Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » Tragis! Wahana Rumah Hantu di Majene Telan Dua Korban, Pengunjung Luka Parah di Wajah

Tragis! Wahana Rumah Hantu di Majene Telan Dua Korban, Pengunjung Luka Parah di Wajah

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
  • visibility 631
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Wahana rumah hantu yang beroperasi di lantai dua pusat pertokoan di Lingkungan Battayang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menjadi sorotan publik setelah dilaporkan memakan korban pada malam hari.

Insiden tersebut mengakibatkan dua pengunjung menjadi korban, masing-masing seorang perempuan dan seorang laki-laki.

Salah satu korban bahkan mengalami luka berat pada bagian wajah dan dikabarkan harus menjalani tindakan operasi medis.

Informasi mengenai kejadian itu pertama kali beredar melalui grup WhatsApp dan disampaikan oleh Ketua PSC Majene, Aslan, Senin (25/5/2026).

Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat para pengunjung berada di area wahana rumah hantu yang sedang ramai dikunjungi masyarakat.

“Korban ada dua orang semalam, perempuan dan laki-laki. Yang laki-laki mengalami luka berat di wajah dan akan dilakukan operasi,” ungkap Aslan.

Ia juga berharap pihak panitia penyelenggara wahana segera memberikan klarifikasi resmi terkait kejadian tersebut dan bertanggung jawab atas insiden yang menimpa para korban.

Menurut Aslan, salah satu persoalan serius di lokasi wahana adalah minimnya penerangan menuju lantai dua pusat pertokoan tempat rumah hantu itu beroperasi.

Kondisi gelap dinilai sangat berbahaya bagi pengunjung, terlebih saat situasi ramai dan panik.

“Kami minta panitia memperhatikan penerangan. Akses menuju lantai dua sangat gelap dan itu berisiko membahayakan pengunjung,” tambahnya.

Sementara itu, saat wartawan melakukan konfirmasi langsung di lokasi wahana rumah hantu tersebut, situasi terlihat sepi dan mencekam.

Tidak tampak satu pun panitia maupun pengelola berada di tempat.

Area wahana bahkan terlihat gelap dan menimbulkan suasana menyeramkan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait penyebab insiden maupun bentuk pertanggungjawaban terhadap korban.
Peristiwa ini pun memicu perhatian masyarakat Majene.

Banyak warga meminta pemerintah daerah dan aparat terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap standar keamanan wahana hiburan musiman yang beroperasi di pusat keramaian.

Masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan seluruh pengelola wahana hiburan dapat lebih mengutamakan keselamatan pengunjung dibanding sekadar mengejar keuntungan semata.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Implementasi Pergub Pakaian Dinas, Biro Umum Tekankan Disiplin ASN

    Implementasi Pergub Pakaian Dinas, Biro Umum Tekankan Disiplin ASN

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id— Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen mewujudkan terbentuknya budaya kerja ASN yang disiplin, tertib, dan profesional sebagai arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka melalui Peraturan Gubernur Sulawesi Barat Nomor 22 Tahun 2025 tentang Pakaian Dinas Aparatur Sipil Negara (ASN) Hal itu disampaikan Kepala Bagian Administrasi Pimpinan (Kabag Adpim) Biro Umum Setda […]

  • Wabup Mamasa Sebut Jurnalis Mitra Strategis dan Ajang Introspeksi Pemerintah

    Wabup Mamasa Sebut Jurnalis Mitra Strategis dan Ajang Introspeksi Pemerintah

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Jurnalis merupakan mitra strategis sekaligus ajang intropeksi bagi setiap pemerintah. Hal tersebut disampaikan wakil Bupati Mamasa H. Sudirman, saat hadiri pelantikan pengurus Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat di Aula Diknas Mamasa, Kamis 29 Januari 2026. Sudirman menekankan peran krusial pers sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas […]

  • Siswa SMPN 1 Mamasa Eksplorasi Budaya di Pameran Bulan Mamase

    Siswa SMPN 1 Mamasa Eksplorasi Budaya di Pameran Bulan Mamase

    • 0Komentar

    MAMASA – SMPN 1 Mamasa memanfaatkan momentum Pameran Budaya dalam rangka karnaval Bulan Mamase sebagai sarana edukasi luar ruangan bagi para siswa. Kegiatan kunjungan studi ini dilangsungkan di area Tribun Kondosapata, Kelurahan Mamasa Kabupaten Mamasa, Selasa (7/4/2026). ​Kehadiran stan budaya dari 17 kecamatan se-Kabupaten Mamasa menjadi daya tarik utama bagi pihak sekolah untuk memberikan wawasan […]

  • HMI Majene Tuding Polres Lindungi Mafia BBM, Begini Respon Kasat Reskrim!

    HMI Majene Tuding Polres Lindungi Mafia BBM, Begini Respon Kasat Reskrim!

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Majene, Sulawesi Barat, Senin (7/9/2026).  Aksi tersebut menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat sekaligus menyoroti dugaan penampungan dan penyalahgunaan bahan bakar minyak seperti solar dan pertalite subsidi dalam jumlah besar. Dalam aksinya, […]

  • Momen Harkitnas ke-118, SMSI Mateng:Pers Harus Jaga Kedaulatan Informasi di Era Digital

    Momen Harkitnas ke-118, SMSI Mateng:Pers Harus Jaga Kedaulatan Informasi di Era Digital

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dimaknai oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, sebagai ajakan bagi insan pers untuk memperkuat peran dalam menjaga kedaulatan informasi di tengah derasnya arus digitalisasi. ​Plt Ketua SMSI Mamuju Tengah, Sandi Anugrah, menyatakan bahwa semangat kebangkitan nasional tidak hanya […]

  • 35 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen di Mamuju Tengah, Rudi Salurkan Air Gratis

    35 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen di Mamuju Tengah, Rudi Salurkan Air Gratis

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Kemarau panjang melanda Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian. Puluhan hektare lahan sawah warga di Dusun Tallasak, Desa Tabolang, terancam gagal panen akibat kekurangan air. Sekitar 35 hektare lahan persawahan di wilayah tersebut kini membutuhkan pasokan air untuk mempertahankan tanaman padi. Melihat kondisi tersebut, Rudi […]

expand_less