Safari Qalam Buya Arrazy di Sulawesi Barat
- account_circle SARMAN SAHUDING
- calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
- visibility 310
- comment 0 komentar

Masjid Nuruttaubah Lapeo, Campalagian Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. (Foto: Sarman)
Polman, Sulbarupdate.id – Ada pemandangan baru di dekat pintu masuk area Masjid Nuruttaubah atau masjid Imam Lapeo di Campalagian, Polewali Mandar, paling tidak sejak Rabu kemarin.
Pemandangan secara kasat yang agak beda dari sebelumnya itu, sebuah baliho berukuran agak besar tersampir di dinding depan jalan.
Baliho ini menampilkan tiga sosok dalam foto besar: Dr. H. Buya Arrazy Hasyim, Lc, MA.Hum, Dr. Dalilul Falihin, dan Dr. KH Ahmad Multazam.
Dua nama terakhir sehari-harinya adalah Imam Besar Masjid Nuruttaubah Lapeo dan pimpinan Pondok Pesantren serta pimpinan Majelis Zikir Attahiriyyah Imam Lapeo.
Kehadiran Da’i kondang dari Payakumbuh, Sumatera Barat, di Lapeo, Campalagian, kali ini merupakan muhibah hari keduanya di Provinsi Sulawesi Barat.
Dijadwalkan, pada Minggu, 14 Desember 2025, sekitar pukul 09.00 Wita, Buya Arrazy akan mengisi tauziyah Tabligh Akbar di Masjid Imam Lapeo.
Sebelumnya, di hari Sabtu, 13 Desember, doktor jebolan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, itu akan mengisi ceramah agama di dua tempat terpisah.
Ceramah pertamanya akan berlangsung di Lapangan Kantor Bupati Mamuju Tengah (Mateng), di Tobadak, dimulai sekitar pukul 15.30 Wita.
Seterusnya di hari yang sama, Sabtu malam, kiai Arrazy akan mengisi ceramah di Masjid Jami’ Nurul Muttahidah Mamuju. Masjid dengan tiang tengah 48 ini adalah salah satu masjid tua yang dibangun Imam Lapeo atau KH Muhammad Thahir sebelum Indonesia Merdeka.
Jika tak ada aral, malam nanti Buya Arrazy bersama rombongan akan bergerak dari Mamuju ke Campalagian, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat.
Minggu esok, 14 Desember di masjid Nuruttaubah, masjid yang dibangun Imam Lapeo 120-an tahun silam, Dr. Buya Arrazy akan mengupas tuntas sebuah tema penting: Meneladani Sifat Rasulullah SAW, Jalan Mudah Menuju Syurga.
Setelah dari Lapeo di waktu siang, pakar ilmu dan ahli Hadis ini akan memutar balik menuju kota Majene. Ia akan mengisi tauziyah bareng seorang Ulama kenamaan, Syekh Dr. KH Ilham Shaleh, M.Ag di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Al Asy’ariyah Saleppa, Majene.
Kembali ke titik kedatangan pendaratan yakni di Kalukku, Mamuju. Tak jauh dari Bandar Udara (Bandara) Tampa Padang, Buya akan menyampaikan ceramah agama di Ponpes Attahiriyah Annahdhiyah Lombang-Lombang, Mamuju — sebuah pondok yang diasuh oleh Dr. KH Ahmad Multazam, cicit KH Muhammad Thahir Imam Lapeo.
- Penulis: SARMAN SAHUDING
