Setahun Membangun, Mateng Bertransformasi Menuju Daerah Agropolitan
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
- visibility 312
- comment 0 komentar

TOBADAK, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Pemkab Mateng) menunjukkan tren kinerja positif sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026.
Di bawah visi besar menjadi daerah agropolitan yang maju dan berkelanjutan, kabupaten berjuluk “Bumi Manakarra” ini berhasil mencatatkan rapor hijau pada berbagai sektor, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga reformasi birokrasi.

Berdasarkan data capaian pembangunan, ekonomi Mamuju Tengah tumbuh sebesar 3,98 persen pada periode Januari–September 2025.
Pertumbuhan ini dibarengi dengan keberhasilan pemerintah menekan angka kemiskinan dari 7,72 persen menjadi 7,22 persen.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga merangkak naik ke angka 69,17. Menariknya, Mateng mencatatkan tingkat pengangguran terendah di Sulawesi Barat, yakni hanya 1,58persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang berada di angka 4,85 persen.
Prestasi paling mencolok diraih dalam upaya menekan ketimpangan pendapatan. Gini Ratio Mateng turun drastis dari 0,366 ke 0,244, sebuah pencapaian yang membuahkan penghargaan nasional atas keberhasilan menurunkan ketimpangan kesejahteraan masyarakat pada tahun 2025.
Setelah 13 tahun berdiri, Pemkab Mateng akhirnya berhasil memecahkan rekor tata kelola pemerintahan. Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) naik dari predikat CC menjadi B. Begitu pula dengan indeks Reformasi Birokrasi yang mencapai skor 63,28 (B).
”Ini adalah wujud keseriusan kita dalam meningkatkan pelayanan publik yang profesional dan transparan,” tulis rilis resmi Pemkab Mateng terkait penandatanganan perjanjian kinerja pada Januari 2026 lalu.
Tak hanya itu, Pemkab Mateng juga dinobatkan sebagai Peringkat I Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tingkat Sulawesi Barat dan menyandang predikat daerah Inovatif dengan skor tertinggi di provinsi (63,8).
Kesehatan fiskal daerah turut menguat dengan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Oktober 2025 yang mencapai Rp59,71 miliar, atau tumbuh signifikan sebesar 31,06 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sesuai dengan RPJMD 2025–2029 (Perda No. 2 Tahun 2025), tahun 2026 akan menjadi tahun penguatan infrastruktur dasar.
Fokus utama meliputi, peningkatan mutu pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur PUPR, rehabilitasi jalan ruas Topoyo–Karossa untuk memperlancar distribusi hasil tani dan pembentukan 54 Koperasi Desa Merah Putih.
Menanggapi tantangan inflasi yang sempat menyentuh angka 6,94 persen, Pemkab Mateng bergerak cepat melalui penguatan distribusi pangan.
Selain itu, program pro-rakyat terus digenjot, seperti pemberian Beasiswa KUAT melalui Gerakan Mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) serta program makan bergizi gratis bagi 27.000 penerima manfaat.
Dengan fondasi birokrasi yang semakin kuat dan kemandirian fiskal yang meningkat, Pemkab Mamuju Tengah optimis mampu mengakselerasi hilirisasi pertanian demi mewujudkan visi daerah agropolitan yang sejahtera dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.(ADV)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
