Jembatan Gantung di Indobanua Mamasa Ambruk Diterjang Banjir, 1 Dusun Terisolasi
- account_circle Ancha
- calendar_month Rab, 3 Jun 2026
- visibility 43
- comment 0 komentar

Jembatan Gantung di Indobanua Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat, Ambruk Diterjang banjir. Dok. Istimewa.
MAMASA, Sulbarupdate.id — Nasib malang menimpa sekitar 100 jiwa warga Dusun Palado, Desa Indobanua, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Akses satu-satunya yang baru saja mereka perbaiki secara swadaya, kini hancur total kembali diterjang banjir luapan Sungai Aralle pada Senin (1/6/2026) malam.
Akibatnya, aktivitas perekonomian, pendidikan, hingga akses kesehatan ratusan warga tersebut kini lumpuh total dan terisolasi dari ibu kota desa maupun wilayah kota.
Kepala Desa Indobanua, Dullam, mengungkapkan bahwa bencana ini dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari hingga sungai meluap.
Luapan air sungai mulai menghantam struktur jembatan gantung sepanjang 46 meter itu sejak waktu Magrib.
“Pas jam tujuh malam, kondisinya sudah parah sekali,” ujar Dullam saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (3/6/2026).

Kondisi Jembatan Gantung di Desa Indobanua, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, usai diterjang banjir pada Senin (1/6/2026) malam. Dok. Istimewa.
Berdasarkan rekaman video pendek yang beredar, derasnya arus sungai membuat jembatan bergoyang hebat.
Kondisi diperparah saat sebatang kayu berukuran besar hanyut terbawa arus dan menghantam keras badan jembatan.
Dulla menjelaskan, jembatan ini sebenarnya baru saja mengalami kerusakan sekitar dua minggu lalu akibat bencana serupa.
Saat itu, warga menyiasatinya dengan memasang lantai kayu darurat agar tetap bisa melintas.
Namun, banjir susulan kali ini membawa dampak serius pada kerusakan jembatan tersebut.
Setidaknya ada 15 meter lantai jembatan yang terbuat dari plat baja terkelupas dan hanyut.
Tiang beton yang berfungsi menahan tali sling jembatan kini dalam kondisi miring dan terancam roboh total.
Mengingat urgensi jembatan ini sebagai urat nadi kehidupan warga Dusun Palado, pihak pemerintah desa mendesak dinas terkait di Kabupaten Mamasa untuk segera memberikan bantuan darurat.
“Kemarin saya sudah komunikasikan terkait kondisi jembatan tersebut, harapannya segera mendapat penanganan. Apalagi jembatan yang rusak merupakan satu-satunya akses untuk menunjang perekonomian, pendidikan, dan kesehatan warga,” pungkas Dullam.(***)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
