Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Jejak Keteladanan Dua Putra Mandar untuk Indonesia

Jejak Keteladanan Dua Putra Mandar untuk Indonesia

  • account_circle sulbarupdate.id
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
  • visibility 346
  • comment 0 komentar

SULBARUPDATE.ID – Mandar adalah tanah yang tidak hanya melahirkan pelaut tangguh, tetapi juga manusia-manusia berkarakter kuat. Di wilayah yang menjunjung siri’—malu berkhianat pada amanah—dan lokko’—teguh menjaga harga diri—nilai bukan sekadar warisan budaya, melainkan laku hidup. Dari tanah inilah lahir dua putra terbaik bangsa yang jejaknya melampaui daerah asalnya: Baharuddin Lopa dan Salim S. Mengga.

Keduanya menempuh jalan pengabdian yang berbeda, hidup di ruang kekuasaan yang berbeda, namun memperlihatkan satu kesamaan mendasar: integritas yang tidak pernah dinegosiasikan. Dalam zaman ketika kekuasaan sering kali menjauhkan manusia dari nilai, mereka justru menjadikan nilai sebagai penuntun kekuasaan.

PROF. DR. BAHARUDDIN LOPA – Keteguhan dan Keberanian Yang Sunyi

Lopa dikenal luas sebagai sosok penegak hukum yang keras pada diri sendiri dan tanpa kompromi terhadap penyimpangan. Sejak awal pengabdiannya sebagai hakim dan jaksa, ia membangun reputasi sebagai aparat negara yang tidak bisa dibeli dan tidak bisa ditundukkan oleh tekanan kekuasaan.

Ketika Indonesia memasuki masa reformasi, kepercayaan publik terhadap hukum berada di titik nadir. Penegakan hukum dicurigai sarat kepentingan, hukum kerap tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Dalam konteks itulah Baharuddin Lopa dipercaya menjabat sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 2001.

Jabatan itu datang bukan tanpa risiko. Ia memikul ekspektasi besar sekaligus tekanan politik yang tidak kecil. Namun sejak awal, Lopa menunjukkan garis sikap yang jelas: hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan, justru kekuasaanlah yang harus tunduk pada hukum.

Dalam masa jabatan yang singkat, ia mengambil langkah-langkah tegas yang mencerminkan watak sejatinya. Ia tidak memilih perkara berdasarkan siapa pelakunya, melainkan berdasarkan apa pelanggarannya. Baginya, kebenaran hukum tidak mengenal kawan atau lawan.

Ketegasan itu sering kali membuatnya berdiri sendirian. Namun Lopa memahami bahwa kesendirian dalam kebenaran jauh lebih terhormat daripada kebersamaan dalam kompromi. Ia meyakini bahwa jabatan hanyalah titipan, sedangkan integritas adalah kehormatan yang harus dijaga seumur hidup.

Saat wafat pada tahun 2001, Indonesia kehilangan sosok penegak hukum yang langka. Ia pergi tanpa meninggalkan kemewahan, tanpa jejak kekayaan mencolok. Namun ia meninggalkan sesuatu yang jauh lebih bernilai: keberanian moral—bahwa hukum bisa ditegakkan secara lurus bila penegaknya berani membayar harga kejujuran.

MAYJEND (PURN) SALIM S. MENGGA – Pengabdian Tanpa Akhir

Salim S. Mengga menempuh jalan pengabdian melalui institusi militer, sebuah ruang yang menuntut disiplin tinggi, loyalitas, dan keteguhan karakter. Sepanjang kariernya sebagai perwira TNI, ia dikenal bersahaja, tenang, dan konsisten dalam sikap.

Pangkat dan jabatan tidak pernah menjadikannya berjarak. Ia tidak membangun tembok antara dirinya dan bawahan, tidak pula menjadikan kewenangan sebagai alat untuk menegaskan superioritas. Dalam budaya militer yang keras, ia justru dikenang karena keteladanan personal dan kesederhanaan hidup.

Selepas purna tugas dari militer, Salim S. Mengga tidak berhenti mengabdi. Ia membawa nilai-nilai disiplin dan integritas itu ke ruang pengabdian sipil. Ketika dipercaya menjabat sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat periode 2017–2022, ia memandang jabatan sebagai amanah, bukan privilese.

Dalam keseharian, ia tampil apa adanya. Tidak silau fasilitas, tidak mengejar kemewahan, dan tidak menciptakan jarak dengan rakyat. Ia hadir sebagai pemimpin yang membumi—mendengar, bekerja, dan menjaga konsistensi antara kata dan perbuatan.

Di tengah godaan kekuasaan yang sering membuka peluang penyalahgunaan wewenang, Salim S. Mengga memilih tetap lurus. Ia tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi, tidak menggunakan kekuasaan untuk menumpuk harta. Baginya, kehormatan hidup jauh lebih penting daripada keuntungan sesaat.

Kesederhanaannya justru melahirkan wibawa. Ia dihormati bukan karena simbol kekuasaan, tetapi karena keteguhan nilai. Dalam dirinya, jabatan menemukan makna sejatinya: ruang pelayanan, bukan panggung kemegahan.

SATU NILAI, DUA TELADAN

Baharuddin Lopa dan Salim S. Mengga memperlihatkan bahwa kekuasaan tidak harus memisahkan manusia dari nilai. Mereka tidak menjadikan harta sebagai ukuran keberhasilan hidup, tidak pula menjadikan jabatan sebagai alat pemuas ambisi.

Dalam diri keduanya, siri’ hidup sebagai sikap: malu berkhianat pada amanah. Harga diri tidak diukur dari kemewahan, tetapi dari kesetiaan pada nilai. Mereka membuktikan bahwa integritas bukan slogan, melainkan pilihan hidup yang menuntut konsistensi dan keberanian.

Bagi Mandar, keduanya adalah cermin jati diri. Bagi Indonesia, mereka adalah pengingat bahwa negeri ini masih bisa berdiri tegak di atas kejujuran. Kini, ketika keduanya telah berpulang, teladan itu tidak boleh berhenti sebagai kenangan.

Sebab bangsa ini tidak hanya membutuhkan pemimpin yang cerdas dan kuat, tetapi manusia-manusia yang berani menjaga nurani di puncak kuasa.

Dari tanah Mandar, dua putra terbaik telah menunjukkan bahwa jalan itu mungkin—meski tidak pernah mudah.

Al-Fātiḥah untuk keduanya.(*)

  • Penulis: sulbarupdate.id

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satu Abad NU, Presiden Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji

    Satu Abad NU, Presiden Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji

    • 0Komentar

    Malang, Sulbarupdate.id – Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya menurunkan biaya haji jemaah Indonesia. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Di hadapan para ulama NU, Prabowo memastikan kepentingan rakyat akan selalu menjadi prioritas utama pemerintahannya. “Saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” kata Prabowo. Prabowo juga mengumumkan pembangunan […]

  • Beredar Pamflet Desak Polres Mamasa Periksa Sopir Ibu Bupati Terkait Dugaan Nota Fiktif

    Beredar Pamflet Desak Polres Mamasa Periksa Sopir Ibu Bupati Terkait Dugaan Nota Fiktif

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Beredar unggahan melalui pamflet berisi desakan kepada Polres Mamasa untuk memeriksa seorang oknum sopir dinas berinisial S mendadak ramai di media sosial Facebook. Pamflet tersebut diunggah oleh akun Peserta Anonim di grup Facebook WARKOP to MAMASA, pada Minggu (9/8/2026). Dalam pamflet itu, terpampang tulisan berukuran besar mendesak Polres Mamasa memeriksa sopir Ibu […]

  • Libur Lebaran Idul Adha, Air Terjun Sarambu Liawan Mamasa Padat Pengunjung

    Libur Lebaran Idul Adha, Air Terjun Sarambu Liawan Mamasa Padat Pengunjung

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Momen libur panjang Hari Raya Idul adha 1447 Hijriah membawa berkah tersendiri bagi pariwisata di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Pasalnya ratusan pengunjung dari berbagai daerah memadati wisata Air Terjun Sarambu Liawan yang terletak di Kecamatan Sumarorong, Rabu (27/5/2026). Kombinasi udara pegunungan yang sejuk, gemericik air yang menenangkan, serta panorama air terjun yang […]

  • Percobaan Pemerkosaan di Toraja, Pelaku Ditangkap Usai Kepergok Suami Korban

    Percobaan Pemerkosaan di Toraja, Pelaku Ditangkap Usai Kepergok Suami Korban

    • 0Komentar

    TORAJA UTARA, Sulbarupdate.id – Kasus percobaan pemerkosaan menggemparkan warga Jalan Serang, Kelurahan Mentirotiku, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, pada Selasa malam (20/1/2026). Seorang pria berinisial JT (30) kini mendekam di sel tahanan Mapolres Toraja Utara setelah tertangkap basah saat mencoba melecehkan korbannya. Kronologi Kejadian Peristiwa bermula saat korban, ABA (27), hendak ke kamar mandi umum […]

  • Bupati Mamasa Tinjau Jalan Ekstream Pamoseang Pangga, Perbaikan Dilakukan Bertahap

    Bupati Mamasa Tinjau Jalan Ekstream Pamoseang Pangga, Perbaikan Dilakukan Bertahap

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID — Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, meninjau langsung kondisi jalan ekstrem menuju Desa Pamoseang Pangga, Kecamatan Aralle, Selasa (13.01.2026). Jalan sepanjang sekitar 7,5 kilometer tersebut dinilai sangat menantang karena tidak dapat dilalui kendaraan roda empat dan hanya bisa dijangkau dengan sepeda motor serta berjalan kaki. Kunjungan kerja ini turut didampingi Wakil Ketua DPRD Mamasa […]

  • Pemkab Mamasa Terima Bantuan 7 Unit Motor Sampah dari PLN Bakaru dan Bank Sulselbar

    Pemkab Mamasa Terima Bantuan 7 Unit Motor Sampah dari PLN Bakaru dan Bank Sulselbar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Otonomi Daerah (Otoda) di Kabupaten Mamasa tahun 2026 menjadi langkah nyata dalam upaya pelestarian lingkungan. Pemerintah Kabupaten Mamasa menerima bantuan sedikitnya 7 unit motor gerobak pengangkut sampah dari mitra sektor swasta dan perbankan, Sabtu (2/5/2026). Bantuan tersebut terdiri dari 3 unit dari PT PLN Nusantara […]

expand_less