Jembatan Utama di Poros Matangga-Keppe di Botteng Ambruk, Tiga Desa Terisolir
- account_circle Ancha
- calendar_month Sab, 14 Feb 2026
- visibility 482
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa menyebabkan sebuah jembatan utama Poros Matangga – Keppe tepat di Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, ambruk total pada Sabtu (14/2/2026) dini hari. Peristiwa ini mengakibatkan mobilisasi masyarakat di tiga desa lumpuh total.
Ketiga desa yang terdampak langsung dan kini terisolasi adalah Desa Botteng, Desa Kondo, dan Desa Passembuk. Mengingat jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung utama, warga kini tidak memiliki jalur alternatif untuk keluar masuk wilayah tersebut.
Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam bagi warga setempat, terutama karena terjadi menjelang bulan suci Ramadan.
Salah satu warga, Bapak Iba’, mengungkapkan rasa bingungnya lantaran kebutuhan logistik untuk persiapan puasa terancam terhambat.
”Kami ini setengah mati, tidak bisa lagi keluar dari kampung. Sementara ini mau puasa, kita mau belanja persiapan, tapi jalan putus total,” ungkap Bapak Iba’ kepada Sulbarupdate.id.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mamasa maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat segera mengambil langkah cepat untuk menangani kerusakan tersebut agar aktivitas ekonomi warga tidak mati suri.

Siswa hendak ke sekolah di Botteng, Kecamatan Mehalaan, terpaksa gagal lantaran jembatan ambruk total. Dok. Ancha.
Kepala Desa Botteng, M. Tahir, mengonfirmasi bahwa struktur jembatan mengalami kerusakan permanen dan tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki dengan aman. Dampak dari kejadian ini bahkan merambah ke sektor pendidikan.
”Iya, jembatan roboh total, jalan putus. Bahkan siswa yang hendak berangkat ke sekolah hari ini terpaksa ditunda karena tidak ada akses untuk menyeberang,” ujar M. Tahir saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya mencari solusi darurat, sementara pihak desa terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar bantuan alat berat maupun pembangunan jembatan darurat dapat segera direalisasikan.(*)
- Penulis: Ancha
