Pemekaran Provinsi Luwu Kembali Menggema
- account_circle Sulbarupdate.id
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- visibility 237
- comment 0 komentar

Makassar – Sulbarupdate.id – Wacana pemekaran Provinsi Luwu kembali menguat dan menggema di berbagai penjuru Sulawesi hingga ke Jakarta. Aspirasi yang telah lama diperjuangkan masyarakat Tana Luwu itu kini kembali menjadi perbincangan serius di ruang publik, baik di tingkat lokal maupun nasional, Makassar 17 Januari 2026.
Gelombang dukungan terus bermunculan dari berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan.
Mereka menilai pemekaran Provinsi Luwu bukan sekadar ambisi administratif, melainkan kebutuhan historis, kultural, dan strategis demi pemerataan pembangunan serta penguatan identitas Tana Luwu.
Di tengah menguatnya kembali isu tersebut, Datu Luwu ke-40, H. Andi Maradang Mackulau, S.H akhirnya angkat bicara.
Tokoh adat tertinggi di Tana Luwu itu menegaskan bahwa persatuan dan kebersamaan masyarakat Luwu tidak akan mencapai tujuan yang hakiki tanpa berdirinya Provinsi Luwu.
“Segala bentuk persatuan dan kebersamaan di tanah Luwu tidak akan mencapai tujuannya yang hakiki jika wilayah ini belum berdiri sebagai provinsi sendiri,” tegas Datu Luwu.
Ia bahkan menyampaikan pernyataan yang cukup keras dan reflektif terhadap kondisi saat ini. Menurutnya, persatuan tanpa tujuan politik yang jelas hanya akan berujung stagnasi.
“Persatuan itu tidak ada gunanya kalau Tana Luwu ini tidak jadi provinsi. Makanya saya imbau Wija To Luwu untuk menjadikan Tana Luwu ini menjadi provinsi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa perjuangan pemekaran Provinsi Luwu bukan hanya aspirasi elit politik, melainkan telah menjadi sikap resmi lembaga adat Luwu. Banyak pihak menilai dukungan Datu Luwu dapat menjadi energi baru dalam mendorong pemerintah pusat agar kembali membuka ruang pembahasan Daerah Otonomi Baru (DOB).
Sejumlah pengamat menilai, jika konsolidasi politik dan sosial masyarakat Tana Luwu dilakukan secara masif dan terarah, pemekaran Provinsi Luwu bukanlah sesuatu yang mustahil. Terlebih, secara historis dan wilayah, Tana Luwu memiliki akar pemerintahan dan kebudayaan yang kuat sejak sebelum Indonesia merdeka.
Kini, bola perjuangan kembali berada di tangan Wija To Luwu. Apakah gema pemekaran ini akan berakhir sebagai wacana, atau justru menjadi babak baru menuju lahirnya Provinsi Luwu, waktu dan konsistensi perjuangan yang akan menjawabnya.
- Penulis: Sulbarupdate.id
- Editor: Am*
