Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Bupati Mateng Ajak Warga Perkuat Gotong Royong Hadapi Kekeringan Ekstrem

Bupati Mateng Ajak Warga Perkuat Gotong Royong Hadapi Kekeringan Ekstrem

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
  • visibility 47
  • comment 0 komentar

MAMUJU, TENGAH, Sulbarupdate.id – Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Dr. Arsal Aras, mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai persoalan yang tengah terjadi di daerah, khususnya dampak kekeringan ekstrem yang berlangsung dalam dua bulan terakhir.

Arsal mengatakan, kondisi kekeringan tidak hanya menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih, tetapi juga mulai berdampak terhadap sektor pertanian. 

Sejumlah lahan persawahan dilaporkan mengalami kekeringan, bahkan sebagian di antaranya mulai mengalami kondisi tanah retak.

Di tengah kondisi tersebut, Arsal menilai semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat perlu kembali diperkuat.

Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan dan kepedulian seluruh warga.

“Kami mendorong bagaimana meningkatkan swadaya gotong royong kembali kepada masyarakat kita,” ujar Arsal kepada wartawan usai melaksanakan Upacara HUT RI-81, yang di laksanakan di Halaman Kantor Bupati.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh atau terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Menurut Arsal, perkembangan informasi yang begitu cepat harus disikapi secara bijak. Masyarakat diminta tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu stabilitas daerah.

“Jangan mudah terprovokasi dengan informasi yang tidak jelas sumbernya,” pesannya.

Sementara itu, terkait kondisi cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino, Arsal menyebut dampaknya mulai dirasakan masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan sektor pertanian.

Berdasarkan laporan yang diterima Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, sekitar 600 hektare lahan persawahan mulai terdampak kekeringan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya gagal panen bagi para petani.

“Potensi gagal panen cukup besar,” kata Arsal.

Menghadapi kondisi cuaca yang panas dan kering, Bupati juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Pihaknya mengimbau warga tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar.

Menurutnya, kondisi lahan yang kering dapat membuat api lebih cepat menjalar dan berpotensi meluas hingga mengganggu keamanan lingkungan.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadis PUPR Majene Apresiasi TNI AD Bangun Jembatan Perintis Garuda

    Kadis PUPR Majene Apresiasi TNI AD Bangun Jembatan Perintis Garuda

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Majene memberikan apresiasi tinggi kepada TNI Angkatan Darat, khususnya Korem 142/Tatag, atas keberhasilan membangun Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan kawasan Sungai Samalio, Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda.  Kehadiran jembatan sepanjang 50 meter tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur sekaligus membuka keterisolasian masyarakat di wilayah pelosok. Apresiasi tersebut […]

  • Gempa M 6,7 di Palu Terasa hingga Majene, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

    Gempa M 6,7 di Palu Terasa hingga Majene, Warga Panik Berhamburan Keluar Rumah

    • 0Komentar

    ​MAJENE, Sulbarupdate.id – Kepanikan melanda warga Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, setelah guncangan gempa bumi bermagnitudo (M) 6,7 yang berpusat di Palu, Sulawesi Tengah, turut dirasakan kuat di wilayah mereka pada Selasa (16/6/2026). Getaran yang berlangsung selama beberapa menit tersebut memaksa masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. ​Berdasarkan data awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika […]

  • Rentetan OTT KPK, Gubernur Sulbar Ingatkan Jabatan Tak Bisa Dibeli

    Rentetan OTT KPK, Gubernur Sulbar Ingatkan Jabatan Tak Bisa Dibeli

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Awal tahun 2026 diwarnai rentetan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah. Beberapa bupati dan wali kota di Indonesia terjerat OTT dengan modus yang beragam, mulai dari dugaan jual beli jabatan hingga suap proyek. 24/1/2026 Situasi tersebut menjadi alarm serius bagi dunia birokrasi Daerah. Menyikapi hal […]

  • ARB Kembali Sorot Dugaan Suap Menyuap Soal Dapur MBG dan Desak Percepatan Suspend SPPG

    ARB Kembali Sorot Dugaan Suap Menyuap Soal Dapur MBG dan Desak Percepatan Suspend SPPG

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Aliansi Rakyat Bersatu dijadwalkan kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat pada 8 April 2026. Aksi ini merupakan bentuk lanjutan dari tuntutan mereka terhadap berbagai persoalan dalam program dapur MBG atau SPPG di wilayah Sulbar. Juru Bicara Aliansi Rakyat Bersatu, Galang, kepada media ini senin 6/4/2026, menyampaikan bahwa pihaknya […]

  • KPK OTT Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja Kepuncak Pimpin Bekasi

    KPK OTT Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja Kepuncak Pimpin Bekasi

    • 0Komentar

    Bekasi – Sulbarupdate.id – Dinamika politik Kabupaten Bekasi mencatat kisah unik dua bersaudara, Eka Supria Atmaja dan Asep Surya Atmaja, yang sama-sama berada di lingkaran puncak kekuasaan daerah melalui situasi luar biasa yang menimpa pasangan kepala daerah mereka. Eka Supria Atmaja, kakak kandung Asep Surya Atmaja, mengawali kepemimpinannya sebagai Wakil Bupati Bekasi mendampingi Neneng Hasanah […]

  • Beredar Pamflet Desak Polres Mamasa Periksa Sopir Ibu Bupati Terkait Dugaan Nota Fiktif

    Beredar Pamflet Desak Polres Mamasa Periksa Sopir Ibu Bupati Terkait Dugaan Nota Fiktif

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Beredar unggahan melalui pamflet berisi desakan kepada Polres Mamasa untuk memeriksa seorang oknum sopir dinas berinisial S mendadak ramai di media sosial Facebook. Pamflet tersebut diunggah oleh akun Peserta Anonim di grup Facebook WARKOP to MAMASA, pada Minggu (9/8/2026). Dalam pamflet itu, terpampang tulisan berukuran besar mendesak Polres Mamasa memeriksa sopir Ibu […]

expand_less