Resmi Dikukuhkan, KORPRI Mamuju Tengah Ditantang Pacu Inovasi dan Optimalkan Sistem WFA
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Rab, 3 Jun 2026
- visibility 50
- comment 0 komentar

Proses Pelantikan Pengurus KORPRI Mamuju Tengah masa bakti 2026-2031 di Aula Kantor Bupati Mateng, Rabu (3/6/2026) Foto/Ruly Syamsil.
MATENG, Sulbarupdate.id – Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, masa bakti 2026-2031 resmi dilantik.
Prosesi pengukuhan berlangsung di Aula A Lantai II Kantor Bupati Mateng, kawasan KTM Tobadak, Jalan Tammauni Pue Ballung, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri jajaran pemerintah daerah serta aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Mateng.
Wakil Bupati Mamuju Tengah, Dr. Askary Anwar, berharap KORPRI dapat menjadi motor penggerak peningkatan inovasi di kalangan ASN.
Menurut Askary, berdasarkan instrumen penilaian yang diajukan kepada Kementerian Dalam Negeri, Kabupaten Mateng telah masuk dalam kategori daerah inovatif.
“Karena itu, kepada Ketua Dewan Pengurus KORPRI beserta jajarannya, kami berharap dapat mendorong seluruh ASN untuk terus meningkatkan inovasi di semua sektor dan bidang sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” ujar Askary.
Selain itu Askary mengatakan budaya inovasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pejabat eselon II dan III, tetapi harus tumbuh di seluruh tingkatan ASN.
Menurutnya, inovasi menjadi salah satu kunci dalam menjawab berbagai tantangan, termasuk efisiensi kerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Selain itu, Ia menyampaikan bahwa sejak Februari 2026, Pemkab Mateng telah menerapkan pola kerja yang lebih fleksibel melalui mekanisme work from anywhere (WFA) pada hari tertentu.
Kebijakan tersebut, kata dia, bertujuan memberikan ruang bagi ASN, baik PNS maupun PPPK, untuk tetap produktif tanpa mengabaikan tanggung jawab pekerjaan.
“Kami ingin memberikan ruang kepada teman-teman ASN, PPPK penuh waktu maupun paruh waktu untuk beraktivitas secara lebih fleksibel, namun tetap mengedepankan kinerja dan tanggung jawab,” ujar nya.
Meski di tengah keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran, Pemkab Mateng tetap berkomitmen memberikan perhatian terbaik kepada seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK. Kata Askary.
Pada kesempatan itu, Askary juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat sistem manajemen sumber daya manusia aparatur.
Salah satunya melalui penerapan sistem merit dan manajemen talenta guna menciptakan aparatur yang profesional, kompeten, dan berdaya saing.
“Kami bersama Bapak Bupati berkomitmen menjadikan Mateng sebagai salah satu daerah yang terdepan dalam penerapan manajemen talenta,” pungkasnya.(**)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
