Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » HMI Majene Soroti Jalan Rp16,8 Miliar Cepat Retak, Minta Uji Teknis Independen

HMI Majene Soroti Jalan Rp16,8 Miliar Cepat Retak, Minta Uji Teknis Independen

  • account_circle Juita
  • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
  • visibility 345
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene melalui Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) menyoroti kondisi Jalan Ruas Lembang–Lutang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang disebut mengalami keretakan meski pekerjaan preservasi jalan tersebut relatif baru rampung.

Proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 itu memiliki nilai kontrak sekitar Rp16,849 miliar. Munculnya keretakan memanjang pada badan jalan menjadi perhatian HMI karena dinilai perlu segera diperiksa untuk memastikan kualitas pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dalam kontrak.

Fungsionaris Bidang PTKP HMI Cabang Majene, Kadi, mengatakan kerusakan pada pekerjaan jalan yang masih relatif baru tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis biasa.

Menurut dia, diperlukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab keretakan, termasuk terhadap kualitas material, ketebalan lapisan perkerasan, kadar aspal, serta tingkat kepadatan lapisan konstruksi.

“Anggaran belasan miliar ini adalah uang rakyat, bukan karpet merah untuk memperkaya kontraktor nakal. Sangat memuakkan melihat aspal dengan anggaran jumbo sudah retak membelah seolah dikerjakan asal-asalan,” tegas Kadi, Kamis (10/9/2026).

Kadi mengatakan pihaknya menduga terdapat kemungkinan persoalan pada kualitas campuran aspal maupun proses pelaksanaan konstruksi. Namun, ia menegaskan dugaan tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan pengujian laboratorium.

“Dugaan kami harus dibuktikan secara teknis. Karena itu kami meminta dilakukan pengujian independen, bukan sekadar pemeriksaan administratif atau pemeriksaan dari pihak yang memiliki keterkaitan dengan pekerjaan,” ujarnya.

HMI Majene mendesak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan penyelenggara jalan nasional di Sulawesi Barat melakukan pemeriksaan lapangan secara terbuka.

Salah satu metode yang diminta ialah uji petik melalui Core Drill dan Extraction Test dengan melibatkan laboratorium independen atau pihak ketiga yang memiliki kompetensi.

Menurut HMI, pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi lapisan perkerasan serta karakteristik campuran aspal yang digunakan.

“Kami meminta laboratorium independen dilibatkan agar hasil pemeriksaan benar-benar objektif dan tidak menimbulkan konflik kepentingan,” kata Kadi.

HMI juga meminta hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan. Jika ditemukan ketidaksesuaian terhadap spesifikasi teknis atau persyaratan kontrak, penyedia jasa diminta memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau memang terbukti di bawah standar kontrak, maka harus dilakukan perbaikan secara menyeluruh sesuai hasil pemeriksaan teknis. Jangan sampai hanya ditutup sementara, kemudian beberapa bulan lagi rusak kembali,” tegasnya.

Selain pemeriksaan fisik, HMI Majene meminta Kementerian Pekerjaan Umum melakukan evaluasi terhadap penyedia jasa apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran atau kelalaian yang menjadi tanggung jawab penyedia.

HMI juga meminta kemungkinan pemberian sanksi administratif, termasuk daftar hitam (blacklist), dikaji apabila memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Kalau terbukti ada pelanggaran serius dan memenuhi ketentuan untuk dikenakan sanksi, kami meminta pemerintah tidak ragu memberikan sanksi tegas kepada penyedia,” ujarnya.

HMI turut meminta agar mekanisme pembayaran pekerjaan dilakukan berdasarkan progres dan ketentuan kontrak. Mereka juga meminta jaminan pemeliharaan digunakan sesuai ketentuan apabila kerusakan yang ditemukan merupakan bagian dari kewajiban penyedia untuk diperbaiki.

“Kami meminta seluruh mekanisme pembayaran dan jaminan pemeliharaan diawasi secara ketat. Jangan sampai negara dirugikan sementara pekerjaan belum benar-benar memenuhi standar,” kata Kadi.

HMI Cabang Majene menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan meminta PPK serta instansi terkait memberikan penjelasan mengenai kondisi pekerjaan.

Jika tidak terdapat langkah konkret, HMI menyatakan akan mengonsolidasikan aksi massa dan mempertimbangkan pelaporan kepada aparat penegak hukum apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi pelanggaran hukum atau kerugian negara.

Meski demikian, HMI menegaskan kerusakan fisik jalan tidak serta-merta membuktikan adanya penyimpangan. Menurut mereka, kesimpulan mengenai kualitas pekerjaan harus didasarkan pada pemeriksaan teknis, dokumen kontrak, spesifikasi pekerjaan, serta hasil pengujian laboratorium.

“Yang kami minta sederhana: buka datanya, lakukan pengujian secara independen, umumkan hasilnya, dan tindak sesuai aturan apabila ditemukan pelanggaran. Ini uang negara dan masyarakat berhak mengetahui kualitas pekerjaan yang mereka biayai,” tutup Kadi.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Hamsah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Andri Prayoga Singkarru Bagikan Puluhan Alsintan di Mamasa

    Andri Prayoga Singkarru Bagikan Puluhan Alsintan di Mamasa

    • 0Komentar

    Mamasa – Sulbarupdate.id – Secara sukarela dan Mandiri, Andri Prayoga Singkarru Anggota DPD-RI Dapil Sulawesi Barat bagi puluhan Alsintan ke Petani di Kabupaten Mamasa, Kamis 18 Desember 2025. Senator Asal Sulawesi Barat tersebut menyalurkan alsintan berupa hand traktor secara mandiri kepada sejumlah kelompok tani di Kecamatan Messawa, Mamasa, Mambi hingga kelompok tani di Tabulahan. Penyerahan […]

  • Sengketa Pembagian Rumah di Polman Berakhir Damai

    Sengketa Pembagian Rumah di Polman Berakhir Damai

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Aparat kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Batupanga, Briptu Sukriady, berhasil memfasilitasi penyelesaian sengketa pembagian aset rumah antara mantan pasangan suami istri di Lingkungan Kalimbua Timur, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polman, Minggu (19/04/2026). ​Langkah problem solving ini dilakukan guna meredam potensi konflik sosial di tengah masyarakat melalui jalur mediasi yang melibatkan perangkat pemerintah setempat. ​Perselisihan […]

  • Puncak Kemarau, Persawahan di Mamasa Terdampak Kekeringan, Ini Langkah Dinas Pertanian

    Puncak Kemarau, Persawahan di Mamasa Terdampak Kekeringan, Ini Langkah Dinas Pertanian

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Memasuki puncak musim kemarau pada awal Agustus 2026, sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mulai terdampak kekeringan. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa bergerak cepat menyalurkan bantuan pasokan air untuk menjaga produktivitas petani. ​Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, Eva Yuslianti Yusuf, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kekeringan dari empat […]

  • Tokoh Toraja Deklarasikan Dukungan Provinsi Luwu–Toraja

    Tokoh Toraja Deklarasikan Dukungan Provinsi Luwu–Toraja

    • 0Komentar

    RANTEPAO, Sulbarupdate.id – Wacana pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Puluhan tokoh lintas sektor dari Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara secara resmi menyatakan komitmen untuk bergabung dengan wilayah Luwu Raya guna memperjuangkan pembentukan Provinsi Luwu–Toraja (Lutor). Dukungan kolektif tersebut dideklarasikan dalam pertemuan strategis yang berlangsung di D’Rij Hotel & […]

  • Pemilik Usaha ‘Wasilah’ Dilaporkan ke Polres Majene atas Dugaan Kasus Penipuan

    Pemilik Usaha ‘Wasilah’ Dilaporkan ke Polres Majene atas Dugaan Kasus Penipuan

    • 0Komentar

    Majene, Sulbarupdate.id – Pemilik sebuah entitas bisnis yang teridentifikasi bernama Wasilah secara resmi telah didaftarkan laporannya pada Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Majene, Sulawesi Barat, terkait dugaan tindak pidana penipuan. Pelaporan ini diajukan oleh eks mitra bisnis atau reseller-nya, yang mengklaim telah mengalami kerugian materiil signifikan akibat tindakan terduga pelaku. Berdasarkan data yang dihimpun, […]

  • Unhas Sosialisasikan S2 Keperawatan 2026/2027 di RSUD Majene

    Unhas Sosialisasikan S2 Keperawatan 2026/2027 di RSUD Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru Program Magister (S2) Keperawatan Tahun Akademik 2026/2027 yang diselenggarakan oleh Program Studi Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas), Senin (22/6/2026), di Aula RSUD Majene. Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Direktur RSUD Majene, Rusdi Hamid. Sosialisasi turut dihadiri oleh Kasubag Kepegawaian, […]

expand_less