Nasional – Sulbarupdate.id – Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang stabil hingga akhir tahun 2025 di tengah tekanan ekonomi global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi nasional hingga Triwulan III 2025 tercatat berada di kisaran 5 persen secara tahunan (year on year), mencerminkan daya tahan ekonomi domestik yang masih terjaga, Mamuju 28 Desember 2025.
BPS menyebutkan bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Aktivitas ekonomi masyarakat sepanjang 2025 relatif terjaga seiring stabilnya harga kebutuhan pokok serta meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi domestik.
Dari sisi stabilitas harga, Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa tingkat inflasi nasional sepanjang 2025 berada dalam rentang sasaran 2–4 persen. Kondisi ini dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam menjalankan aktivitas produksi dan investasi.
Sementara itu, data dari Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa sektor investasi masih mencatatkan kinerja positif. Realisasi penanaman modal, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA), terus tumbuh, terutama pada sektor industri pengolahan, energi, dan ekonomi digital. Pemerintah menilai perbaikan iklim usaha serta pembangunan infrastruktur turut mendukung peningkatan investasi tersebut.
Dari sisi kebijakan, pemerintah dan Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Kebijakan fiskal tetap diarahkan untuk mendukung belanja prioritas dan perlindungan sosial, sementara kebijakan moneter dijalankan secara hati-hati guna menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional.
Meski mencatat pertumbuhan yang stabil, sejumlah tantangan masih dihadapi. Perlambatan ekonomi global, dinamika geopolitik, serta fluktuasi harga komoditas berpotensi memengaruhi kinerja ekspor Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah mendorong penguatan permintaan domestik dan diversifikasi pasar ekspor sebagai langkah antisipatif.
Hingga akhir 2025, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia akan tetap berada pada jalur pertumbuhan yang berkelanjutan dengan fundamental yang relatif kuat, meskipun risiko global masih membayangi.
Sumber data :

