebagai pondasi pembangunan untuk menekan ketimpangan sosial.

Terbukti, Gini Ratio Sulbar saat ini berada di angka 0,306, jauh lebih rendah dibanding rata-rata nasional sebesar 0,380.

Untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, Pemprov Sulbar akan mendorong hilirisasi produk, seperti industri pengolahan, ekspor langsung dan varietas unggul.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Sulbar, Hamdani Hamdi, memaparkan bahwa luas sawah di Sulbar mencapai 42.900 hektare, dengan cakupan irigasi yang baru menyentuh 46 persen.

Meski sarana terbatas, produksi beras tahun 2025 tercatat mengalami surplus sebesar 69.780 ton (total produksi 219.100 ton dengan konsumsi 149.323 ton). Selain itu, program cetak sawah seluas 300 hektare di Mamasa saat ini sedang berjalan.

Namun, Hamdani menyoroti kekurangan signifikan pada Alat Mesin Pertanian (Alsintan).

Ia mengaku, Sulbar masih membutuhkan ribuan unit tambahan, di antaranya:
– Traktor roda dua: Kurang 2.295 unit.
– Traktor roda empat: Kurang 288 unit.
– Kultivator: Tersedia 146 unit dari kebutuhan 18.000 unit.

Pada tahun 2026 ini, Sulawesi Barat telah menerima Dipa Tugas Pembantuan dari Kementan sebesar Rp151,9 miliar serta dana dekonsentrasi pupuk sebesar Rp881 juta untuk mendukung optimalisasi sektor pangan tersebut.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan KK Terdampak Banjir dan Longsor di Mamasa, Kerugian Capai Rp10 Miliar, Apa Langkah Pemda?

    Puluhan KK Terdampak Banjir dan Longsor di Mamasa, Kerugian Capai Rp10 Miliar, Apa Langkah Pemda?

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa memicu rentetan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa mencatat, total kerugian material akibat bencana sejak Januari hingga Mei 2026 ini ditaksir telah menembus angka Rp10 miliar. ​Data tersebut dipaparkan dalam kegiatan Peluncuran Posko […]

  • Bangunan Labkes Mamasa Rp12,6 Miliar Disorot, Aktivis Sebut Ada Persoalan Lahan dan Izin

    Bangunan Labkes Mamasa Rp12,6 Miliar Disorot, Aktivis Sebut Ada Persoalan Lahan dan Izin

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kabupaten Mamasa di Desa Bombong Lambe’, Kecamatan Mamasa, menuai kritik tajam dari Gerakan Aktivis Mamasa. Proyek dengan nilai anggaran mencapai Rp12,6 miliar tersebut ditengarai berdiri di atas lahan yang masih dalam status sengketa hukum. ​Pihak keluarga yang mengklaim kepemilikan lahan, Markus, menyatakan bahwa dirinya telah menempuh jalur […]

  • Mendidik dan Pesan Cinta “Maulana Jalaluddin Rumi”

    Mendidik dan Pesan Cinta “Maulana Jalaluddin Rumi”

    • 0Komentar

    Oleh: Ervyan Ramlan&Hanafi Pelu Guru MIN 2 Wajo, Widyaiswara Balai Diklat Kegamaan Makassar. Desember sangat dekat dengan dinginnya, layaknya cinta dekat dengan rindu. Desember adalah ujung tapi bukan akhir dari segala upaya yang tak sampai selama bulan-bulan yang berlalu. Banyak hal yang membuat desember begitu istimewah, termasuk saya sebagai pendidik. Mengapa demikian?, Sebagai Pendidik bulan […]

  • Apel Virtual Pemprov Sulbar, Wagub Minta OPD Perketat Absensi dan Kinerja ASN

    Apel Virtual Pemprov Sulbar, Wagub Minta OPD Perketat Absensi dan Kinerja ASN

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar Apel Virtual Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang dipusatkan di Ruang Rapat Oval Lantai 3 Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 5 Januari 2025. Apel virtual tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, didampingi Wakil Gubernur Salim S. Mengga, Sekretaris Daerah Junda Maulana, serta para asisten dan kepala […]

  • Eks Pj. Gubernur Sulbar Dicekal Keluar Negeri: Dalam Pusaran Dugaan Korupsi Bibit Nenas Rp65 Milyar

    Eks Pj. Gubernur Sulbar Dicekal Keluar Negeri: Dalam Pusaran Dugaan Korupsi Bibit Nenas Rp65 Milyar

    • 0Komentar

    MAKASSAR, SULBARUPDATE.ID- Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Didik Farkhan Alisyahdi umumkan pencekalan ke luar negeri eks PJ Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin ke luar negeri di kantor Kejati Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (30/12/2025) sore. Bahtiar Baharuddin mantan Pj Gubernur Sulsel sempat diperiksa terkait kasus dugaan korupsi bibit nanas senilai Rp60 miliar. Kejati […]

  • Bupati Mamuju Tengah Pastikan Nasib PPPK Aman, Rela Tunda Pembangunan demi Gaji Pegawai

    Bupati Mamuju Tengah Pastikan Nasib PPPK Aman, Rela Tunda Pembangunan demi Gaji Pegawai

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, bergerak cepat merespons keresahan terkait isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Isu ini mencuat menyusul adanya regulasi pembatasan belanja pegawai yang mulai menghantui berbagai daerah di Indonesia. ​Bupati Mamuju Tengah, Dr. Arsal Aras, meminta seluruh Aparatur Sipil […]

expand_less