Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju » Penghargaan Kemendagri untuk Sulbar Menuai Kritik, “Prestasi di Atas Kertas, Realitas Lapangan Masih Layu”

Penghargaan Kemendagri untuk Sulbar Menuai Kritik, “Prestasi di Atas Kertas, Realitas Lapangan Masih Layu”

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
  • visibility 443
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Apresiasi yang baru saja diterima Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait keberhasilan menekan angka pengangguran justru memicu gelombang skeptisisme di dalam daerah. 

Penghargaan tersebut dinilai kontradiktif dengan realitas sosial-ekonomi yang dihadapi masyarakat di enam kabupaten se-Sulawesi Barat.

Kritik pedas salah satunya datang dari aktivis pemuda Sulbar, Akbar. Ia secara tegas mempertanyakan indikator dan validitas penilaian yang digunakan Kemendagri dalam memberikan penghargaan tersebut. 

Menurutnya, ada jurang pemisah yang lebar antara klaim data administratif dengan fakta riil di lapangan.

“Kami mempertanyakan apa sebenarnya indikator konkret yang dipakai Kemendagri. Jangan sampai ini hanya ritual birokrasi tahunan berbasis laporan administrasi alias ABS (Asal Bapak Senang),” ujar Akbar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/5/2026).

Menurut Akbar, penurunan angka pengangguran secara statistik tidak serta-merta mencerminkan kesejahteraan. Perlu dibedakan apakah tenaga kerja tersebut terserap di sektor formal yang layak dan berkelanjutan, atau sekadar terjebak di sektor informal musiman dengan upah di bawah standar kelayakan.

Menurut Akbar, meskipun Sulbar kaya akan komoditas pertanian dan perkebunan, sektor hilirisasi industri dinilai belum berjalan maksimal. Tanpa adanya investasi nyata di bidang industri padat karya, klaim keberhasilan menekan pengangguran dinilai terasa semu bagi angkatan kerja produktif.

Ia menduga, ada indikasi angka pengangguran terbuka menurun bukan karena melimpahnya lapangan kerja domestik, melainkan karena banyaknya warga yang terpaksa merantau ke luar daerah seperti Kalimantan, Sulawesi Selatan, atau Sulawesi Tengah untuk menyambung hidup.

“Apakah warga yang keluar daerah untuk mencari kerja itu juga diklaim sebagai prestasi Pemprov?” sentil Akbar.

Atas kejanggalan tersebut, aktivis pemuda ini mendesak Pemprov Sulbar agar tidak larut dalam euforia “penghargaan kosmetik”. Ia menantang Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sulbar untuk membuka data serapan tenaga kerja secara transparan kepada publik.

Data yang disajikan, lanjut Akbar, harus mendetail—by name, by address, serta diklasifikasikan berdasarkan sektor kerjanya—agar masyarakat bisa ikut memvalidasi kebenaran klaim tersebut.

Akbar mengatakan, penghargaan tersebut bukan prestasi jika perut rakyat di bawah masih menjerit. Sehingga pihaknya meminta agar Pemprov Sulbar tidak menjadikan tameng untuk merasa sudah bekerja maksimal. 

“Kami butuh industrialisasi daerah yang nyata, transparansi bursa kerja, dan peningkatan skill pemuda lokal yang tersertifikasi, bukan sekadar piagam di dinding kantor gubernur,” tegas Akbar mengakhiri pernyataannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemprov Sulbar maupun Dinas Tenaga Kerja setempat terkait kritik dan tuntutan transparansi data yang dilayangkan oleh kelompok pemuda tersebut.(***)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Akhir Ramadan 1447 H, Mengintip Potensi Perbedaan Tanggal Lebaran Idul Fitri 2026

    Jelang Akhir Ramadan 1447 H, Mengintip Potensi Perbedaan Tanggal Lebaran Idul Fitri 2026

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Memasuki fase akhir bulan suci Ramadan 1447 Hijriah 2026 Masehi, perhatian masyarakat Indonesia mulai tertuju pada penetapan Hari Raya Idul fitri. Meski pemerintah baru akan mengetuk palu melalui Sidang Isbat, sejumlah lembaga antariksa dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam telah merilis prediksi yang memunculkan potensi perbedaan tanggal perayaan. ​Secara garis besar, terdapat dua […]

  • SPPG Mehalaan Salurkan MBG ke 2.084 Penerima Manfaat

    SPPG Mehalaan Salurkan MBG ke 2.084 Penerima Manfaat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Yayasan Pallawa Lipu Grup melalui SPPG Mehalaan Barat kembali menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan penerima manfaat di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Selasa (29/9/2026). Penyaluran MBG menyasar peserta didik, guru dan tenaga kependidikan, anak tidak sekolah (ATS), serta kelompok 3B yang terdiri atas balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kepala […]

  • Kejar PAD Lebih Realistis, Bapenda Sulbar Mantapkan Penggalian dan Sinkronisasi Target Retribusi Daerah Hingga 2027   

    Kejar PAD Lebih Realistis, Bapenda Sulbar Mantapkan Penggalian dan Sinkronisasi Target Retribusi Daerah Hingga 2027  

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemetaan potensi retribusi yang lebih terukur dan realistis. Melalui Bidang Perencanaan Pendapatan dan Teknologi Informasi, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat menutup rangkaian Rapat Sinkronisasi Perencanaan Penetapan Target PAD sektor retribusi daerah tahun 2026 serta penyusunan rencana target […]

  • Update Kasus Oknum PNS Cabuli Remaja di Mamasa, Jaksa Beri Klarifikasi Menohok

    Update Kasus Oknum PNS Cabuli Remaja di Mamasa, Jaksa Beri Klarifikasi Menohok

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kasus dugaan pemerkosaan terhadap remaja berusia 15 tahun yang menyeret seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu kantor kecamatan di Kabupaten Mamasa terus bergulir. Diketahui pihak keluarga korban mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamasa pada Kamis (7/5/2026) untuk mempertanyakan transparansi proses hukum yang dinilai janggal. Pihak keluarga, didampingi LK yang […]

  • BBM Langka di Majene, SPBU Rangas Hentikan Pelayanan Jeriken Usai Keributan

    BBM Langka di Majene, SPBU Rangas Hentikan Pelayanan Jeriken Usai Keributan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Masyarakat di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite. Keluhan tersebut mencuat setelah terjadinya keributan di SPBU Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, pada Selasa malam, 1 September 2026. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian masyarakat yang sehari-hari membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas, termasuk nelayan dan […]

  • Kasat Reskrim Polres Majene Tegaskan Disiplin Penyidik, Dilarang Temui Pihak Perkara Diluar Prosedur

    Kasat Reskrim Polres Majene Tegaskan Disiplin Penyidik, Dilarang Temui Pihak Perkara Diluar Prosedur

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Upaya memperkuat profesionalisme dan pengawasan internal terus dilakukan jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Majene, Jumat (22/5/2026). Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Fredy, memberikan penegasan tegas kepada seluruh penyidik dan penyidik pembantu agar menjalankan proses penyidikan sesuai prosedur serta mengedepankan transparansi dalam setiap penanganan perkara. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan arahan […]

expand_less