Para Pemain Gelap Distribusi BBM Bersubsidi di Sulbar
- account_circle Sulbarupdate
- calendar_month Sen, 17 Agu 2026
- visibility 148
- comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Ketika Negara berusaha memasok energi sebagai kebutuhan vital Rakyat, di saat yang sama pengusaha yang semata mengejar keuntungan tanpa batas bermain di antara Negara dan Rakyat. Ini modus yang berlangsung sejak lama di semua titik di Republik yang kemerdekaannya telah berumur 81 tahun.
Logika atas permainan gelap distribusi BBM Bersubsidi di Sulawesi menjadi tanda tanya besar manakala di luar pengetahuan PT Pertamina regional Sulawesi. Terkait ini akan menjadi bahasan berikut seiring perkembangan kasus di lapangan.
Keuntungan mengeruk BBM Subsidi jenis Solar sama hal permainan proyek fisik yang disubproyekkan: proyek nilai Rp1 M misalnya bisa hanya sampai realisasi pekerjaan 50 persen sampai 70 persen oleh pemegang kegiatan subproyek.
Fakta pengisian BBM Subsidi ke SPSB di Sulbar memang berlangsung setiap malam atau setiap dua malam sekali. Mobil PT Pertamina datang lalu mengisi BBM Subsidi ke penampungan SPBU dimulai pada sekitar pukul 21.00 wita atau 22.00 wita, dilanjutkan dengan pelayanan pengisian BBM Subsidi pada penerima manfaat yang sudah antri menunggu berjam-jam: belasan hingga puluhan jam dari lingkungan SPBU hingga mengulat panjang sepanjang jalan.
Menunggu pengisian BBM Subsidi menderita adalah sebuah pemakluman yang itu paradoks dengan kebenaran yang sesungguhnya. Kebijakan anggaran subsidi BBM untuk Rakyat tidak justru harus dialami kesusahan, kelangkaan, dan penderitaan lainnya.
Tidak demikian. Yang terjadi malah hal buruk: di saat BBM Subsidi telah berada di tangki SPBU datang mobil pengeruk lalu dilangsir atau dibawa ke tempat lain, ke Sulawesi Tengah misalnya. Harfa di Sulawei Tengah jauh lebih tinggi dari harga penetapan dasar oleh pemerintah.
Ini ironi. Selama ini tak sedikit yang harus korban akibat pemain bisnis gelap itu.
Pemain _balck market_ BBM bersubsidi di Sulawesi Barat bukan hanya bendera Ifada. Nama-nama perusahaan lain yang menjadi pemain gelap di pasar gelap BBM bersubsidi untuk Rakyat, seperti PT. Awing, PT. Global, dan “Ada yang kuasai Mamasa, lupa nama PT-nya,’ sebut sumber media ini.
“Dia tunggal di Mamasa karena larang memang orang lain masuk,” katanya.
Seharusnya media ini tidak hanya menulis satu perusahaan pemain black market BBM bersubsidi di Sulbar. “Kalau begini, pihak media seolah memilih pihak tertentu diserang,” pungkas sumber ini, Senin, 17 Agustus 2026.
Sekarang kami tampilkan ragam pemain gelap BBM Bersubsidi di Sulbar – Sulawesi.
Upaya konfirmasi kepada para pihak belum tersambung. Ulasan berikut akan kami tampilkan pendapat para pihak, tentu dengan jawaban atas konfirmasi yang dilayangkan.(*)
- Penulis: Sulbarupdate
- Editor: Tim Redaksi
