Nelayan di Pasangkayu Hilang Misterius
- account_circle Ancha
- calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
- visibility 253
- comment 0 komentar

PASANGKAYU, Sulbarupdate.id – Upaya pencarian terhadap seorang nelayan bernama Hasanuddin (53), warga Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, memasuki fase krusial.
Korban dinyatakan hilang secara misterius saat melaut sejak Sabtu 20 Desember 2025 pekan lalu.
Sepekan hilangnya Hasanuddin secara misterius meninggalkan duka mendalam serta teka-teki bagi pihak keluarga.
Kronologi Keberangkatan dan Hilangnya Korban
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Hasanuddin bertolak menuju laut lepas pada Sabtu lalu sekitar pukul 03.00 WITA dini hari.
Namun, kecemasan mulai menyelimuti pihak keluarga ketika korban tak kunjung merapat ke dermaga hingga dua hari berselang.
Kekhawatiran tersebut berujung pada pelaporan resmi ke pihak kepolisian pada Kamis 25 Desember lalu. Laporan itu kemudian segera diteruskan ke Basarnas untuk langkah evakuasi.
Jamaluddin, salah satu anggota keluarga, mengungkapkan bahwa dirinya sempat membantu korban memperbaiki kerusakan mesin perahu sebelum keberangkatan.
Ia bahkan telah memberikan imbauan keras agar korban menunda aktivitas melaut mengingat kondisi mekanis perahu yang belum prima.
“Saya sudah melarangnya untuk melaut karena kondisi mesin belum sepenuhnya normal. Namun, tanpa sepengetahuan kami, ia tetap berangkat sekitar pukul tiga subuh,” ujar Jamaluddin.
Penemuan Bukti dan Titik Terang di Sulteng
Setelah berhari-hari tanpa kabar, titik terang muncul melalui informasi yang beredar di jagat maya.
Sejumlah barang milik korban, mulai dari kotak peralatan (box tool), perangkat komunikasi, hingga identitas diri, ditemukan oleh warga di wilayah Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Tak lama kemudian, informasi krusial kembali hadir mengenai penemuan perahu korban oleh seorang nelayan bernama Ritman di wilayah Banawa Selatan.
Tim gabungan yang terdiri dari Sat Polairud Polres Pasangkayu dan BPBD Pasangkayu segera bergerak menuju Dusun Kulolu untuk memverifikasi temuan tersebut.
Setibanya di lokasi, petugas menemukan perahu korban dalam kondisi mesin yang telah terurai.
Berdasarkan kesaksian Ritman, perahu tersebut ditemukan terombang-ambing di posisi sekitar 18 mil laut (Nautical Miles) di perairan lepas yang menjadi perbatasan antara Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah.
Operasi Pencarian Hari Kedua
Kuat dugaan bahwa Hasanuddin menjadi korban cuaca ekstrem dan badai yang mengakibatkan dirinya terhempas dari perahu saat mengalami kendala mesin di tengah laut.
Hingga saat ini, Operasi SAR gabungan telah memasuki hari kedua pencarian dengan fokus penyisiran dari perairan Sarjo menuju arah utara.
Operasi skala besar ini melibatkan sinergi dari berbagai instansi yakni, Unit Siaga SAR Pasangkayu (Basarnas), Sat Polairud, Polres Pasangkayu, Kodim 1427/Pasangkayu, BPBD Pasangkayu dan Pos Polisi Kecamatan Sarjo.
Meski barang bukti fisik telah diamankan, keberadaan Hasanuddin masih menjadi misteri. Tim SAR gabungan berkomitmen penuh untuk melanjutkan pencarian dengan harapan korban dapat segera ditemukan di tengah kondisi cuaca yang terus dipantau secara ketat.(*)
- Penulis: Ancha
- Sumber: Humas Basarnas
