Warga Basah oleh Hujan, Kering oleh Air PDAM
- account_circle sulbarupdate
- calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
- visibility 187
- comment 0 komentar

Mamuju – Sulbarupdate.id – Langit boleh saja menumpahkan hujan, tetapi kran-kran di rumah warga tetap sunyi. Di tengah guyuran air dari langit, sebagian sudut Kota Mamuju justru merasakan ironi: tanah basah, namun bak penampungan kosong, Mamuju 21/2/2026.
Sudah lima hari air dari PDAM Tirta Manakarra tak lagi mengalir di sejumlah titik, salah satunya di BTN Griya Cahaya Masannang 4, Kecamatan Simboro. Keluhan itu disuarakan Ashari Rauf melalui akun media sosialnya. Ia menggambarkan situasi yang menurutnya tak sekadar gangguan teknis, melainkan ujian kesabaran, terlebih di bulan Ramadan.
Pakaian menumpuk menunggu bilasan, piring-piring kotor mengering di sudut dapur. Wudu dilakukan seadanya, mandi menjadi kemewahan yang ditunda. Dalam bulan yang identik dengan kesucian dan kebersihan, air justru menjadi barang langka.
Bukan hanya kali ini. Dalam beberapa bulan terakhir, aliran air disebut kerap tersendat. Kadang mengalir dua hari sekali, kadang harus ditarik dengan mesin besar secara bergiliran. Sesekali air datang dengan warna yang keruh, menyerupai teh. Namun di tengah kondisi itu, tagihan disebut tetap berjalan, bahkan terasa meningkat. Sebuah ironi lain yang menambah panjang daftar keluhan.
Sementara itu, pihak PDAM Tirta Manakarra telah lebih dulu menyampaikan pemberitahuan resmi. Disebutkan, gangguan terjadi akibat hangusnya gulungan pompa celup 20 di Instalasi Patidi 1. Dampaknya, distribusi air belum dapat dilakukan secara maksimal di sejumlah wilayah, termasuk Jalan Sudirman, Gatot Subroto, Martadinata, Graha Nusa, Grand Madani, Pantai Indah Simboro, Nelayan, hingga Massanang 4 dan sekitarnya.
PDAM menyatakan pendistribusian tetap dilakukan dengan debit terbatas serta suplai melalui mobil tangki secara bergilir bagi wilayah terdampak.
Namun bagi warga, hari-hari tanpa air terasa lebih panjang dari biasanya. Hujan mungkin membasahi atap dan jalanan, tetapi kebutuhan dasar di dalam rumah tetap menanti.
Mamuju hari ini seperti kota yang kering di tengah basah — diguyur dari langit, tetapi menunggu air yang mengalir dari pipa-pipa yang seharusnya menjadi nadi kehidupan.
- Penulis: sulbarupdate
