Usai Jembatan di Botteng Ambruk, Warga Gotong Royong Angkut Kayu dari Hutan
- account_circle Ancha
- calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
- visibility 279
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Semangat gotong royong ditunjukkan oleh ratusan warga dari tiga desa di Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa.
Warga Desa Botteng, Desa Kondo, dan Desa Passembuk bahu-membahu mengangkat material kayu secara manual untuk membangun jembatan darurat setelah jembatan utama di wilayah tersebut ambruk total.
Ambruknya jembatan yang berlokasi di Desa Botteng tersebut menyebabkan akses transportasi terputus total sejak beberapa hari lalu.
Akibatnya, warga di tiga desa tersebut sempat terisolir lantaran kendaraan roda empat tidak dapat melintas sama sekali.
Kepala Desa Botteng, M. Tahir, mengatakan, aktivitas warga terfokus pada pengumpulan material kayu yang diambil langsung dari dalam hutan.
”Sudah beberapa hari ini warga bergotong royong mengangkat kayu. Besok rencananya kita akan kerja bakti lagi untuk memasang kayu-kayu yang sudah berhasil diangkut dari hutan ke jalan,” ungkap Tahir kepada Sulbarupdate.id, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Tahir, selama jembatan utama rusak, mobilitas ekonomi dan aktivitas sehari-hari warga terganggu. Meski warga telah mengupayakan jalur alternatif, kondisinya sangat memprihatinkan dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dengan risiko tinggi.
”Ada jembatan darurat sementara hanya untuk motor, tapi kondisinya setengah mati kalau lewat karena jalannya sangat terjal,” jelasnya.
Penggunaan tenaga manual untuk mengangkat balok kayu besar menjadi satu-satunya pilihan warga agar akses penghubung antar-desa bisa segera pulih.
Warga berharap jembatan darurat yang sedang dibangun ini nantinya dapat minimal dilalui oleh kendaraan roda dua dengan lebih aman sambil menunggu penanganan permanen dari pemerintah terkait.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih terus bersiaga di lokasi untuk memastikan pembangunan jembatan darurat berjalan lancar guna memutus status terisolir yang mereka alami sepekan terakhir.(*)
- Penulis: Ancha
