Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju » Di Aula Polres Mamuju, Bara Konflik Akhirnya Reda

Di Aula Polres Mamuju, Bara Konflik Akhirnya Reda

  • account_circle Amr
  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
  • visibility 411
  • comment 0 komentar

Mamuju, Sulbarupdate.id – Tiga kali aksi mengguncang jalanan. Tiga kali pula benturan tak terhindarkan. Aspal merekam langkah-langkah tergesa, udara menahan perih gas air mata, dan luka menjadi bahasa yang sama bagi mahasiswa maupun aparat kepolisian. Lapangan pernah menjadi ruang paling panas, tempat emosi saling beradu tanpa jeda.

Namun hari ini, cerita bergerak ke arah yang berbeda. Di Aula Polres Mamuju, suasana terasa dingin bukan karena jarak, melainkan karena ketegangan yang perlahan mencair. Tak ada teriakan, tak ada tameng, tak ada dorongan. Yang tersisa hanyalah kursi-kursi yang berhadap-hadapan dan kesediaan untuk saling menatap tanpa prasangka.

Pertemuan itu menjadi jeda dari riuh konflik. Mahasiswa dan polisi duduk dalam satu ruang, membiarkan amarah turun perlahan. Kata-kata yang sebelumnya meluncur sebagai tuntutan di jalan, kini disampaikan sebagai dialog. Nada tinggi berganti dengan suara rendah yang mencari titik temu.

Dalam sambutannya, Kapolresta Mamuju Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata komitmen Polresta Mamuju untuk membuka ruang komunikasi dan dialog terbuka. Aula itu, kata dia, sengaja dijadikan tempat bertemu agar sinergi dapat tumbuh di antara seluruh elemen masyarakat, terutama mahasiswa.

Mahasiswa, menurut Kapolresta, bukan sekadar barisan di jalanan, melainkan penjaga nalar demokrasi. Mereka adalah agen perubahan dan kontrol sosial yang memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kami menyadari mahasiswa memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, mengawal kebijakan publik, serta menjaga nilai-nilai demokrasi. Oleh karena itu, Polri khususnya Polresta Mamuju senantiasa terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan yang konstruktif demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman, kondusif, dan demokratis di Kabupaten Mamuju,” tegas Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi.

Damai akhirnya dipilih. Bukan sebagai tanda melupakan luka, melainkan sebagai upaya menghentikan luka baru. Aula yang hari itu sunyi menjadi saksi bahwa panasnya jalanan tak harus diwariskan, dan perbedaan tak selamanya berakhir bentrok.

Dari Aula Polres Mamuju, sebuah pesan lahir dengan tenang, bahwa setelah konflik, selalu ada ruang untuk berdamai selama kemanusiaan masih dijaga.

  • Penulis: Amr

Rekomendasi Untuk Anda

  • HMI Majene Soroti Jalan Rp16,8 Miliar Cepat Retak, Minta Uji Teknis Independen

    HMI Majene Soroti Jalan Rp16,8 Miliar Cepat Retak, Minta Uji Teknis Independen

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene melalui Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) menyoroti kondisi Jalan Ruas Lembang–Lutang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang disebut mengalami keretakan meski pekerjaan preservasi jalan tersebut relatif baru rampung. Proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 itu memiliki nilai kontrak sekitar Rp16,849 miliar. Munculnya keretakan […]

  • Robinio Vaz, Berlian Baru Sepakbola Prancis yang Sedang Bersinar di Roma

    Robinio Vaz, Berlian Baru Sepakbola Prancis yang Sedang Bersinar di Roma

    • 0Komentar

    FRANCIS, SULBARUPDATE.ID – Di tengah derasnya arus talenta muda sepakbola Eropa, satu nama mulai mencuri perhatian publik sepakbola Prancis hingga Italia: Robinio Vaz. Penyerang muda kelahiran Mantes-la-Jolie itu kini disebut-sebut sebagai salah satu calon bintang besar generasi baru sepakbola Prancis, berkat kombinasi kecepatan, kekuatan fisik, serta insting gol yang terus berkembang di usia yang masih […]

  • NICOLAS MADURO

    NICOLAS MADURO

    • 0Komentar

    Oleh: Zacky Antony *CARACAS*, Kota berpenduduk sekitar 3 juta jiwa, menjelang tengah malam Sabtu (3/1) mati lampu. Bukan sedang ada pemadaman bergilir, tapi itu adalah bagian dari strategi intelijen AS. Kota dengan tingkat pembunuhan salah satu yang tertinggi di dunia itu gelap gulita. Saat itulah operasi rahasia CIA dimulai. Pukul 22.10 waktu Amerika, Presiden AS […]

  • Tifatul Sembiring: Meniti Jejak Kaki Telanjang, Merajut Diplomasi Pantun di Kursi Menteri

    Tifatul Sembiring: Meniti Jejak Kaki Telanjang, Merajut Diplomasi Pantun di Kursi Menteri

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Jika panggung politik tanah air kerap dianggap sebagai arena yang kaku dan penuh ketegangan, maka Tifatul Sembiring adalah anomali yang menyegarkan. Pria yang akrab disapa Bang Tif ini merupakan representasi unik dari dualisme identitas: seorang teknokrat komputer yang fasih berbicara algoritma, sekaligus sastrawan tradisional yang menyandang gelar adat Datuak Tumangguang. Dari Tanah […]

  • Wakil Ketua DPRD Mamasa: Kebijakan Fiskal Pusat 2026 Ancam Stabilitas Ekonomi Daerah

    Wakil Ketua DPRD Mamasa: Kebijakan Fiskal Pusat 2026 Ancam Stabilitas Ekonomi Daerah

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID – Kebijakan fiskal Pemerintah Pusat pada 2026 mulai memperlihatkan dampak serius terhadap daerah-daerah dengan kapasitas fiskal rendah. Di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tekanan itu tidak lagi dipandang sekadar penyesuaian teknokratis dalam tata kelola anggaran negara, melainkan telah berkembang menjadi persoalan struktural yang memengaruhi stabilitas ekonomi daerah, pelayanan publik, dan keberlangsungan pembangunan masyarakat. Wakil […]

  • Begini Kronologi Kasus Berdarah di SPBU Lambanan! 

    Begini Kronologi Kasus Berdarah di SPBU Lambanan! 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kronologi insiden pemukulan di SPBU Lambanan, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, akhirnya terungkap.  Sebenarnya beredar postingan melalui unggahan facebok milik Danunan, memperlihatkan pria bersimbah darah.  Dalam ketegangan postingan itu mengatakan bahwa pria tersebut merupakan korban penganiayaan oleh pegawai SPBU Lambanan gara-gara antrian jirigen.  Postingan itu ramai dikomentari netizen.  Kronologi Kejadian Menurut Buntu Danunan, […]

expand_less