HUT Sulbar ke-22, PMII Desak Pembangunan Nyata dan Solusi Bagi Pengangguran
- account_circle Hamsah
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 46
- comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id — Peringatan Hari Jadi ke-22 Provinsi Sulawesi Barat menjadi momentum refleksi bagi Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulbar.
PKC PMII Sulbar menilai pembangunan di daerah tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan, terutama pemerataan pembangunan, ketersediaan lapangan kerja, serta pemenuhan hak dasar masyarakat.
Ketua Bidang Hukum, HAM dan Advokasi Kebijakan Publik PKC PMII Sulbar, Akbar, mengatakan keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik maupun capaian statistik, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Genap 22 tahun Sulbar berdiri, kita harus berani jujur melihat kondisi lapangan. Pembangunan yang berjalan selama ini belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan dasar masyarakat,” kata Akbar.
Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah adalah terbatasnya lapangan kerja bagi lulusan perguruan tinggi di Sulbar.
PKC PMII Sulbar menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya keterhubungan antara dunia pendidikan, kebijakan ketenagakerjaan, investasi, dan pengembangan sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
Selain persoalan lapangan kerja, PKC PMII Sulbar juga menyoroti kondisi infrastruktur dan aksesibilitas di sejumlah wilayah. Jalan dan jembatan yang belum memadai dinilai dapat menghambat mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi, khususnya di wilayah pedesaan dan pesisir.
Di bidang pelayanan publik, PKC PMII Sulbar meminta pemerintah memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, sekaligus memastikan perlindungan terhadap hak petani, nelayan, dan masyarakat adat dalam pelaksanaan pembangunan maupun investasi.
Persoalan kemiskinan dan stunting juga menjadi perhatian. PKC PMII Sulbar mendorong agar kebijakan dan penganggaran pemerintah lebih diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar serta program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Akbar berharap momentum HUT ke-22 Sulbar dapat menjadi titik evaluasi terhadap arah pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah harus hadir menciptakan ekosistem kerja dan industri kreatif yang mampu menyerap potensi para sarjana muda kita di Sulbar. Pembangunan ke depan wajib berorientasi pada pembukaan lapangan kerja lokal, peningkatan daya beli, penegakan hukum yang transparan, serta perlindungan hak masyarakat,” tegasnya.
PKC PMII Sulbar menyatakan akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial dan menjadi mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan hukum, HAM, kesejahteraan masyarakat, dan kepentingan generasi muda Sulawesi Barat.(*)
- Penulis: Hamsah
- Editor: Tim Redaksi
