Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Kelangkaan Solar Lumpuhkan Aktivitas Nelayan di Majene, Polisi Diminta Turun Tangan

Kelangkaan Solar Lumpuhkan Aktivitas Nelayan di Majene, Polisi Diminta Turun Tangan

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
  • visibility 212
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Kelangkaan dan lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dalam sepekan terakhir melumpuhkan aktivitas nelayan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Kondisi ini memicu desakan dari para nelayan agar aparat kepolisian segera turun tangan memeriksa dugaan penyelewengan distribusi di SPBU.

Dampak kelangkaan ini dirasakan meluas di sepanjang wilayah pesisir Majene, mulai dari Pangali–Ali hingga Totolisi, Kecamatan Sendana.

Banyak nelayan terpaksa memarkir kapalnya karena kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk melaut.

Rusman, pemilik kapal nelayan Sinar Wahyu, mengungkapkan bahwa krisis solar kali ini merupakan yang terparah dalam beberapa bulan terakhir.

Untuk mendapatkan beberapa liter solar subsidi, para nelayan bahkan harus rela mengantre di SPBU sejak pukul 03.00 dini hari.

“Kami rela antre dari subuh, tetapi kadang tetap tidak kebagian karena stok telanjur habis. Kalau begini terus, kami tidak bisa melaut dan otomatis tidak ada penghasilan,” keluh Rusman, Sabtu (16/5/2026).

Keluhan serupa datang dari Sitinayae, seorang pemilik perahu di wilayah Totolisi. Ia mengaku terpaksa membatalkan jadwal melaut selama beberapa hari terakhir karena kehabisan solar setelah berkeliling mencari bahan bakar.

Para nelayan mensinyalir adanya aktivitas pembelian solar yang tidak wajar di sejumlah SPBU.

Mereka menduga ada oknum tertentu yang memborong solar subsidi menggunakan mobil pick-up dan kendaraan roda tiga (bentor) untuk ditimbun atau dijual kembali dengan harga tinggi di tingkat pengecer.

Lemahnya pengawasan di lapangan dituding menjadi celah terjadinya penyalahgunaan tersebut.

Oleh karena itu, nelayan mendesak pihak kepolisian untuk segera melakukan inspeksi mendadak dan menertibkan distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.

Jika krisis ini terus dibiarkan, roda perekonomian masyarakat pesisir Majene dipastikan akan semakin terpuruk.

Selain memutus mata pencaharian langsung para nelayan, kelangkaan solar ini juga mengancam rantai pasok pangan daerah.

Berkurangnya intensitas nelayan yang melaut diprediksi akan memicu kelangkaan pasokan ikan di pasar tradisional, yang pada akhirnya berdampak pada lonjakan harga ikan di tingkat konsumen.

Nelayan mendesak Pemerintah Kabupaten Majene dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat segera merumuskan regulasi atau mekanisme distribusi khusus yang memprioritaskan nelayan kecil sebelum situasi memburuk dan memicu keresahan sosial yang lebih luas.(***)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Persiapan Pemprov Sulbar Menyongsong Transisi 2026

    Ini Persiapan Pemprov Sulbar Menyongsong Transisi 2026

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Jelang pergantian tahun dari 2025 menuju 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka (SDK) telah mengonstruksi serangkaian agenda strategis. Fokus utama dalam perayaan kali ini tidak sekadar seremoni, melainkan penguatan fondasi spiritualitas dan manifestasi kerukunan antar umat beragama di Tanah Mandar. Hal disampaikan Gubernur Sulawesi Barat, […]

  • Seorang Montir di Makassar Tewas Tersengat Listrik

    Seorang Montir di Makassar Tewas Tersengat Listrik

    • 0Komentar

    MAKASSAR, Sulbarupdate.id – Insiden maut menimpa seorang pekerja di Jalan Bung Permai, Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, pada Jumat (30/1/2026) siang. Korban bernama Djufri (43), seorang montir bengkel, dilaporkan meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat sedang mengecat atap sebuah indekos. Kapolsek Tamalanrea, Kompol Muhammad Yusuf mengatakan, peristiwa bermula ketika korban bersama rekannya, […]

  • Bupati Mamasa Tinjau Lokasi Longsor Aralle dan Instruksikan Alat Berat Diturunkan

    Bupati Mamasa Tinjau Lokasi Longsor Aralle dan Instruksikan Alat Berat Diturunkan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Memasuki hari kedua pasca longsor, Bupati Mamasa Welem Sambolangi meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Kelurahan Aralle, Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa, pada Sabtu (16/5/2026). ​Selain memantau titik longsor, Bupati beserta rombongan juga mendatangi permukiman warga untuk melihat langsung kondisi rumah yang mengalami kerusakan, mulai dari tingkat berat, sedang, hingga ringan. ​”Hari ini […]

  • Bapperida Sulbar Siapkan Forum Untuk Selaraskan Perencanaan RKPD 2027

    Bapperida Sulbar Siapkan Forum Untuk Selaraskan Perencanaan RKPD 2027

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat mulai mematangkan langkah strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan rapat persiapan Forum Bapperida Tahun 2026. Rapat tersebut digelar pada Selasa (6/1/2026) di Ruang Kerja Kepala Bapperida Sulbar dan dipimpin langsung oleh Pelaksana […]

  • BPOM dan Dinkes Mateng Sidak Takjil di Topoyo-Tobadak, Ada Produk Kedaluwarsa

    BPOM dan Dinkes Mateng Sidak Takjil di Topoyo-Tobadak, Ada Produk Kedaluwarsa

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Guna menjamin keamanan pangan selama bulan suci Ramadhan, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Barat bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menggelar inspeksi mendadak (sidak) di wilayah Topoyo dan Tobadak, Kamis (26/2/2026). ​Sidak yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari ini menyasar ritel modern, pasar tradisional, hingga lapak penjaja […]

  • ESDM Telusuri Temuan PPATK Soal Aliran Dana Tambang Ilegal Rp 992 Triliun

    ESDM Telusuri Temuan PPATK Soal Aliran Dana Tambang Ilegal Rp 992 Triliun

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bergerak cepat merespons temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait perputaran dana fantastis di sektor pertambangan. Berdasarkan laporan PPATK, aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tercatat mencapai Rp 992 triliun sepanjang periode 2023–2025. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan […]

expand_less