Air Sungai Budong-Budong Menghitam, DLHK Turun Ambil Sampel
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Rab, 12 Agu 2026
- visibility 55
- comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, tindaklanjuti laporan masyarakat terkait perubahan warna air Sungai Budong-Budong yang mendadak menghitam.
Karena itu, DLHK Mateng turun langsung ke lokasi untuk ambil sampel air sungai pada, Rabu (12/8/2026).
Sampel tersebut selanjutnya akan menjalani pemeriksaan laboratorium guna mengetahui kondisi air sekaligus memastikan penyebab perubahan warnanya.
Kepala DLHK Mamuju Tengah, Hasmuni, mengatakan pengambilan sampel dilakukan sebagai langkah awal untuk memperoleh kepastian secara ilmiah terkait kondisi Sungai Budong-Budong.
“Hari ini kami turun ke lapangan untuk mengambil sampel. Kita tunggu saja hasilnya,” kata Hasmuni, Rabu (12/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, DLHK Mamuju Tengah melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Barat serta personel Polres Mamuju Tengah.
Hasmuni mengatakan hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk memastikan apakah terdapat kandungan pencemar yang berkaitan dengan perubahan warna air sungai.
“Hasilnya akan kami sampaikan kepada publik dalam waktu dekat,” ujarnya.
Perubahan warna air Sungai Budong-Budong sebelumnya telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kondisi serupa disebut kembali terjadi untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir.
Kekhawatiran warga juga meningkat karena Mamuju Tengah saat ini memasuki musim kemarau. Sejumlah masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai masih memanfaatkan sumber air tersebut untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab perubahan warna air tersebut. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menarik kesimpulan mengenai kondisi Sungai Budong-Budong.
Hasil uji laboratorium diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus menjawab dugaan mengenai ada atau tidaknya pencemaran di sungai tersebut.
Apabila nantinya ditemukan kandungan pencemar, masyarakat berharap pemerintah mengambil langkah sesuai ketentuan serta menelusuri sumber penyebabnya.
Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya pencemaran, hasil tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian dan meredakan kekhawatiran warga.
Untuk sementara, DLHK Mamuju Tengah masih menunggu hasil uji laboratorium sebagai dasar menentukan langkah penanganan berikutnya.(*)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
