Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » HMI Majene Soroti Jalan Rp16,8 Miliar Cepat Retak, Minta Uji Teknis Independen

HMI Majene Soroti Jalan Rp16,8 Miliar Cepat Retak, Minta Uji Teknis Independen

  • account_circle Juita
  • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
  • visibility 322
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene melalui Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) menyoroti kondisi Jalan Ruas Lembang–Lutang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang disebut mengalami keretakan meski pekerjaan preservasi jalan tersebut relatif baru rampung.

Proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 itu memiliki nilai kontrak sekitar Rp16,849 miliar. Munculnya keretakan memanjang pada badan jalan menjadi perhatian HMI karena dinilai perlu segera diperiksa untuk memastikan kualitas pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dalam kontrak.

Fungsionaris Bidang PTKP HMI Cabang Majene, Kadi, mengatakan kerusakan pada pekerjaan jalan yang masih relatif baru tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis biasa.

Menurut dia, diperlukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab keretakan, termasuk terhadap kualitas material, ketebalan lapisan perkerasan, kadar aspal, serta tingkat kepadatan lapisan konstruksi.

“Anggaran belasan miliar ini adalah uang rakyat, bukan karpet merah untuk memperkaya kontraktor nakal. Sangat memuakkan melihat aspal dengan anggaran jumbo sudah retak membelah seolah dikerjakan asal-asalan,” tegas Kadi, Kamis (10/9/2026).

Kadi mengatakan pihaknya menduga terdapat kemungkinan persoalan pada kualitas campuran aspal maupun proses pelaksanaan konstruksi. Namun, ia menegaskan dugaan tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan pengujian laboratorium.

“Dugaan kami harus dibuktikan secara teknis. Karena itu kami meminta dilakukan pengujian independen, bukan sekadar pemeriksaan administratif atau pemeriksaan dari pihak yang memiliki keterkaitan dengan pekerjaan,” ujarnya.

HMI Majene mendesak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan penyelenggara jalan nasional di Sulawesi Barat melakukan pemeriksaan lapangan secara terbuka.

Salah satu metode yang diminta ialah uji petik melalui Core Drill dan Extraction Test dengan melibatkan laboratorium independen atau pihak ketiga yang memiliki kompetensi.

Menurut HMI, pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi lapisan perkerasan serta karakteristik campuran aspal yang digunakan.

“Kami meminta laboratorium independen dilibatkan agar hasil pemeriksaan benar-benar objektif dan tidak menimbulkan konflik kepentingan,” kata Kadi.

HMI juga meminta hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan. Jika ditemukan ketidaksesuaian terhadap spesifikasi teknis atau persyaratan kontrak, penyedia jasa diminta memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau memang terbukti di bawah standar kontrak, maka harus dilakukan perbaikan secara menyeluruh sesuai hasil pemeriksaan teknis. Jangan sampai hanya ditutup sementara, kemudian beberapa bulan lagi rusak kembali,” tegasnya.

Selain pemeriksaan fisik, HMI Majene meminta Kementerian Pekerjaan Umum melakukan evaluasi terhadap penyedia jasa apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran atau kelalaian yang menjadi tanggung jawab penyedia.

HMI juga meminta kemungkinan pemberian sanksi administratif, termasuk daftar hitam (blacklist), dikaji apabila memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Kalau terbukti ada pelanggaran serius dan memenuhi ketentuan untuk dikenakan sanksi, kami meminta pemerintah tidak ragu memberikan sanksi tegas kepada penyedia,” ujarnya.

HMI turut meminta agar mekanisme pembayaran pekerjaan dilakukan berdasarkan progres dan ketentuan kontrak. Mereka juga meminta jaminan pemeliharaan digunakan sesuai ketentuan apabila kerusakan yang ditemukan merupakan bagian dari kewajiban penyedia untuk diperbaiki.

“Kami meminta seluruh mekanisme pembayaran dan jaminan pemeliharaan diawasi secara ketat. Jangan sampai negara dirugikan sementara pekerjaan belum benar-benar memenuhi standar,” kata Kadi.

HMI Cabang Majene menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan meminta PPK serta instansi terkait memberikan penjelasan mengenai kondisi pekerjaan.

Jika tidak terdapat langkah konkret, HMI menyatakan akan mengonsolidasikan aksi massa dan mempertimbangkan pelaporan kepada aparat penegak hukum apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi pelanggaran hukum atau kerugian negara.

Meski demikian, HMI menegaskan kerusakan fisik jalan tidak serta-merta membuktikan adanya penyimpangan. Menurut mereka, kesimpulan mengenai kualitas pekerjaan harus didasarkan pada pemeriksaan teknis, dokumen kontrak, spesifikasi pekerjaan, serta hasil pengujian laboratorium.

“Yang kami minta sederhana: buka datanya, lakukan pengujian secara independen, umumkan hasilnya, dan tindak sesuai aturan apabila ditemukan pelanggaran. Ini uang negara dan masyarakat berhak mengetahui kualitas pekerjaan yang mereka biayai,” tutup Kadi.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Hamsah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Dinas KP2KB Sulbar Ikuti Peningkatan Kapasitas Pengurus TP PKK Sulawesi Barat

    Kepala Dinas KP2KB Sulbar Ikuti Peningkatan Kapasitas Pengurus TP PKK Sulawesi Barat

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Barat bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulawesi Barat menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus PKK Tingkat Provinsi Sulawesi Barat, yang berlangsung di Hotel Matos Mamuju, Senin malam (22 Desember 2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, […]

  • Pasien Dugaan Keracunan MBG di Tabulahan Mamasa Bertambah Jadi 17 Orang

    Pasien Dugaan Keracunan MBG di Tabulahan Mamasa Bertambah Jadi 17 Orang

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Jumlah siswa yang menjalani penanganan medis setelah mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kembali bertambah. Hingga saat ini tercatat sebanyak 17 siswa SMP Negeri 1 Tabulahan telah mendapatkan penanganan di Puskesmas Tabulahan. Kepala Puskesmas Tabulahan, Iryanna, membenarkan adanya penambahan pasien. […]

  • United Benam City 2-0, Era Carrick Bermula Garang

    United Benam City 2-0, Era Carrick Bermula Garang

    • 0Komentar

    MANCHESTER, Sulbarupdate.id – Manchester United membuka lembaran baharu di bawah bimbingan pengurus sementara, Michael Carrick dengan langkah kanan selepas melakar kemenangan bergaya 2-0 ke atas musuh tradisi, Manchester City dalam aksi tetangga Liga Perdana Inggeris (EPL), sebentar tadi. Kemenangan di Old Trafford itu bukan sahaja menamatkan kesuraman yang menyelubungi kem The Red Devils sebelum ini, […]

  • Bupati Majene Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 19

    Bupati Majene Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 19

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Suasana haru dan bahagia menyelimuti Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene saat Pemerintah Kabupaten Majene resmi menyambut kepulangan jamaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 19 Tahun 2026, Selasa (16/6/2026). ​Isap tangis keluarga pecah saat menyambut kedatangan sanak saudara yang baru saja menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi tersebut. ​Bupati Majene, […]

  • Dugaan Temuan Dana BTT Tahun 2025 di Mamasa, Ini Penjelasan Kadis PUPR 

    Dugaan Temuan Dana BTT Tahun 2025 di Mamasa, Ini Penjelasan Kadis PUPR 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) Oktovianus Masuang, akhirnya buka suara terkait dugaan kejanggalan dalam alokasi anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) tahun 2025.  Isu ini sempat menyoroti sejumlah proyek infrastruktur di bawah naungan dinas yang dipimpinnya. Oktovianus menjelaskan bahwa sejumlah proyek yang bersumber dari dana […]

  • BBM Langka di Majene, SPBU Rangas Hentikan Pelayanan Jeriken Usai Keributan

    BBM Langka di Majene, SPBU Rangas Hentikan Pelayanan Jeriken Usai Keributan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Masyarakat di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite. Keluhan tersebut mencuat setelah terjadinya keributan di SPBU Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, pada Selasa malam, 1 September 2026. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian masyarakat yang sehari-hari membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas, termasuk nelayan dan […]

expand_less