Breaking News
light_mode
Beranda » Sulawesi Barat » Menggali Potensi SDA Sulawesi Barat, Antara Kekayaan Alam dan Tantangan Pengelolaan : Ada Lirikan Investor Cina

Menggali Potensi SDA Sulawesi Barat, Antara Kekayaan Alam dan Tantangan Pengelolaan : Ada Lirikan Investor Cina

  • account_circle Sulbarupdate.id
  • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
  • visibility 670
  • comment 0 komentar

Mamuju – Sulbarupdate.id – Provinsi Sulawesi Barat dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah di kawasan timur Indonesia. Potensi tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, perkebunan, kelautan, hingga pertambangan, yang menjadi modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Di sektor pertanian dan perkebunan, Sulawesi Barat tercatat sebagai salah satu penghasil kakao terbesar di Indonesia. Selain kakao, komoditas unggulan lainnya meliputi kelapa, kopi, padi, dan jagung yang tersebar di sejumlah kabupaten seperti Polewali Mandar, Majene, dan Mamasa. Sektor ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pedesaan serta mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Sementara itu, sektor kelautan dan perikanan juga menyimpan potensi besar. Dengan garis pantai yang panjang serta perairan yang kaya sumber daya ikan, Sulbar memiliki peluang signifikan dalam pengembangan perikanan tangkap dan budidaya, termasuk komoditas rumput laut. Potensi ini dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus mendorong tumbuhnya industri pengolahan hasil laut.

Tak kalah penting, Sulawesi Barat juga menyimpan potensi di sektor energi dan pertambangan. Sejumlah wilayah diketahui memiliki kandungan mineral seperti mangan, emas, serta batuan industri. Selain sektor minerba, potensi energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan energi surya mulai dilirik sebagai solusi kebutuhan energi jangka panjang.

Namun, perlu digaris bawahi serta jadi bahan evaluasi di awal, di balik besarnya potensi dan minat investasi, persoalan kepatuhan hukum dan perlindungan lingkungan kerap menjadi tantangan. Tidak sedikit investor di Indonesia yang dalam praktiknya dinilai abai terhadap regulasi, mulai dari perizinan, kewajiban reklamasi, hingga analisis dampak lingkungan. Kondisi ini berpotensi memicu kerusakan ekosistem, konflik dengan masyarakat, serta beban sosial jangka panjang bagi daerah.

Selain itu, persoalan tata kelola SDA juga masih menjadi pekerjaan rumah serius. Konflik lahan, tumpang tindih izin, serta lemahnya pengawasan di lapangan kerap mengiringi aktivitas eksploitasi sumber daya alam, khususnya di sektor pertambangan. Somoga hal demikian tidak terjadi Di Sulawesi Barat.

Keterangan Gambar : Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terima kunjungan investor asal cina

Investor Asal Cina Tertarik Mangan di Sulawesi Barat

Baru-baru ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan investor asal Cina. Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Sulbar memaparkan berbagai potensi daerah, mulai dari sektor pertanian hingga energi dan sumber daya mineral. Dari sejumlah sektor yang ditawarkan, investor menunjukkan ketertarikan lebih besar pada sektor pertambangan, khususnya komoditas mangan.

“Dari potensi yang kami paparkan, baik pertanian maupun energi dan sumber daya mineral, kelihatannya investor ini lebih tertarik di sektor minerba. Lebih spesifik lagi pada kandungan mangan, meskipun saat ini mereka masih mempelajari data yang ada,” ujar Junda Maulana.

Menurut Junda, investor berharap pemerintah provinsi membuka ruang seluas-luasnya bagi masuknya investasi. Hal tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, agar pemerintah daerah tidak menutup diri terhadap investasi yang dapat mendorong percepatan pembangunan.

“Prinsip kami sesuai petunjuk Pak Gubernur Suhardi Duka, Sulbar harus terbuka terhadap investasi. Kita membuka ruang selebar-lebarnya, sepanjang investasi itu berkesesuaian dengan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Ia menekankan adanya sejumlah syarat utama yang harus dipenuhi investor. Pertama, kegiatan investasi tidak boleh bertentangan dengan regulasi, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan hidup. Kedua, investasi diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal serta mendorong hilirisasi agar bahan mentah dapat diolah di Sulbar dan memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Kami ingin industri itu ada di Sulbar, bukan hanya mengirim bahan mentah ke luar. Paling tidak, tenaga kerja lokal terserap dan hasilnya bisa dinikmati daerah,” jelas Junda Maulana.

Selain itu, Gubernur Suhardi Duka juga menekankan pentingnya keseriusan investor. Menurut Junda, selama ini tidak sedikit pihak yang telah mengajukan izin, namun belum menunjukkan komitmen nyata dalam merealisasikan investasi.

“Pak Gubernur Sulbar tidak membatasi siapa yang masuk. Siapa yang paling serius, konsisten, dan siap, itu yang kita dukung. Karena tanpa investasi, sulit bagi daerah untuk bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, investor juga menyampaikan harapan adanya dukungan infrastruktur pendukung, terutama ketersediaan listrik dan fasilitas pelabuhan. Junda mengungkapkan, saat ini kondisi listrik di Sulbar masih surplus, namun berpotensi mengalami kekurangan jika industri skala besar mulai beroperasi.

“Kita punya potensi beberapa perusahaan besar yang ingin membangun pembangkit listrik tenaga air. Ini membutuhkan pasar, sehingga bisa berjalan paralel dengan masuknya industri,” pungkas Junda Maulana.

Terkait infrastruktur pelabuhan, Junda menyebut Sulbar memiliki sejumlah pelabuhan dan lokasi yang layak untuk dikembangkan sebagai terminal khusus guna mendukung distribusi hasil industri ke luar daerah.

“Pada prinsipnya kita sepakat untuk menindaklanjuti. Investor akan mempelajari data yang ada, dan pada pertemuan berikutnya diharapkan mereka menyampaikan keseriusan. Pemerintah provinsi siap membuka ruang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

  • Penulis: Sulbarupdate.id
  • Editor: Am*

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPMAPUS Sulbar Minta Kapolri Evaluasi Kapolresta Mamuju!

    IPMAPUS Sulbar Minta Kapolri Evaluasi Kapolresta Mamuju!

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Aliansi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Sulbar bersama Tenaga Honorer Nakes dan Guru di Mamuju menggelar aksi damai pada Minggu, 4 Januari 2026 di Kantor Bupati Mamuju. Unjuk rasa tersebut diwarnai dengan kekecewaan dan keributan. Pasalnya, Bupati Mamuju Sitti Sutinah Suhardi belum menemui massa aksi hingga massa aksi memilih […]

  • Diduga Korsleting, Mobil Pick Up Terbakar Saat Diperbaiki di Bengkel Wonomulyo

    Diduga Korsleting, Mobil Pick Up Terbakar Saat Diperbaiki di Bengkel Wonomulyo

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Peristiwa kebakaran melanda satu unit mobil Daihatsu Grandmax Pick Up di Bengkel Agung Pratama Motor yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar pada Jumat pagi. Insiden yang terjadi padaJumat (17/04/2026) sekira pukul 11.00 WITA. Peristiwa ini sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi kejadian. ​Personel piket […]

  • Seorang Pria di Mamuju Tewas Jatuh dari Pohon Durian

    Seorang Pria di Mamuju Tewas Jatuh dari Pohon Durian

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Suasana duka menyelimuti Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, setelah sebuah insiden fatal merenggut nyawa seorang pria bernama Rusli (40). Korban mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Mamuju pasca terjatuh dari pohon durian setinggi puluhan meter saat sedang bekerja, Senin 22 Desember 2025. Kronologi Peristiwa Peristiwa naas ini bermula sekira pukul 07.00 WITA di Lingkungan […]

  • Bencana Longsor Landa Mamasa, 5 Desa Terisolir

    Bencana Longsor Landa Mamasa, 5 Desa Terisolir

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id — Lima desa di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kini berada dalam situasi terisolasi yang kian memprihatinkan. Selama dua pekan terakhir, akses vital menuju desa-desa tersebut terputus total sejak Jumat, 21 November 2025, menyusul bencana longsor hebat. Ironisnya, hingga saat ini belum ada intervensi signifikan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa untuk menyingkirkan […]

  • Golkar di Persimpangan: Aras Teruji, 2029 Menjadi Ujian Assul

    Golkar di Persimpangan: Aras Teruji, 2029 Menjadi Ujian Assul

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Dalam politik, usia panjang tidak selalu menjadi jaminan kejayaan. Namun, kemampuan bertahan melewati badai zaman merupakan tanda bahwa sebuah partai memiliki akar yang tidak mudah tercerabut.  Di usia ke-62 tahun, Partai Golkar kembali dihadapkan pada pertanyaan lama dengan wajah baru yakni seberapa kuat akar beringin itu menghadapi ujian politik 2029? Golkar memperingati […]

  • Keributan Kembali Terjadi di Tengah Pawai Kuda di Majene

    Keributan Kembali Terjadi di Tengah Pawai Kuda di Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Keributan kembali terjadi saat kegiatan pawai kuda dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Lingkungan Teppo, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Minggu (4/10/2026). Informasi mengenai peristiwa tersebut beredar di media sosial setelah sejumlah warga mengunggah situasi keributan yang disebut terjadi di tengah kegiatan. Salah satu unggahan di Facebook […]

expand_less