Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Harga Elpiji 3 Kg di Mamuju Tengah Meroket, Tembus Rp 50 Ribu

Harga Elpiji 3 Kg di Mamuju Tengah Meroket, Tembus Rp 50 Ribu

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
  • visibility 773
  • comment 0 komentar

MATENG, Sulbarupdate.id – Masyarakat di sejumlah wilayah di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, kembali dikeluhkan oleh kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram.

Selain sulit didapat, harga di tingkat pengecer kini melonjak drastis hingga menembus angka Rp 50.000 per tabung, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

​Kondisi ini memicu kekhawatiran besar, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah. FD, seorang ibu rumah tangga di daerah Benteng, Kecamatan Tobadak, mengaku terkejut saat harus merogoh kocek dalam-dalam untuk satu tabung “melon” tersebut.

​”Harga tabung sekarang sudah berlebih-lebihan (tallewa-lewa). Saya baru saja beli di daerah Benteng dekat Pertamina harganya Rp 50.000. Alasan pengecer karena mereka juga ambil mahal dari agen,” ujar FD kepada Sulbarupdate.id, Rabu (18/2/2026).

​Senada dengan FD, Nia (42), warga lainnya, merasa kesal karena harus “berburu” tabung hingga ke wilayah Topoyo.

“Sangat langka. Kalau mau dapat harus kerja ekstra berkeliling dari satu pengecer ke pengecer lain. Saya dapat di Topoyo harganya Rp 40.000 karena di pangkalan cepat sekali habis,” keluh Nia.

​Menanggapi fenomena ini, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperindag Mateng, Sudir, angkat bicara. Menurutnya, lonjakan harga yang fantastis ini diduga kuat akibat adanya praktik “tangan kedua” atau permainan antar pengecer.

​”Terjadi rantai distribusi yang tidak sehat di tingkat pengecer. Pengecer A membeli dari pengecer B dengan harga di atas HET, lalu dijual kembali ke masyarakat dengan margin keuntungan lagi. Inilah yang membuat harga membengkak di tangan konsumen,” jelas Sudir.

​Sudir menegaskan bahwa berdasarkan pantauan lapangan, harga di tingkat pangkalan resmi sebenarnya masih terpantau normal sesuai aturan.

“Di pangkalan harganya tetap normal sesuai HET, yakni Rp 18.600. Masalahnya ada di perputaran antar pengecer ini,” tambahnya.

​Selain masalah permainan harga, Sudir mengungkapkan bahwa kelangkaan juga dipicu oleh kendala teknis pada distribusi agen.

Berdasarkan konfirmasi pihak dinas, sempat terjadi kerusakan armada pengangkut yang menyebabkan keterlambatan pasokan selama dua hari.

​Sebagai langkah antisipasi, Dinas Koperindag Mateng telah lakukan kroscek langsung ke pangkalan dan agen untuk memastikan stok.

​Pihaknya juga mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh pangkalan agar tidak melakukan praktik curang atau menyalurkan barang ke pihak yang berniat menimbun.

​Pemerintah berharap distribusi kembali normal dalam waktu dekat agar beban ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan rumah tangga kecil, tidak semakin berat.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • 54 Desa di Mateng Bakal Terjangkau Layanan Sedot Tinja

    54 Desa di Mateng Bakal Terjangkau Layanan Sedot Tinja

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menyiapkan layanan pengelolaan lumpur tinja yang ditargetkan menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok. Layanan tersebut akan dijalankan melalui Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), dengan cakupan lima kecamatan dan 54 desa di Kabupaten Mamuju Tengah. Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. Askary Anwar, mengatakan infrastruktur IPLT beserta […]

  • Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Majene, 16 Kambing Dilaporkan Hangus

    Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Majene, 16 Kambing Dilaporkan Hangus

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Kebakaran lahan kembali terjadi di Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Selasa (25/8/2026) malam. Kebakaran dilaporkan semakin mengkhawatirkan karena kondisi angin di lokasi cukup kencang. Berdasarkan pantauan siaran langsung akun TikTok Satria, sedikitnya 16 ekor kambing dilaporkan hangus terbakar, sementara beberapa kambing lainnya mengalami luka bakar. Kandang ternak juga ikut dilalap […]

  • Anggota Polda Sulbar Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun

    Anggota Polda Sulbar Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Seorang personel aktif Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat, berinisial Bripda F, ditemukan tak bernyawa di lahan perkebunan miliknya di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Selasa 3 Februari 2026. ​Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. ​Tak lama setelah jenazah ditemukan, aparat kepolisian langsung […]

  • “Mati Ikan” Limbah Pabrik Sawit Terus Mengalir Kebijakan “Tergantung”

    “Mati Ikan” Limbah Pabrik Sawit Terus Mengalir Kebijakan “Tergantung”

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan Kecamatan Baras Desa Kasano Kabupateng Pasangkayu akan terus berjuang akibat adanya dampak kerusakan lingkungan yang terjadi diwilayah tersebut. Sulbarupdate.id menerima kiriman berupa gambar dan potongan video memperlihatkan banyaknya ikan warga yang mati dan aliran sungan sungai yang berwarna hitam. Dampak kerusakan lingkungan tersebut diduga berasal dari limbah salah satu […]

  • Oknum Guru PPPK Madrasah di Polman Diduga Cabuli Sejumlah Siswa

    Oknum Guru PPPK Madrasah di Polman Diduga Cabuli Sejumlah Siswa

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), diguncang isu dugaan pelecehan seksual. Seorang oknum guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di sebuah madrasah di Kabupaten Polman diduga kuat telah melecehkan sejumlah siswanya. ​Meskipun kasus ini telah menjadi perbincangan hangat, namun hingga saat ini belum ada laporan resmi […]

  • Penyegaran Organisasi Polri, Kapolres Mamasa Mutasi Ke Lemdiklat Polri

    Penyegaran Organisasi Polri, Kapolres Mamasa Mutasi Ke Lemdiklat Polri

    • 0Komentar

    MAMASA – Sulbarupdate.id – Mutasi besar kembali dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia. Mabes Polri secara resmi melakukan mutasi pejabat pada jabatan utama (PJU) Kepolisian Daerah Sulawesi Barat termasuk Kapolres Mamasa dan Kapolresta Mamuju. Mutasi yang baru beredar luas pada Sabtu, 20 Desember 2025 itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo […]

expand_less