HUT ke-87 RSBM, Menanamkan Kesadaran Sehat dan Semangat Inovasi Sejak Dini
- account_circle Whelson
- calendar_month Sab, 24 Okt 2026
- visibility 41
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Delapan puluh tujuh tahun perjalanan Rumah Sakit Banua Mamase (RSBM) bukan sekadar penanda panjangnya usia sebuah institusi kesehatan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Momentum ini juga menjadi ruang untuk memperkuat kedekatan dengan masyarakat, sekaligus menanamkan kesadaran hidup sehat kepada generasi muda.
Rumah sakit yang pertama hadir di Kabupaten Mamasa ini resmi dibuka pada 31 Oktober 1939 silam. RSBM, yang namanya bermakna Rumah Pengasih, kini memperingati hari jadinya yang ke-87 melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
Salah satu kegiatan tersebut ialah lomba orasi bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Mamasa. Kegiatan yang berlangsung di Aula GTM Mamasa pada Jumat (23/10/2026) itu mengangkat tema “Generasi Mamasa Sehat, Berkarya dan Berinovasi.”
Sebanyak 40 siswa mengikuti perlombaan tersebut. Di hadapan peserta lain dan para undangan, mereka menyampaikan gagasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan, mengembangkan kreativitas, serta membangun semangat inovasi sejak usia dini.
Antusiasme peserta berpadu dengan dukungan guru dan orang tua yang hadir. Bagi para pelajar, panggung orasi menjadi kesempatan untuk mengasah keberanian berbicara di depan umum sekaligus menyampaikan pandangan mengenai persoalan kesehatan di lingkungan mereka.
Direktur RSBM, drg. Alfadesta H. Pattinasarany, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk memeriahkan peringatan hari jadi rumah sakit.
Menurutnya, lomba orasi merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya pola hidup sehat.
“Di usia ke-87 tahun ini, RSBM tidak hanya ingin hadir sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga ingin menjadi bagian dari pembentukan generasi Mamasa yang sehat secara fisik, sehat secara mental, serta mampu berkarya dan berinovasi untuk daerah,” ujar Alfadesta, Sabtu (24/10/2026).
Ia juga menilai anak-anak merupakan aset penting bagi masa depan Kabupaten Mamasa. Karena itu, pembentukan karakter, keberanian menyampaikan gagasan, dan kepedulian terhadap kesehatan perlu ditumbuhkan sejak dini.
“Melalui lomba orasi, mereka dilatih untuk berani berbicara di depan umum, berpikir kritis, dan peduli terhadap isu kesehatan di lingkungan sekitar,” katanya.
Pesan yang diusung dalam peringatan tersebut memperluas makna pelayanan rumah sakit. Kesehatan tidak hanya berkaitan dengan penanganan penyakit, tetapi juga dengan upaya membangun kesadaran masyarakat, membentuk perilaku hidup sehat, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Memasuki usia ke-87 tahun, RSBM berharap hubungan antara rumah sakit dan masyarakat semakin erat. Peningkatan pelayanan yang profesional dan humanis pun menjadi bagian penting dari harapan tersebut, agar kehadiran rumah sakit terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Mamasa.(***)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
