Breaking News
light_mode
Beranda » Kesehatan » Puskesmas Sendana I Disorot, Kapus Diduga Bakal Putus Kontrak Dua Dokter

Puskesmas Sendana I Disorot, Kapus Diduga Bakal Putus Kontrak Dua Dokter

  • account_circle Juita
  • calendar_month Kam, 4 Jun 2026
  • visibility 514
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id  – Polemik yang melanda Puskesmas (PKM) Sendana I, Kabupaten Majene, terus menjadi perhatian publik. Setelah sebelumnya disorot terkait pelayanan kesehatan, keterlambatan pembayaran hak tenaga kesehatan, hingga dugaan persoalan pengelolaan dana kapitasi dan non kapitasi, kini muncul kabar baru yang menambah kekhawatiran masyarakat.

‎Kepala Puskesmas Sendana I, Erwin, diduga akan memutus kontrak dua dokter yang selama ini bertugas di fasilitas kesehatan tersebut, yakni dr. Ayu dan dr. Sri.

‎Informasi tersebut mencuat di tengah berbagai persoalan yang masih menjadi sorotan masyarakat dan saat proses pemeriksaan terkait pengelolaan dana kapitasi serta non kapitasi masih berlangsung di Inspektorat Kabupaten Majene.

‎Kabar dugaan tidak diperpanjangnya kontrak kedua dokter tersebut memunculkan beragam tanggapan. Pasalnya, keberadaan tenaga dokter di puskesmas dinilai sangat penting untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan optimal, terutama di wilayah Kecamatan Sendana yang selama ini mengandalkan pelayanan kesehatan tingkat pertama tersebut.

‎Sejumlah pihak menilai, jika benar kontrak kedua dokter tersebut tidak diperpanjang atau dihentikan secara sepihak, maka dikhawatirkan akan berdampak terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang saat ini justru sedang menjadi sorotan publik.

‎Sebelumnya, Puskesmas Sendana I telah menjadi perhatian setelah berbagai keluhan masyarakat mencuat dan bahkan dibahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Majene beberapa waktu lalu.

‎Salah satu persoalan yang mengemuka adalah terkait pemeriksaan kadar hemoglobin (HB) yang disebut hanya dilakukan terhadap pasien dalam kondisi gawat darurat. Padahal, pemeriksaan HB merupakan salah satu layanan penting yang dibutuhkan oleh berbagai kelompok pasien, termasuk ibu hamil, guna mendeteksi risiko anemia yang dapat berdampak pada kesehatan ibu maupun janin.

‎Tak hanya itu, persoalan ketersediaan alat kesehatan juga menjadi sorotan. Dalam pembahasan di DPRD, disebutkan bahwa stok masker nebulizer yang digunakan untuk terapi uap bagi pasien dengan gangguan pernapasan telah kosong sejak Maret 2026.

‎Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena nebulizer merupakan salah satu alat penting dalam penanganan pasien yang mengalami gangguan saluran pernapasan.

‎Bahkan beredar informasi bahwa dalam kondisi tertentu digunakan kembali perlengkapan yang telah dipakai dengan cara dicuci untuk digunakan ulang.

‎Selain itu, layanan laboratorium juga disebut beberapa kali mengalami kekosongan bahan maupun sarana pemeriksaan sehingga berpotensi menghambat proses diagnosis dan penanganan pasien. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat.

‎Persoalan lainnya yang turut menjadi perhatian adalah pelayanan dokter yang dinilai belum maksimal. Namun sejumlah pihak menilai kondisi tersebut tidak bisa serta merta dibebankan kepada tenaga medis semata.

‎Keterbatasan obat-obatan, fasilitas pemeriksaan penunjang, serta sarana pelayanan yang belum memadai disebut menjadi faktor yang turut memengaruhi efektivitas pelayanan di lapangan.

‎Di sisi lain, keluhan mengenai keterlambatan pembayaran gaji maupun jasa pelayanan bagi tenaga kesehatan dan staf puskesmas juga beberapa kali mencuat.

‎Beberapa tenaga kesehatan mengaku pembayaran yang seharusnya diterima tepat waktu kerap mengalami keterlambatan, sehingga memengaruhi kondisi ekonomi para pegawai.

‎Sementara itu, persoalan yang tak kalah menjadi perhatian adalah pengelolaan dana kapitasi dan non kapitasi di lingkungan Puskesmas Sendana I. Hingga saat ini, pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Majene masih berlangsung dan masyarakat menunggu hasil audit maupun pemeriksaan tersebut diumumkan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah publik.

‎Berbagai pihak berharap proses pemeriksaan dapat berjalan secara transparan, profesional, dan objektif sehingga seluruh persoalan yang menjadi sorotan dapat terungkap secara jelas berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku.

‎Terkait dugaan penghentian kontrak dua dokter tersebut, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Majene, Dinas Kesehatan, serta pihak-pihak terkait tidak tinggal diam. Mengingat masa kontrak kedua dokter tersebut diketahui masih berlangsung hingga Juli 2026, masyarakat meminta agar setiap keputusan yang diambil mempertimbangkan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat serta dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

‎Menurut sejumlah warga, di tengah berbagai persoalan yang sedang dihadapi Puskesmas Sendana I, fokus utama seharusnya adalah pembenahan sistem pelayanan, peningkatan fasilitas kesehatan, pemenuhan kebutuhan alat dan obat-obatan, serta memastikan tenaga kesehatan dapat bekerja dengan baik demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

‎Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di Puskesmas Sendana I. Mereka berharap polemik yang terus bergulir tidak berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan kesehatan, sebab yang paling merasakan dampaknya adalah masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan setiap hari.

‎Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Puskesmas Sendana I terkait kabar dugaan penghentian kontrak dua dokter tersebut. Publik pun masih menantikan penjelasan resmi dari pihak terkait guna memberikan kejelasan atas informasi yang beredar di tengah masyarakat.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

    Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Di saat gema orasi tentang kemajuan literasi dan pemerataan akses pendidikan membubung tinggi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, sebuah kenyataan getir justru terpotret di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di Lingkungan Lutang, Kecamatan Banggae Timur, yang selama puluhan tahun berdiri sebagai lentera bagi anak-anak berkebutuhan khusus, […]

  • RHL Rp1,6 Miliar di Mamasa Diduga Gagal, Hanya 30 Persen Tanaman Hidup

    RHL Rp1,6 Miliar di Mamasa Diduga Gagal, Hanya 30 Persen Tanaman Hidup

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Proyek Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) tahun anggaran 2023 yang dikelola Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sulawesi Barat di Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, kini menuai sorotan tajam. Program yang menelan anggaran fantastis sekitar Rp1,6 miliar tersebut diduga gagal total dan sarat akan indikasi penyimpangan. ​Berdasarkan pantauan jurnalis di […]

  • Dinas ESDM Sulbar Tegaskan Usaha Jasa Penunjang Ketenagalistrikan Segera Melaporkan Kegiatan Tahun 2025

    Dinas ESDM Sulbar Tegaskan Usaha Jasa Penunjang Ketenagalistrikan Segera Melaporkan Kegiatan Tahun 2025

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Qamaruddin Kamil, saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 10 Februari 2026, menegaskan kepada seluruh perusahaan usaha jasa penunjang ketenagalistrikan yang belum menyampaikan laporan aktivitas kegiatannya selama Tahun 2025 agar segera menindaklanjuti kewajiban pelaporan kepada Dinas ESDM Provinsi Sulawesi […]

  • Polresta Mamuju Amankan 448 Gram Sabu Sepanjang 2025

    Polresta Mamuju Amankan 448 Gram Sabu Sepanjang 2025

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Mamuju merilis laporan capaian kinerja tahunan terkait penanggulangan tindak pidana narkotika di wilayah hukum Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Terhitung sejak Januari hingga Desember 2025, kepolisian berhasil memutus rantai peredaran gelap narkotika dengan menyita barang bukti signifikan. Kasat Narkoba Polresta Mamuju, AKP Sigit Nugroho, dalam keterangan resminya […]

  • Pemda Mamasa Dinilai “Amnesia” Terhadap Longsor Desa Pangadaran

    Pemda Mamasa Dinilai “Amnesia” Terhadap Longsor Desa Pangadaran

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Sudah memasuki pekan kedua sejak material longsor menutup akses utama menuju Desa Pangadaran, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa pada awal Mei 2025. Namun, hingga kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa dinilai jalan di tempat dan belum menunjukkan langkah konkret untuk membuka akses yang menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut. ​Kelumpuhan total akses jalan ini […]

  • Harga Beras Premium di Mamasa Tembus Rp 15 Ribu per Liter

    Harga Beras Premium di Mamasa Tembus Rp 15 Ribu per Liter

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Harga komoditas beras jenis premium di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, dilaporkan mengalami kenaikan signifikan sejak sepekan terakhir. Saat ini, harga beras berkualitas tinggi tersebut telah menembus angka Rp 15.000 per liter. ​Sebelum melonjak, harga beras premium di pasaran lokal terpantau masih berkisar antara Rp 13.000 hingga Rp 14.000 per liter. ​Salah seorang […]

expand_less