Mahasiswa KKN Tematik Unhas Luncurkan Tujuh Program Inovatif di Desa Wisata Bababulo
- account_circle Juita
- calendar_month Kam, 16 Jul 2026
- visibility 179
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata atau KKN Tematik Desa Wisata Gelombang 116 Universitas Hasanuddin resmi meluncurkan tujuh program kerja inovatif di Desa Bababulo, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene.
Program-program tersebut dipaparkan dalam Seminar Program Kerja yang berlangsung di Kantor Desa Bababulo pada Selasa malam, 14 Juli 2026.
Mengusung semangat pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan, seminar ini dihadiri oleh sekitar 70 peserta.
Mereka terdiri dari unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, kelompok perempuan, hingga warga dari berbagai dusun di wilayah tersebut.
Penjabat Kepala Desa Bababulo, Fadli, menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran para mahasiswa. Ia menegaskan komitmen pemerintah desa untuk mendukung penuh seluruh program kerja yang akan dilaksanakan.
Fadli berharap melalui kegiatan ini mahasiswa dan masyarakat bisa sama-sama belajar. Pemerintah desa juga berkomitmen mendukung semaksimal mungkin serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendampingi mahasiswa selama masa pengabdian.
Senada dengan hal itu, Dosen Pembina KKN Tematik Unhas, Muhammad Abdillah Rahmat, berharap para mahasiswa dapat menjaga nama baik almamater. Ia juga meminta mahasiswa memosisikan diri untuk belajar langsung dari kearifan lokal masyarakat setempat.
Berdasarkan hasil observasi lapangan, mahasiswa KKN Tematik Unhas merumuskan tujuh program kerja terintegrasi untuk mendukung Bababulo sebagai desa wisata yang berkelanjutan.
Program pertama adalah pembentukan Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis sebagai wadah penggerak pengelolaan potensi wisata secara terorganisasi.
Kedua, program Bank Sampah Desa yang bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Ketiga, pembuatan biopori sebagai solusi resapan air hujan sekaligus pengolahan sampah organik menjadi kompos.
Program keempat adalah pembuatan Website Desa Bababulo sebagai media informasi resmi mengenai profil desa, layanan pemerintahan, dan potensi wisata.
Kelima, program Bababulo Tersiar yang berfokus pada gerakan publikasi digital melalui konten kreatif di berbagai platform media sosial. Keenam, inovasi kuliner Onigiri Mandar yang mengolah nasi dan rumput laut dengan isian hasil laut khas pesisir.
Program terakhir adalah Seminar Perikanan Berkelanjutan yang memberikan edukasi mengenai alat tangkap ramah lingkungan bagi nelayan setempat.
Dari ketujuh program tersebut, inovasi kuliner Onigiri Mandar menjadi sorotan utama warga. Produk ini mengadaptasi bentuk makanan khas lokal Jepa yang kemudian dikemas modern dengan sentuhan hasil laut Bababulo.
Inovasi ini diproyeksikan menjadi ikon kuliner baru sekaligus oleh-oleh khas yang meningkatkan nilai tambah komoditas pesisir.
Sebagai langkah konkret setelah seminar selesai dilaksanakan, mahasiswa bersama pemerintah desa langsung membentuk lima Kelompok Kerja atau Pokja Relawan Sadar Wisata yang disingkat Redarwis.
Pokja ini akan bertindak sebagai mitra strategis sekaligus pemegang estafet keberlanjutan program setelah masa KKN berakhir.
Kelompok kerja tersebut terdiri dari Pokja Wisata yang diketuai oleh Herlin, Pokja Lingkungan yang dipimpin oleh Hammad Damin, dan Pokja Ekonomi Kreatif di bawah arahan Rahmiani.
Selain itu, dibentuk juga Pokja Pesisir yang diketuai oleh Muhdiar, serta Pokja Digitalisasi dan Publikasi yang fokus pada promosi digital dan dokumentasi kegiatan.
Melalui sinergi gotong royong ini, Desa Bababulo optimistis dapat bertransformasi menjadi desa wisata yang berdaya saing, mandiri, dan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat secara berkelanjutan.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
