Puluhan KK Terdampak Banjir dan Longsor di Mamasa, Kerugian Capai Rp10 Miliar, Apa Langkah Pemda?
- account_circle Whelson
- calendar_month Senin, 18 Mei 2026
- visibility 77
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa memicu rentetan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa mencatat, total kerugian material akibat bencana sejak Januari hingga Mei 2026 ini ditaksir telah menembus angka Rp10 miliar.
Data tersebut dipaparkan dalam kegiatan Peluncuran Posko Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) Lintas Sektor Kabupaten Mamasa yang berlangsung di Gedung Gabungan Dinas pada Senin, 18 Mei 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Mamasa, Alfredi, melaporkan bahwa dalam kurun waktu sepekan terakhir, tepatnya dari tanggal 1 hingga 18 Mei, bencana banjir dan longsor telah melanda enam wilayah kecamatan.
Wilayah yang terdampak tersebut meliputi Kecamatan Mambi, Kecamatan Aralle, Kecamatan Bambang, Kecamatan Sumarorong, Kecamatan Tabang, dan Kecamatan Tabulahan.
Berdasarkan data kumulatif dari pihak BPBD, sebanyak 36 Kepala Keluarga atau setara dengan 129 jiwa menjadi korban terdampak langsung oleh musibah ini.
Dari total tersebut, sebanyak 21 Kepala Keluarga atau 62 jiwa terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Pihak berwenang memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam rentetan peristiwa alam ini.
Selain memicu pengungsian, bencana ini juga mengakibatkan kerusakan pada 21 unit rumah warga.
Kerusakan tersebut dibagi dalam beberapa kategori, di mana 10 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, 3 unit rumah mengalami kerusakan sedang, dan 8 unit rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Merespons eskalasi bencana alam yang kian masif, Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa bergerak cepat.
Bupati Mamasa Welem Sambolangi bersama jajaran Forkopimda dan beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah membentuk Posko TRC PB Lintas Sektor Kabupaten Mamasa.
Posko ini diisi oleh seluruh sektor terkait agar penanggulangan darurat di lapangan tidak hanya bertumpu pada BPBD, melainkan melibatkan peran aktif dari berbagai instansi secara menyeluruh.
Alfredi menjelaskan bahwa tujuan utama dari dibentuknya Posko TRC PB Lintas Kabupaten Mamasa ini adalah untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam yang terjadi.
Pihaknya akan melakukan kajian cepat, kemudian instansi terkait akan langsung turun ke lapangan untuk mengkaji dampak yang terjadi.
Melalui pembentukan tim lintas sektor ini, seluruh unsur terkait diharapkan dapat saling terlibat dan bekerja sama secara profesional, solid, serta responsif dalam melaksanakan penanggulangan masa darurat di Kabupaten Mamasa.(***)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
