Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » NICOLAS MADURO

NICOLAS MADURO

  • account_circle Zacky Antony
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
  • visibility 428
  • comment 0 komentar

Oleh: Zacky Antony

*CARACAS*, Kota berpenduduk sekitar 3 juta jiwa, menjelang tengah malam Sabtu (3/1) mati lampu. Bukan sedang ada pemadaman bergilir, tapi itu adalah bagian dari strategi intelijen AS. Kota dengan tingkat pembunuhan salah satu yang tertinggi di dunia itu gelap gulita.

Saat itulah operasi rahasia CIA dimulai. Pukul 22.10 waktu Amerika, Presiden AS Donal Trump memberi perintah penangkapan Nicolas Maduro. Seorang politikus berpaham sosialis yang menjadi penguasa Venezuela sejak tahun 2013.

Dalam kegelapan malam itu, 150 pesawat tempur AS terbang rendah di laut Karibia dan dalam beberapa menit menguasai langit Venezuela. Serangan dilancarkan ke sejumlah target fasilitas militer dan bandar udara pesawat tempur. Ledakan keras terdengar di beberapa titik menimbulkan kobaran api.

Serangan mendadak tersebut membuat pertahanan negara pemilik cadangan minyak terbesar di dunia itu lumpuh. Rudal anti pesawat tempur sudah dihancurkan. Jalur koordinasi militer “rusak” karena pengkhianatan di dalam pemerintahan. Tidak ada perintah membalas serangan.

Dalam situasi itulah, pasukan elit Angkatan Darat AS, Delta Force, bergerak. Personel Delta Force turun dari helikopter dan menyerbu masuk kediaman Presiden Nicolas Maduro yang dijaga ketat militer. Sebanyak 80 pasukan pengawal Presiden Maduro ditembak mati. Di sisi lain tidak satupun personel Delta Force yang menjadi korban.

Sebuah penyergapan luar biasa dan terencana rapi. Militer AS sebelumnya sampai membuat replika kediaman Maduro guna mempelajari strategi paling tepat untuk menembus tempat persembunyian berdinding baja milik Maduro. Serta menentukan opsi-opsi ketika penyerbuan terjadi.

Penyergapan berlangsung sesuai rencana. Rentetan tembakan terjadi. Puluhan pasukan pengawal presiden tergeletak tak bernyawa. Sebagian adalah militer Kuba yang turut membantu pengawalan Nicolas Maduro. Kuba dan Venezuela adalah dua negara di Amerika yang sama-sama “kiri”.

Maduro dan istri, Cilia Flores yang menyadari kediamannya telah diserbu mencoba lari ke tempat persembunyian berdinding baja. Tapi Langkah penyelamatan itu sudah diperhitungkan Delta Force. Presiden berusia 63 tahun itu berhasil dibekuk sebelum sempat masuk ke ruang persembunyian anti tembakan.

Sejurus kemudian, sang presiden bersama istri langsung diamankan dan diterbangkan ke AS. Detail penyergapan ini bak tayangan di film-film hollywood. Setelah target berhasil diculik, militer AS meninggalkan Caracas dalam kondisi kacau. Dalam tempo 2,5 jam, operasi tuntas menangkap target.

Presiden Trump menonton operasi penangkapan Maduro dari klub pribadinya di Florida. Dia menyaksikan detail-detail operasi seperti menonton siaran langsung di televisi. Gambar Trump sedang menonton operasi rahasia tersebut menyebar di berbagai media social.

Sabtu (3/1) pagi, Trump memuji operasi penangkapan Maduro dengan satu kata; brilian. Sebaliknya, dunia terkejut. Serangan terhadap territorial negara lain yang diikuti dengan penangkapan presiden negara tersebut, jelas-jelas melanggar hukum Internasional.

Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB menyatakan _“semua Negara Anggota harus menahan diri dalam hubungan internasionalnya dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara mana pun, atau dengan cara apa pun yang tidak sesuai dengan Tujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa.”_

Pasal ini melarang penggunaan secara militer ke sebuah negara berdaulat. Pada pasal 51 memang terdapat pengecualian yaitu apabila untuk membela diri atau persetujuan Dewan Keamanan PBB.

Serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro menjadi penegasan AS ingin menjadi POLISI DUNIA. Trump telah merobek Piagam PBB dan menggantinya dengan hukum dirinya sendiri yaitu Doktrin Trump.

Setelah ditangkap, Maduro akan diadili di Pengadilan New York AS dengan tuduhan konspirasi terorisme-narkoba dan kepemilikan senjata api.

Akan tetapi dalam pidatonya, Trump juga menyebut motif ekonomi di balik serangan ke Venezuela. AS akan menguasai cadangan minyak Venezuela yang mencapai 303 miliar barel . Angka ini setara 19 persen dari cadangan minyak dunia yang berarti terbesar di dunia mengalahkan Cadangan minyak di Arab Saudi maupun Irak dan Iran.

Negara-negara di dunia terbelah. Ada yang mengecam agresi AS ke Venezuela seperti Cina, Rusia, Iran, Korut, Kolombia, Kuba, Brasil, Meksiko, Uruguay. Ada juga yang mendukung seperti Argentina, Paraguay dan Ekuador.

Lalu apa sikap Indonesia? Seperti biasa, pernyataan Kemenlu bersifat normatif. Menyerukan agar mengedepankan dialog dan menahan diri. “Penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka,” demikian bunyi statemen Kemenlu.

Terlepas pro dan kontra negara-negara di dunia, serangan terhadap Venezuela dan penangkapan Maduro oleh AS menegaskan bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Prediksi bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun perang menunjukkan tanda-tandanya.

Dunia was-was menunggu siapa yang akan menjadi target AS berikutnya. Yang sudah jelas disebut Trump adalah Kolombia dan Kuba. Dan yang menjadi target aneksasi adalah Greenland.

Inikah awal Perang Dunia III? Waktu yang akan menjawab.

_Penulis adalah wartawan senior di Bengkulu_(*)

  • Penulis: Zacky Antony

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangis Haru Paskibraka Mamasa Pecah Usai Sukses Kibarkan Merah Putih

    Tangis Haru Paskibraka Mamasa Pecah Usai Sukses Kibarkan Merah Putih

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Tangis haru mewarnai suasana setelah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Mamasa sukses mengibarkan bendera Merah Putih pada detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Tribun Kondosapata, Mamasa, Senin (17/8/2026). Pantauan Sulbarupdate.id, suasana haru pecah sesaat setelah prosesi pengibaran bendera selesai. Sejumlah anggota Paskibraka terlihat saling berpelukan. Beberapa di antaranya bahkan tak […]

  • Satlantas Polres Polman Larang Anak di Bawah Umur Pakai Sepeda Listrik ke Sekolah

    Satlantas Polres Polman Larang Anak di Bawah Umur Pakai Sepeda Listrik ke Sekolah

    • 0Komentar

    ​POLMAN, Sulbarupdate.id — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Polewali Mandar (Polman) melarang keras anak di bawah umur mengendarai sepeda listrik, khususnya sebagai sarana transportasi menuju sekolah. Langkah tegas ini diambil demi menekan angka kecelakaan dan menjaga keselamatan anak di jalan raya. ​Larangan tersebut ditegaskan kembali oleh Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Polman saat […]

  • ESDM Telusuri Temuan PPATK Soal Aliran Dana Tambang Ilegal Rp 992 Triliun

    ESDM Telusuri Temuan PPATK Soal Aliran Dana Tambang Ilegal Rp 992 Triliun

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bergerak cepat merespons temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait perputaran dana fantastis di sektor pertambangan. Berdasarkan laporan PPATK, aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tercatat mencapai Rp 992 triliun sepanjang periode 2023–2025. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan […]

  • Bulog Majene dan Pemkel Labuang Utara Bersinergi Percepat Penyaluran Minyak dan Beras yang Tertunda

    Bulog Majene dan Pemkel Labuang Utara Bersinergi Percepat Penyaluran Minyak dan Beras yang Tertunda

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kelurahan Labuang Utara menerima kunjungan monitoring dari Pimpinan Cabang Bulog Majene, Kabupaten Majene, bersama tim teknis, Kamis (21/5/2026). Kunjungan tersebut dalam rangka memantau kondisi penyaluran bantuan pangan berupa minyak goreng dan beras yang hingga saat ini masih terdapat sebagian bantuan yang belum tersalurkan kepada masyarakat penerima manfaat. Kegiatan monitoring tersebut berlangsung […]

  • Temuan BPK Rp81 Miliar Mandek, Wakil Ketua DPRD Mamasa Desak Jaksa Bertindak

    Temuan BPK Rp81 Miliar Mandek, Wakil Ketua DPRD Mamasa Desak Jaksa Bertindak

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pengembalian kerugian negara sebesar Rp81 miliar di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa hingga kini masih jalan di tempat. Mandeknya tindak lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini memicu desakan luas agar aparat penegak hukum segera turun tangan. ​Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman, menyatakan bahwa polemik ini kini […]

  • Napas Baru SMSI Sulbar, Dari Vakum Menuju Karya Nyata

    Napas Baru SMSI Sulbar, Dari Vakum Menuju Karya Nyata

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Babak baru bagi ekosistem media siber di Sulawesi Barat (Sulbar) terpancar jelas saat puluhan pemilik media berkumpul untuk menyatukan visi dalam rapat perdana Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulbar. Rapat sakral ini dilaksanakan menyusul terbitnya mandat resmi dari DPP SMSI, yang memberikan kepercayaan kepada Sarman Sahuding sebagai Ketua Pelaksana Tugas (Plt) SMSI […]

expand_less