Breaking News
light_mode
Beranda » Pemerintahan » Gubernur Sulbar Desak Relaksasi UU HKPD: Hindari Risiko ‘Shutdown’ Daerah

Gubernur Sulbar Desak Relaksasi UU HKPD: Hindari Risiko ‘Shutdown’ Daerah

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
  • visibility 277
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mengungkap kekhawatirannya terhadap ancaman krisis fiskal yang membayangi daerah.

Hal ini dipicu pemberlakuan Pasal 146 UU No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen pada tahun 2027.

​Dalam audiensi bersama organisasi kepemudaan (OKP) dan perwakilan PPPK di Kantor Gubernur Sulbar, Suhardi memaparkan bahwa rata-rata belanja pegawai di kabupaten se-Sulbar telah menyentuh angka 40 persen, sementara tingkat provinsi mencapai 38 persen.

​”Pemprov Sulbar bahkan harus melakukan penyesuaian anggaran hingga Rp220 miliar. Kami mengusulkan relaksasi Pasal 146. Jika tidak ada kebijakan khusus dari pusat, ini bisa menjadi bencana bagi daerah, bahkan berpotensi menyebabkan shutdown,” tegas Suhardi didampingi Sekda Junda Maulana, Jumat (10/4/2026).

​Penerapan aturan ini dinilai dilematis. Di satu sisi, daerah wajib menekan belanja pegawai, namun di sisi lain terdapat ribuan tenaga PPPK, baik formasi waktu (FW) maupun paruh waktu (PW), yang menggantungkan nasib pada APBD. Tanpa relaksasi, gelombang PHK massal sulit dihindari.

​Merespons hal tersebut, perwakilan HMI MPO Mamuju, Aco Riswan, menilai kebijakan pusat ini kontraproduktif dan memicu kebingungan di akar rumput. Ia mendesak pemerintah pusat untuk menunda implementasi aturan tersebut.

​”Langkah cepat yang dibutuhkan adalah mendorong pusat menunda kebijakan ini, sekaligus memberikan ruang bagi daerah untuk menggenjot PAD dan menertibkan sektor pajak agar fiskal menguat,” ujar Aco.

​Diskusi ini menghasilkan kesepahaman untuk menyusun rekomendasi bersama. Gubernur berharap dukungan dari elemen mahasiswa dan OKP agar persoalan ini dilihat secara jernih oleh pemerintah pusat.

​Rekomendasi tersebut akan segera dikirim ke Jakarta sebagai bahan pertimbangan agar kebijakan fiskal nasional lebih adaptif terhadap kondisi rill di daerah, khususnya daerah dengan kapasitas fiskal yang masih terbatas seperti Sulawesi Barat.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Simfoni Digital di Bumi Lalla Tassisara’: Menganyam Narasi Pembangunan Lewat Sinergi Media

    Simfoni Digital di Bumi Lalla Tassisara’: Menganyam Narasi Pembangunan Lewat Sinergi Media

    • 0Komentar

    ​TOPOYO, Sulbarupdate.id – Di tengah arus disrupsi informasi yang kian menderu, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) mengambil langkah taktis untuk memastikan denyut pembangunan daerah tetap terdengar jernih di telinga publik. Bertempat di Aula Rapat Kantor Bappeda Mateng, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfostatisper) resmi mematri komitmen kolaboratif bersama puluhan media siber, Rabu (4/2/2026). ​Agenda […]

  • BWS Sulawesi Usulkan Penanganan Permanen Sungai Mandar ke Pusat

    BWS Sulawesi Usulkan Penanganan Permanen Sungai Mandar ke Pusat

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V Mamuju memastikan langkah penanganan permanen untuk mengatasi masalah abrasi dan banjir di Sungai Mandar, Polewali Mandar, telah masuk dalam meja usulan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Meski dokumen perencanaan telah rampung, pelaksanaan fisik di lapangan kini bergantung pada prioritas anggaran nasional. Mamuju, Arnold M. Ratu, mengungkapkan bahwa […]

  • Inspektorat Sulbar Serahkan Hasil Audit PKKN kepada Aspidsus Kejati Sulbar   

    Inspektorat Sulbar Serahkan Hasil Audit PKKN kepada Aspidsus Kejati Sulbar  

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id –  Inspektur Daerah Provinsi Sulawesi Barat, M. Natsir, didampingi Inspektur Pembantu Khusus (Irban Khusus) Khairani beserta tim auditor Inspektorat Sulbar menyerahkan Laporan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) kepada Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, Fatoni Hatam, di Kantor Kejati Sulbar, Kamis, 5 Februari 2026. Penyerahan Laporan Hasil Penghitungan Kerugian […]

  • Bupati Mamasa Tinjau Proyek Percetakan Sawah di Tamalantik

    Bupati Mamasa Tinjau Proyek Percetakan Sawah di Tamalantik

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), terus memacu perluasan lahan produktif melalui program percetakan sawah baru. Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, melakukan peninjauan langsung untuk memastikan progres pengerjaan di Desa Tamalantik, Kecamatan Tanduk Kalua, pada Jumat (16/01/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati yang didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Mamasa dan Kepala Desa Tamalantik, menunjukkan […]

  • Api Terus Meluas di Gunung Rewata Majene

    Api Terus Meluas di Gunung Rewata Majene

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Rewata, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terus meluas.  Kobaran api yang terlihat dari kejauhan memicu kekhawatiran masyarakat karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari ruas Jalan Poros Trans Sulawesi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejak awal kejadian, petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi untuk […]

  • Satu Abad NU, Presiden Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji

    Satu Abad NU, Presiden Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji

    • 0Komentar

    Malang, Sulbarupdate.id – Presiden Prabowo Subianto menyatakan komitmennya menurunkan biaya haji jemaah Indonesia. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). Di hadapan para ulama NU, Prabowo memastikan kepentingan rakyat akan selalu menjadi prioritas utama pemerintahannya. “Saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” kata Prabowo. Prabowo juga mengumumkan pembangunan […]

expand_less