Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Mengenal Febrianto Wijaya, Main Bola di Pasir Talinting Dan Kasiwa Hingga Jerman, Kini Kandidat PSSI Sulbar

Mengenal Febrianto Wijaya, Main Bola di Pasir Talinting Dan Kasiwa Hingga Jerman, Kini Kandidat PSSI Sulbar

  • account_circle Reporter Sulbarupdate.id
  • calendar_month Sen, 8 Des 2025
  • visibility 1.131
  • comment 0 komentar

Mamuju – Sulbarupdate.id – Diketahui Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Provinsi Sulawesi Barat (PSSI SULBAR) baru saja menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) beberapa waktu lalu guna membahas sejumlah agenda penting terkait arah masa depan sepak bola di Daerah, Mamuju 8 Desember 2025.

‎Salah satu agenda penting yang menjadi pembahasan dalam Musyawarah tersebut adalah Pemilihan Ketua baru PSSI Sulbar, hal itu menandai akan berakhirnya masa kepemimpinan Agus Ambo Djiwa di PSSI Sulbar periode 2021 – 2025.

Apakah Agus Ambo Djiwa akan terpilih kembali atau harus digantikan dengan penantangnya, itu adalah keputusan forum nantinya berdasarkan hasil perhitungan suara.

Munculnya Nama Febrianto Wijaya.

Seiring dengan akan berakhirnya masa jabatan Agus Ambo Djiwa menahkodai Asosiasi sepak bola di Sulbar, nama Febrianto Wijaya kini muncul bakal menjadi penantang baru bagi kandidat lain, termasuk Agus Ambo Djiwa sebagai petahana.

Lantas bagaimana karir Febrianto Wijaya dalam dunia Sepak Bola, seperti yang dikutip dari Okezone.com, kisah Febrianto Wijaya, pemain muda PSM Makassar yang tak disangka pernah berkarier di VfB Stuttgart salah satu tim papan atas Liga Jerman.

Namun jauh sebelum mengasah intelektualnya di VfB Stuttgart, Bos Anto’ sapaan akrab Febrianto Wijaya, pernah bercerita ke penulis Sulbarupdate.id, Bahwa dirinya pertama kali mengenal sepak bola dimasa waktu ia masih belia, tepatnya di Kecamatan Kalukku lingkungan Lombang – Lombang saat orang tuaya masih bermukim di sana sekira tahun 90an silam.

Ia sering bermain sepak bola bersama teman – teman semasa kecilnya di pinggiran pantai tepatnya di Talinting Lombang – Lombang Kecamatan Kalukku dan Kasiwa Kecamatan Mamuju sat itu, dari situlah bakat sepak bolanya di asah secara mandiri.

Singkatnya, Febrianto melanjutkan karirnya di Makassar Football School (MFS) 2000. Di sana Febrianto cukup berprestasi karena pernah membawa MFS 2000 ikut dalam ajang Piala Dunia Danone U-12 yang berlangsung di Prancis selama dua musim.

Setelah itu, Febrianto melanjutka kariernya di PSM Makassar pada 2003-2006. Kemudian, di tahun 2007, pria kelahiran Mamuju 20 Februari 1990 itu, Menggemparkan publik Tanah Air karena dikabarkan bergabung dengan VfB Stuttgart, salah satu tim papan atas Liga Utama Jerman. (Sumber okezone.com)

Pada tahun 2013, Febrianto mengambil keputusan yang membuat pecinta sepak bola tanah air tercengang, lantaran ia memutuskan untuk pensiun di usia 24 tahun.

Namun saat Febrianto memutuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola ia lebih fokus pada pembina sepab bola mulai dari Akademi PSM Makassar sampai di Sulawesi Barat khusunya Mamuju, ia mendirikan yayasan sepak bola di Mamuju untuk merekrut dan memfasilitasi anak – anak berbakat menyalurkan bakatnya sampai pada kanca Nasional bahkan internasional.

Oleh sebab itu tak heran jika banyak pemain – pemain sepak bola ternama di Mamuju maupun pecinta sepak bola, mendukung penuh Febrianto Wijaya sebagai Ketua PSSI Sulbar sebab perhatian dan kecintaan serta kepedulianya terhadap Sepak Bola Sulawesi Barat, tidak diragukan lagi dan dinilai mampu membawa sepak bola Sulawesi Barat semakin diperhitungkan di level Nasional.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Timnas Australia 2026: Socceroos Datang dengan Generasi Paling Berani dan Ambisi Menembus Batas Asia

    Timnas Australia 2026: Socceroos Datang dengan Generasi Paling Berani dan Ambisi Menembus Batas Asia

    • 0Komentar

    CANBERRA, SULBARUPDATE.id — Tim Nasional Australia memasuki Piala Dunia 2026 dengan keyakinan yang berbeda dibanding edisi-edisi sebelumnya. Jika pada masa lalu Socceroos sering datang sebagai tim pekerja keras yang bertahan melalui disiplin dan fisik, maka generasi kali ini mulai menunjukkan identitas yang lebih modern, lebih cepat, lebih teknis, dan jauh lebih berani menghadapi tim-tim besar […]

  • Jaga Nyala Tradisi: Latihan Rutin Penari Anjungan Sulawesi Barat sebagai Investasi Budaya Berkelanjutan

    Jaga Nyala Tradisi: Latihan Rutin Penari Anjungan Sulawesi Barat sebagai Investasi Budaya Berkelanjutan

    • 0Komentar

    Jakarta, Sulbarupdate.id — Setiap hari Minggu, denyut semangat seni terasa hidup di Anjungan Sulawesi Barat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Para penari berlatih dengan tekun dan penuh disiplin sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas seni budaya daerah. Seperti yang dilakukan pada Minggu 8 Februari 2026, latihan ini bukan sekadar persiapan tampil pada […]

  • SPPG Mehalaan Siap Melayani, Pengurus Komitmen Sajikan Gizi Berkualitas

    SPPG Mehalaan Siap Melayani, Pengurus Komitmen Sajikan Gizi Berkualitas

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil sebagai bentuk nyata dukungan terhadap penguatan kualitas hidup anak bangsa dan perwujudan visi Generasi Emas 2045. Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Kecamatan Mehalaan, Badrhy, menegaskan bahwa pihaknya tidak sekadar menyajikan makanan, […]

  • Nahas! Seorang Warga di Mamasa Takut Berobat Lantaran Tak Punya KTP

    Nahas! Seorang Warga di Mamasa Takut Berobat Lantaran Tak Punya KTP

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di balik rimbunnya perbukitan Desa Lembana Salulo (Lemsa), Kecamatan Mamasa, seorang wanita bernama Bu Neli hanya bisa terbaring pasrah. Bukan karena tidak ada obat, melainkan karena ia tidak memiliki selembar kartu yang krusial: Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tanpa identitas resmi itu, pintu rumah sakit terasa tertutup rapat baginya. ​Kisah memprihatinkan ini mencuat […]

  • Dua Rumah Warga Ambruk Tertimpa Pohon Beringin Tumbang di Mamasa   

    Dua Rumah Warga Ambruk Tertimpa Pohon Beringin Tumbang di Mamasa  

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id  – Dua unit rumah milik warga mengalami kerusakan parah bahkan ambruk setelah tertimpa pohon beringin besar yang tumbang di Dusun Belak Kodo, Desa Orobuwa, Kecamatan Sesena Padang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu, 14 Juni 2026 pagi. Pohon beringin berukuran raksasa dengan batang berlumut dan akar yang sudah terlihat […]

  • Warga Basah oleh Hujan, Kering oleh Air PDAM

    Warga Basah oleh Hujan, Kering oleh Air PDAM

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Langit boleh saja menumpahkan hujan, tetapi kran-kran di rumah warga tetap sunyi. Di tengah guyuran air dari langit, sebagian sudut Kota Mamuju justru merasakan ironi: tanah basah, namun bak penampungan kosong, Mamuju 21/2/2026. Sudah lima hari air dari PDAM Tirta Manakarra tak lagi mengalir di sejumlah titik, salah satunya di BTN […]

expand_less