Alumni Unsulbar Dorong Pembukaan Prodi Teknik Pertambangan dan Teknik Mesin
- account_circle Amr
- calendar_month 52 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar

MAJENE, SULBARUPUDATE.ID – Alumni Jurusan Hukum angkatan 2015 Universitas Sulawesi Barat, Arwin Rahman, mendorong pihak…
MAJENE, SULBARUPUDATE.ID – Alumni Jurusan Hukum angkatan 2015 Universitas Sulawesi Barat, Arwin Rahman, mendorong pihak kampus agar segera membuka program studi baru, khususnya Teknik Pertambangan dan Teknik Mesin, sebagai bentuk respon terhadap tantangan pembangunan dan kebutuhan sumber daya manusia di Sulawesi Barat.
Menurut Arwin Rahman, keberadaan dua jurusan tersebut sangat penting untuk menjawab kebutuhan daerah yang memiliki potensi sumber daya alam cukup besar, terutama di sektor pertambangan, energi, konstruksi, hingga industri pengolahan.
Ia menilai, selama ini banyak putra-putri daerah Sulawesi Barat harus keluar daerah untuk menempuh pendidikan teknik karena keterbatasan pilihan program studi di kampus lokal.
“Unsulbar harus berani naik kelas dan membaca kebutuhan masa depan daerah. Potensi tambang, pembangunan infrastruktur, hingga kebutuhan tenaga teknis di Sulawesi Barat sangat besar. Karena itu, pembukaan Teknik Pertambangan dan Teknik Mesin menjadi kebutuhan mendesak,” ujar Arwin Rahman dalam keterangannya.
Ia menegaskan, sebagai perguruan tinggi negeri kebanggaan masyarakat Sulawesi Barat, Universitas Sulawesi Barat tidak boleh hanya bertahan pada pengembangan jurusan-jurusan konvensional, tetapi harus mulai memperluas cakupan keilmuan berbasis kebutuhan strategis daerah dan perkembangan industri nasional.
Arwin juga menilai bahwa pembukaan program studi teknik akan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi daerah. Selain menciptakan SDM unggul lokal, hal itu juga dapat mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap tenaga kerja dari luar daerah serta membuka peluang riset dan inovasi berbasis potensi lokal Sulawesi Barat.
“Sulbar memiliki potensi sumber daya alam yang besar, tetapi kita masih kekurangan tenaga ahli lokal. Jangan sampai daerah kaya potensi, tetapi generasi mudanya hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut pembukaan Prodi Teknik Pertambangan dan Teknik Mesin dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Universitas Sulawesi Barat sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan barat Pulau Sulawesi.
Menurutnya, kebutuhan terhadap tenaga teknik akan terus meningkat seiring pembangunan infrastruktur, pengembangan sektor energi, mekanisasi pertanian, hingga eksplorasi sumber daya mineral yang kini mulai berkembang di berbagai wilayah Sulawesi.
Arwin berharap pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan seluruh alumni Unsulbar dapat bersama-sama memberikan dukungan terhadap pengembangan kampus tersebut, baik dari sisi kebijakan, fasilitas, maupun kerja sama strategis.
Ia juga menilai, keberadaan jurusan teknik nantinya akan membuka peluang investasi pendidikan dan penelitian yang lebih luas di Sulawesi Barat. Dengan demikian, Unsulbar tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
“Ini bukan hanya tentang membuka jurusan baru, tetapi tentang menyiapkan masa depan generasi Sulawesi Barat agar mampu bersaing secara nasional bahkan internasional,” katanya.
Sebagai alumni Hukum angkatan 2015, Arwin mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mendorong kemajuan almamaternya. Ia berharap pihak rektorat dan seluruh pemangku kepentingan di kampus dapat menjadikan aspirasi tersebut sebagai perhatian serius demi kemajuan pendidikan tinggi di Sulawesi Barat.
Di akhir pernyataannya, Arwin Rahman menegaskan bahwa penguatan pendidikan vokasi dan teknik merupakan bagian penting dalam menciptakan kemandirian daerah, sekaligus mendukung visi pembangunan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing tinggi di masa depan.(*)
- Penulis: Amr
- Editor: Tim Redaksi
