Tragis! Wahana Rumah Hantu di Majene Telan Dua Korban, Pengunjung Luka Parah di Wajah
- account_circle Juita
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 139
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Wahana rumah hantu yang beroperasi di lantai dua pusat pertokoan di Lingkungan…
MAJENE, Sulbarupdate.id — Wahana rumah hantu yang beroperasi di lantai dua pusat pertokoan di Lingkungan Battayang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menjadi sorotan publik setelah dilaporkan memakan korban pada malam hari.
Insiden tersebut mengakibatkan dua pengunjung menjadi korban, masing-masing seorang perempuan dan seorang laki-laki.
Salah satu korban bahkan mengalami luka berat pada bagian wajah dan dikabarkan harus menjalani tindakan operasi medis.
Informasi mengenai kejadian itu pertama kali beredar melalui grup WhatsApp dan disampaikan oleh Ketua PSC Majene, Aslan, Senin (25/5/2026).
Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat para pengunjung berada di area wahana rumah hantu yang sedang ramai dikunjungi masyarakat.
“Korban ada dua orang semalam, perempuan dan laki-laki. Yang laki-laki mengalami luka berat di wajah dan akan dilakukan operasi,” ungkap Aslan.
Ia juga berharap pihak panitia penyelenggara wahana segera memberikan klarifikasi resmi terkait kejadian tersebut dan bertanggung jawab atas insiden yang menimpa para korban.
Menurut Aslan, salah satu persoalan serius di lokasi wahana adalah minimnya penerangan menuju lantai dua pusat pertokoan tempat rumah hantu itu beroperasi.
Kondisi gelap dinilai sangat berbahaya bagi pengunjung, terlebih saat situasi ramai dan panik.
“Kami minta panitia memperhatikan penerangan. Akses menuju lantai dua sangat gelap dan itu berisiko membahayakan pengunjung,” tambahnya.
Sementara itu, saat wartawan melakukan konfirmasi langsung di lokasi wahana rumah hantu tersebut, situasi terlihat sepi dan mencekam.
Tidak tampak satu pun panitia maupun pengelola berada di tempat.
Area wahana bahkan terlihat gelap dan menimbulkan suasana menyeramkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait penyebab insiden maupun bentuk pertanggungjawaban terhadap korban.
Peristiwa ini pun memicu perhatian masyarakat Majene.
Banyak warga meminta pemerintah daerah dan aparat terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap standar keamanan wahana hiburan musiman yang beroperasi di pusat keramaian.
Masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan seluruh pengelola wahana hiburan dapat lebih mengutamakan keselamatan pengunjung dibanding sekadar mengejar keuntungan semata.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
