Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Nestapa Arif Usman di Mamuju Tengah, Tinggal dalam Gubuk Sempit 2×3 Meter

Nestapa Arif Usman di Mamuju Tengah, Tinggal dalam Gubuk Sempit 2×3 Meter

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
  • visibility 628
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Ketika senja perlahan tenggelam di cakrawala Mamuju Tengah, kegelapan tidak hanya menyelimuti bumi, tetapi juga menyergap sebuah gubuk ringkih berukuran 2×3 meter.

Di sanalah, Arif Usman (58) dan putra kecilnya, RD (11), merajut hidup dalam kesunyian yang mencekam.

​Bagi Arif, rumah bukanlah bangunan kokoh dengan atap megah, melainkan sebuah ruang sempit bin pengap yang berdiri di atas tanah keluarga.

Kondisi rumah Arif saat malam tiba tanpa listrik. Dok. Istimewa

Tanpa aliran listrik, tanpa pendar lampu, dan tanpa satu pun perabotan yang layak disebut sebagai fasilitas rumah tangga.

​Memasuki gubuk tersebut ibarat menyaksikan potret kemiskinan yang telanjang. Tidak ada ranjang empuk untuk melepas penat setelah seharian berpeluh.

Di atas lantai yang dingin, hanya selembar kain lusuh yang menjadi saksi bisu betapa kerasnya hidup yang mereka jalani.

Kain itulah yang menjadi benteng terakhir mereka melawan dinginnya malam dan serangan serangga hutan.

Kondisi ekonomi yang serba terbatas memaksa Arif untuk bertahan dengan apa yang ada. Di dalam gubuk itu, kemewahan adalah sebuah angan-angan yang jauh.

​Ketiadaan akses listrik menjadikan malam hari sebagai waktu yang panjang dan sunyi bagi RD. Di usia 11 tahun, di mana anak-anak lain mungkin tengah belajar di bawah terangnya lampu LED atau terlelap di kamar yang nyaman, RD harus terbiasa dengan kegelapan total.

Aktivitas mereka terhenti seketika saat matahari terbenam, hanya cahaya bulan yang sesekali menyelinap di sela-sela dinding kayu yang mulai melapuk.

​Secara sosiologis, potret kehidupan Arif Usman adalah sebuah ironi di tengah derap pembangunan daerah. Ketiadaan lemari, tempat tidur, bahkan sekadar alat penerangan sederhana, menegaskan bahwa keadilan sosial belum sepenuhnya menyentuh setiap sudut pelosok desa di Mamuju Tengah.

​Kisah Arif dan RD bukan sekadar data statistik kemiskinan, melainkan sebuah panggilan bagi nurani kolektif.

Kelayakan hidup adalah hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi, namun bagi keluarga kecil ini, hak tersebut masih tertahan di balik jeruji keterbatasan ekonomi.

​Kini, Arif Usman hanya bisa menatap masa depan dengan sorot mata yang redup, sembari berharap ada uluran tangan—baik dari pemerintah maupun dermawan—yang mampu mengubah gubuk sempit itu menjadi hunian yang manusiawi bagi putra tercintanya.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemda Mamasa Prioritaskan Penerbitan NIPD bagi Perangkat Desa

    Pemda Mamasa Prioritaskan Penerbitan NIPD bagi Perangkat Desa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) memastikan akan prioritaskan penerbitan Nomor Induk Perangkat Desa (NIPD) bagi seluruh perangkat desa di Kabupaten Mamasa. Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Mamasa terkait penerbitan NIPD bagi perangkat desa. Kepala DPMD Kabupaten Mamasa Yulianus […]

  • RS Pratama Salutambung Dipertanyakan, PMII Sulbar Desak Pemkab Buka Data Operasional dan Anggaran

    RS Pratama Salutambung Dipertanyakan, PMII Sulbar Desak Pemkab Buka Data Operasional dan Anggaran

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Kondisi dan pengelolaan Rumah Sakit Pratama Salutambung, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat kembali menjadi perhatian publik. Ketua Bidang Kaderisasi PKC PMII Sulawesi Barat, Aldi Rahmat, menyampaikan sikap organisasi untuk mendorong keterbukaan informasi, akuntabilitas anggaran, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Pratama Salutambung. Menurut Aldi Rahmat, keberadaan fasilitas kesehatan tersebut […]

  • Dianggap Ingkar Janji Soal Korban Pencatutan Nama, GMNI Mamasa Kecam PT PNM

    Dianggap Ingkar Janji Soal Korban Pencatutan Nama, GMNI Mamasa Kecam PT PNM

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau DPC GMNI Kabupaten Mamasa mengecam keras sikap PT Permodalan Nasional Madani Cabang Mamasa.  Badan Usaha Milik Negara tersebut dinilai tidak memiliki iktikad baik dan mengabaikan Berita Acara Kesepakatan Bersama yang telah ditandatangani di hadapan anggota DPRD Kabupaten Mamasa. Hal ini disampaikan Ketua DPC GMNI […]

  • Pusaran Skandal Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Miliar Mulai Menyeret ‘Gedung Rakyat’ di Sulsel

    Pusaran Skandal Korupsi Bibit Nanas Rp 60 Miliar Mulai Menyeret ‘Gedung Rakyat’ di Sulsel

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Tabir gelap yang menyelimuti proyek pengadaan bibit nanas di Sulawesi Selatan (Sulsel), kian tersingkap. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel tidak lagi sekadar membidik pelaksana teknis; kini, bidikan tajam penyidik mulai mengarah ke jantung kekuasaan legislatif. ​Setelah menetapkan enam tersangka yang kini meringkuk di balik jeruji, korps adhyaksa mulai menelisik “pintu masuk” anggaran fantastis […]

  • Eks Pj. Gubernur Sulbar Dicekal Keluar Negeri: Dalam Pusaran Dugaan Korupsi Bibit Nenas Rp65 Milyar

    Eks Pj. Gubernur Sulbar Dicekal Keluar Negeri: Dalam Pusaran Dugaan Korupsi Bibit Nenas Rp65 Milyar

    • 0Komentar

    MAKASSAR, SULBARUPDATE.ID- Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Didik Farkhan Alisyahdi umumkan pencekalan ke luar negeri eks PJ Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin ke luar negeri di kantor Kejati Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Selasa (30/12/2025) sore. Bahtiar Baharuddin mantan Pj Gubernur Sulsel sempat diperiksa terkait kasus dugaan korupsi bibit nanas senilai Rp60 miliar. Kejati […]

  • 54 Desa di Mateng Bakal Terjangkau Layanan Sedot Tinja

    54 Desa di Mateng Bakal Terjangkau Layanan Sedot Tinja

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, menyiapkan layanan pengelolaan lumpur tinja yang ditargetkan menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok. Layanan tersebut akan dijalankan melalui Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), dengan cakupan lima kecamatan dan 54 desa di Kabupaten Mamuju Tengah. Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. Askary Anwar, mengatakan infrastruktur IPLT beserta […]

expand_less