Breaking News
light_mode
Beranda » Advertorial » Pengembalian Pilkada ke DPRD, Efisiensi Biaya vs Hak Konstitusional Rakyat

Pengembalian Pilkada ke DPRD, Efisiensi Biaya vs Hak Konstitusional Rakyat

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Rab, 31 Des 2025
  • visibility 718
  • comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali memicu polemik di panggung politik nasional.

Perdebatan ini mencuat setelah sejumlah elite partai politik mulai menyuarakan urgensi perubahan sistem pemilihan demi efisiensi anggaran negara.

Wacana ini kembali menguat pasca pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti tingginya biaya politik dalam sistem Pilkada langsung.

Dalam peringatan HUT Partai Golkar, 12 Desember 2024, Presiden menekankan bahwa anggaran besar yang selama ini terserap untuk pesta demokrasi dapat dialokasikan pada sektor vital seperti pendidikan dan infrastruktur.

Data menunjukkan pembengkakan anggaran Pilkada yang signifikan, melonjak dari Rp 7 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp 37 triliun pada tahun 2024.

Hal inilah yang menjadi dasar kuat bagi kubu pendukung untuk mendesak reformasi sistem pemilihan.

Hingga akhir tahun 2025, sikap partai-partai di parlemen terbelah menjadi tiga arus utama.

1. Blok Pendukung (Efisiensi dan Demokrasi Perwakilan)

Partai Golkar: Menekankan perlunya keterlibatan publik dalam mekanisme perwakilan dan kajian mendalam sebelum implementasi.

Partai Gerindra: Menilai sistem via DPRD lebih efisien dan mampu menekan biaya kampanye yang memicu beban fiskal negara.

PKB: Berpandangan bahwa mekanisme ini merupakan solusi untuk memutus rantai korupsi akibat tingginya ongkos politik.

Partai Nasdem: Menegaskan bahwa pemilihan melalui DPRD sah secara konstitusional sebagai perwujudan prinsip musyawarah mufakat.

 

2. Blok Pengkaji (Menunggu Aspirasi Publik)

PKS, Demokrat, dan PAN: Ketiga partai ini masih melakukan pendalaman internal.

Mereka menekankan pentingnya mendengar masukan dari akademisi, organisasi masyarakat, serta memastikan bahwa sistem apa pun yang dipilih harus bermuara pada kesejahteraan rakyat dan pengurangan praktik politik uang.

 

3. Blok Penolak (Kedaulatan Rakyat)

PDI Perjuangan: Menjadi motor utama penolakan. PDI-P menegaskan bahwa hak rakyat untuk memilih pemimpin secara langsung adalah mandat demokrasi yang tidak boleh didegradasi atas nama efisiensi anggaran.

 

Dampak dan Masa Depan Demokrasi

Perubahan sistem pemilihan ini diperkirakan akan menjadi salah satu agenda politik paling panas di tahun 2026.

Para pengamat menilai bahwa transisi ini memerlukan landasan hukum yang kuat guna menghindari gejolak sosial, mengingat publik telah terbiasa dengan hak suara langsung sejak dua dekade terakhir.

Hingga saat ini, pemerintah dan DPR masih terus memantau dinamika aspirasi di masyarakat sebelum mengambil keputusan final terkait revisi undang-undang pemilihan kepala daerah tersebut.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jembatan Setahun Putus, Warga Desa Tapua Bangun Jalan Limpas Secara Swadaya

    Jembatan Setahun Putus, Warga Desa Tapua Bangun Jalan Limpas Secara Swadaya

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id  – Puluhan warga di Desa Tapua dan Desa Ba’ba Tapua, Kecamatan Matangga, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, bahu-membahu membangun jalan limpas (lintasan batu) di aliran sungai setempat, Senin (20/4/2026). ​Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai jalur alternatif lantaran jembatan utama sepanjang 20 meter yang menjadi tumpuan warga telah putus akibat terjangan banjir […]

  • HUT Sulbar ke-22, PMII Desak Pembangunan Nyata dan Solusi Bagi Pengangguran 

    HUT Sulbar ke-22, PMII Desak Pembangunan Nyata dan Solusi Bagi Pengangguran 

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Peringatan Hari Jadi ke-22 Provinsi Sulawesi Barat menjadi momentum refleksi bagi Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulbar. PKC PMII Sulbar menilai pembangunan di daerah tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan, terutama pemerataan pembangunan, ketersediaan lapangan kerja, serta pemenuhan hak dasar masyarakat. Ketua Bidang Hukum, HAM dan Advokasi Kebijakan Publik […]

  • RSUD Majene Dorong Digitalisasi Lewat Kerja Sama Bank Sulselbar

    RSUD Majene Dorong Digitalisasi Lewat Kerja Sama Bank Sulselbar

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Majene terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui transformasi digital di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majene. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperpanjang kerja sama pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan PT Bank Sulselbar untuk jangka waktu tiga tahun ke depan. Kesepakatan tersebut […]

  • IMM Majene Soroti Dugaan Mafia BBM, Desak Polisi Lakukan Penyelidikan

    IMM Majene Soroti Dugaan Mafia BBM, Desak Polisi Lakukan Penyelidikan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Dugaan praktik penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali menjadi sorotan publik di Kabupaten Majene Sulawesi Barat, Kamis (25/6/2026). Koordinator Lapangan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Majene, Fahrim, mengatakan mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik mafia BBM yang […]

  • Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

    Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Di saat gema orasi tentang kemajuan literasi dan pemerataan akses pendidikan membubung tinggi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, sebuah kenyataan getir justru terpotret di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di Lingkungan Lutang, Kecamatan Banggae Timur, yang selama puluhan tahun berdiri sebagai lentera bagi anak-anak berkebutuhan khusus, […]

  • Piala Dunia 2026, Bupati Mamasa Jagokan Brasil, Kapolres Setia Dukung Belanda

    Piala Dunia 2026, Bupati Mamasa Jagokan Brasil, Kapolres Setia Dukung Belanda

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Demam Piala Dunia 2026 mulai menjangkiti berbagai lapisan masyarakat di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Tidak terkecuali bagi para pejabat daerah yang mulai terang-terangan menunjukkan dukungan kepada tim nasional jagoan mereka di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut. Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menyatakan dukunganiantoninya secara penuh kepada Timnas Brasil. Politisi Partai Golkar ini […]

expand_less