Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum & Kriminal » Rentetan OTT KPK, Gubernur Sulbar Ingatkan Jabatan Tak Bisa Dibeli

Rentetan OTT KPK, Gubernur Sulbar Ingatkan Jabatan Tak Bisa Dibeli

  • account_circle sulbarupdate
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
  • visibility 500
  • comment 0 komentar

Mamuju – Sulbarupdate.id – Awal tahun 2026 diwarnai rentetan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah. Beberapa bupati dan wali kota di Indonesia terjerat OTT dengan modus yang beragam, mulai dari dugaan jual beli jabatan hingga suap proyek. 24/1/2026

Situasi tersebut menjadi alarm serius bagi dunia birokrasi Daerah. Menyikapi hal itu, Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka (SDK) menyampaikan peringatan keras kepada jajaran Pemerintah Provinsi Sulbar. Pesan tersebut tersebar melalui di beberapa grup WhatsA.

Dalam pesannya, Suhardi Duka menyoroti kasus-kasus OTT yang menjerat kepala daerah di awal tahun, khususnya yang berkaitan dengan praktik jual beli jabatan.

“Di awal tahun beberapa bupati dan wali kota OTT KPK, antara lain kasus jual beli jabatan,” tulis Suhardi Duka dalam pesan di grup WhatsApp pejabat Pemprov Sulbar.

Di tengah proses mutasi dan penempatan pejabat seiring hadirnya kelembagaan baru di lingkup Pemprov Sulbar, SDK menegaskan agar seluruh pejabat dan calon pejabat tidak mudah terpengaruh oleh oknum-oknum yang mengaku memiliki akses kekuasaan.

“Untuk itu, di tengah mutasi dan penempatan pejabat di Sulbar akibat adanya kelembagaan baru, saya minta dapat diinformasikan kepada seluruh pejabat dan calon pejabat di Pemprov agar tidak tertipu dengan siapapun,” lanjutnya.

SDK menegaskan secara tegas bahwa tidak ada satu pun jabatan di Pemprov Sulbar yang bisa diperjualbelikan.

“Jabatan apa pun di Pemprov Sulbar tidak ada yang bisa ditransaksikan oleh siapa pun. Jangan percaya siapapun yang bisa menjanjikan jabatan. Makasih,” tegasnya.

Pesan tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen Gubernur Sulbar dalam menjaga integritas birokrasi dan mencegah praktik korupsi sejak dini. Ia menekankan bahwa seluruh proses pengisian jabatan dilakukan berdasarkan sistem merit, profesionalitas, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Peringatan ini juga menjadi penegasan bahwa Pemprov Sulbar tidak memberi ruang bagi praktik percaloan jabatan, sekaligus mengingatkan ASN agar tidak tergoda jalan pintas yang berujung pada persoalan hukum dan mencederai kepercayaan publik.

  • Penulis: sulbarupdate

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Obor Hiasi Malam Takbiran di Desa Saluahok Mamasa, Upaya Tekan Aksi Balap Liar

    Ribuan Obor Hiasi Malam Takbiran di Desa Saluahok Mamasa, Upaya Tekan Aksi Balap Liar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Gema takbir bersahutan memecah keheningan malam di Desa Saluahok, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Jumat 20 Maret 2026 malam. Ribuan obor bambu dengan berbagai desain kreatif tampak berderet rapi, dibawa oleh warga yang antusias menyambut datangnya 1 Syawal 1447 Hijriah. ​Kegiatan bertajuk Pawai Obor dan Lomba Takbiran antar-dusun ini merupakan hasil kolaborasi apik […]

  • Tingkatkan Transparansi Data, Disdikbud Mamasa Gelar Pelatihan ARKAS, SIPlah, dan Dapodik 2026

    Tingkatkan Transparansi Data, Disdikbud Mamasa Gelar Pelatihan ARKAS, SIPlah, dan Dapodik 2026

    • 1Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) resmi membuka kegiatan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Bidang Pendidikan bagi lembaga PAUD dan Pendidikan Non-Formal (PNF). Kegiatan yang fokus pada optimalisasi aplikasi ARKAS, SIPlah, dan Dapodik ini berlangsung selama dua hari, Selasa dan Rabu (12-13 Mei 2026), bertempat di Aula Perpustakaan Kabupaten Mamasa. ​Pelatihan […]

  • DPRD Mateng Gelar RDP Bahas Polemik ASN Rangkap Jabatan sebagai Anggota BPD

    DPRD Mateng Gelar RDP Bahas Polemik ASN Rangkap Jabatan sebagai Anggota BPD

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas polemik anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang merangkap jabatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. RDP berlangsung di Ruang Rapat Komisi I DPRD Mamuju Tengah, Jalan Tammauni Pue […]

  • Rudianto Lallo Apresiasi Kinerja POLRI

    Rudianto Lallo Apresiasi Kinerja POLRI

    • 0Komentar

    JAKARTA, SULBARUPDATE.ID – Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo mengapresiasi kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sepanjang tahun 2025 yang dinilai menunjukkan perbaikan signifikan, baik dari sisi pelayanan publik maupun penegakan disiplin internal. Apresiasi tersebut disampaikan Rudianto menanggapi Rilis Akhir Tahun Polri 2025 yang dipaparkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, termasuk hasil survei yang […]

  • Kado Akhir Tahun, Sejumlah Personel Polresta Mamuju Terima Kenaikan Pangkat

    Kado Akhir Tahun, Sejumlah Personel Polresta Mamuju Terima Kenaikan Pangkat

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Jelang pergantian tahun 2025 ke 2026, suasana penuh syukur menyelimuti Mapolresta Mamuju. Sebanyak 56 personel resmi menerima “kado” istimewa berupa kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi dalam upacara Korps Raport yang digelar di halaman Mapolresta Mamuju, Kamis (31/12/2025). Upacara khidmat ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ardi Sutriono, dan dihadiri oleh […]

  • Tolak Pilkada Lewat DPR, Aliansi Masyarakat Lawan Manuver Elit Politik Nasional

    Tolak Pilkada Lewat DPR, Aliansi Masyarakat Lawan Manuver Elit Politik Nasional

    • 0Komentar

    Jakarta – Sulbarupdate.id – Sejumlah elemen masyarakat sipil menyampaikan Petisi Selamatkan Demokrasi sebagai bentuk keprihatinan atas menguatnya wacana pengalihan mekanisme pemilihan kepala daerah dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi pemilihan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Petisi tersebut menegaskan bahwa langkah tersebut berpotensi mencabut kedaulatan rakyat yang selama ini menjadi prinsip fundamental demokrasi Indonesia. Koordinator […]

expand_less