Breaking News
light_mode
Beranda » Advertorial » Pengembalian Pilkada ke DPRD, Efisiensi Biaya vs Hak Konstitusional Rakyat

Pengembalian Pilkada ke DPRD, Efisiensi Biaya vs Hak Konstitusional Rakyat

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Rab, 31 Des 2025
  • visibility 561
  • comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali memicu polemik di panggung politik nasional.

Perdebatan ini mencuat setelah sejumlah elite partai politik mulai menyuarakan urgensi perubahan sistem pemilihan demi efisiensi anggaran negara.

Wacana ini kembali menguat pasca pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti tingginya biaya politik dalam sistem Pilkada langsung.

Dalam peringatan HUT Partai Golkar, 12 Desember 2024, Presiden menekankan bahwa anggaran besar yang selama ini terserap untuk pesta demokrasi dapat dialokasikan pada sektor vital seperti pendidikan dan infrastruktur.

Data menunjukkan pembengkakan anggaran Pilkada yang signifikan, melonjak dari Rp 7 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp 37 triliun pada tahun 2024.

Hal inilah yang menjadi dasar kuat bagi kubu pendukung untuk mendesak reformasi sistem pemilihan.

Hingga akhir tahun 2025, sikap partai-partai di parlemen terbelah menjadi tiga arus utama.

1. Blok Pendukung (Efisiensi dan Demokrasi Perwakilan)

Partai Golkar: Menekankan perlunya keterlibatan publik dalam mekanisme perwakilan dan kajian mendalam sebelum implementasi.

Partai Gerindra: Menilai sistem via DPRD lebih efisien dan mampu menekan biaya kampanye yang memicu beban fiskal negara.

PKB: Berpandangan bahwa mekanisme ini merupakan solusi untuk memutus rantai korupsi akibat tingginya ongkos politik.

Partai Nasdem: Menegaskan bahwa pemilihan melalui DPRD sah secara konstitusional sebagai perwujudan prinsip musyawarah mufakat.

 

2. Blok Pengkaji (Menunggu Aspirasi Publik)

PKS, Demokrat, dan PAN: Ketiga partai ini masih melakukan pendalaman internal.

Mereka menekankan pentingnya mendengar masukan dari akademisi, organisasi masyarakat, serta memastikan bahwa sistem apa pun yang dipilih harus bermuara pada kesejahteraan rakyat dan pengurangan praktik politik uang.

 

3. Blok Penolak (Kedaulatan Rakyat)

PDI Perjuangan: Menjadi motor utama penolakan. PDI-P menegaskan bahwa hak rakyat untuk memilih pemimpin secara langsung adalah mandat demokrasi yang tidak boleh didegradasi atas nama efisiensi anggaran.

 

Dampak dan Masa Depan Demokrasi

Perubahan sistem pemilihan ini diperkirakan akan menjadi salah satu agenda politik paling panas di tahun 2026.

Para pengamat menilai bahwa transisi ini memerlukan landasan hukum yang kuat guna menghindari gejolak sosial, mengingat publik telah terbiasa dengan hak suara langsung sejak dua dekade terakhir.

Hingga saat ini, pemerintah dan DPR masih terus memantau dinamika aspirasi di masyarakat sebelum mengambil keputusan final terkait revisi undang-undang pemilihan kepala daerah tersebut.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pusaran Harta Triliun dan Bayang-Bayang Investigasi, Menakar Integritas Sherly Tjoanda

    Pusaran Harta Triliun dan Bayang-Bayang Investigasi, Menakar Integritas Sherly Tjoanda

    • 0Komentar

    TERNATE, Sulbarupdate.id – Sorotan tajam kini mengarah pada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. Pasca-terungkapnya data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), publik dan lembaga antirasuah mulai mempertanyakan orisinalitas serta kewajaran lonjakan kekayaan sang kepala daerah yang dinilai anomali dalam kurun waktu singkat. Sherly, alumnus pendidikan tinggi di Belanda, tercatat memiliki total kekayaan fantastis senilai Rp972 […]

  • Salah Sebut Juara, Panggung Fashion Show Mamasa Banjir Air Mata

    Salah Sebut Juara, Panggung Fashion Show Mamasa Banjir Air Mata

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Jagat maya tengah dihebohkan oleh sebuah video mengharukan yang memperlihatkan detik-detik seorang peserta anak dalam ajang Fashion Show di Lapangan Kondosapata, Mamasa, menangis di atas panggung. Insiden ini dipicu oleh kesalahan fatal dewan juri yang berulang kali salah mengumumkan nama pemenang. ​Kejadian bermula saat pengumuman Juara 2. Dewan juri yang mendampingi MC […]

  • Gubernur Sulbar Instruksikan Standarisasi Rujukan Stunting di Seluruh RSUD

    Gubernur Sulbar Instruksikan Standarisasi Rujukan Stunting di Seluruh RSUD

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), secara instruktif memerintahkan Dinas Kesehatan Provinsi untuk segera mereplikasi dan meluncurkan Pos Pelayanan Terpadu Rujukan Stunting di seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada lima kabupaten di Sulbar. Langkah strategis ini diambil guna memacu percepatan penurunan prevalensi stunting di wilayah tersebut. Instruksi tegas ini disampaikan saat […]

  • DPP Partai NasDem Batalkan PAW Abdul Salam

    DPP Partai NasDem Batalkan PAW Abdul Salam

    • 0Komentar

    PALOPO, SULBARUPDATE.ID – Mahkamah Partai NasDem resmi mengeluarkan putusan sengketa PAW terhadap Abdul Salam sebagai anggota DPRD Kota Palopo. Dalam Putusan Nomor 11/MPN/DPRD/I/2026, Mahkamah Partai memutuskan memulihkan hak pemohon. Dalam amar putusan poin 4 disebutkan, Mahkamah Partai mengabulkan peninjauan kembali dengan memulihkan kemampuan, kedudukan, harkat, dan martabat pemohon ke kondisi semula sebagai anggota Partai NasDem […]

  • Majene Diterjang Angin Kencang, Kantor dan Rumah Warga Rusak

    Majene Diterjang Angin Kencang, Kantor dan Rumah Warga Rusak

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Selasa (6/1/2026) sore. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.30 WITA tersebut mengakibatkan kerusakan pada fasilitas perkantoran, hunian warga, hingga akses jalan di dua kecamatan. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat menerima laporan resmi kerusakan dari BPBD Majene pada Rabu […]

  • Akses Terputus, Warga Polman Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Pakai Bambu

    Akses Terputus, Warga Polman Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Pakai Bambu

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id — Kecewa lantaran akses jalan utama tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah, warga Desa Pap-pao, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terpaksa membangun jembatan darurat secara swadaya. Dengan peralatan seadanya, warga membentangkan batang-batang bambu agar aktivitas ekonomi dan pendidikan tidak lumpuh total, Kamis (14/5/2026). ​Kondisi infrastruktur yang menghubungkan pemukiman warga ini dilaporkan terputus […]

expand_less