Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » HMI Majene Soroti Jalan Rp16,8 Miliar Cepat Retak, Minta Uji Teknis Independen

HMI Majene Soroti Jalan Rp16,8 Miliar Cepat Retak, Minta Uji Teknis Independen

  • account_circle Juita
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • visibility 162
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene melalui Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) menyoroti kondisi Jalan Ruas Lembang–Lutang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, yang disebut mengalami keretakan meski pekerjaan preservasi jalan tersebut relatif baru rampung.

Proyek yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 itu memiliki nilai kontrak sekitar Rp16,849 miliar. Munculnya keretakan memanjang pada badan jalan menjadi perhatian HMI karena dinilai perlu segera diperiksa untuk memastikan kualitas pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dalam kontrak.

Fungsionaris Bidang PTKP HMI Cabang Majene, Kadi, mengatakan kerusakan pada pekerjaan jalan yang masih relatif baru tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis biasa.

Menurut dia, diperlukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab keretakan, termasuk terhadap kualitas material, ketebalan lapisan perkerasan, kadar aspal, serta tingkat kepadatan lapisan konstruksi.

“Anggaran belasan miliar ini adalah uang rakyat, bukan karpet merah untuk memperkaya kontraktor nakal. Sangat memuakkan melihat aspal dengan anggaran jumbo sudah retak membelah seolah dikerjakan asal-asalan,” tegas Kadi, Kamis (10/9/2026).

Kadi mengatakan pihaknya menduga terdapat kemungkinan persoalan pada kualitas campuran aspal maupun proses pelaksanaan konstruksi. Namun, ia menegaskan dugaan tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan pengujian laboratorium.

“Dugaan kami harus dibuktikan secara teknis. Karena itu kami meminta dilakukan pengujian independen, bukan sekadar pemeriksaan administratif atau pemeriksaan dari pihak yang memiliki keterkaitan dengan pekerjaan,” ujarnya.

HMI Majene mendesak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan penyelenggara jalan nasional di Sulawesi Barat melakukan pemeriksaan lapangan secara terbuka.

Salah satu metode yang diminta ialah uji petik melalui Core Drill dan Extraction Test dengan melibatkan laboratorium independen atau pihak ketiga yang memiliki kompetensi.

Menurut HMI, pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi lapisan perkerasan serta karakteristik campuran aspal yang digunakan.

“Kami meminta laboratorium independen dilibatkan agar hasil pemeriksaan benar-benar objektif dan tidak menimbulkan konflik kepentingan,” kata Kadi.

HMI juga meminta hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan. Jika ditemukan ketidaksesuaian terhadap spesifikasi teknis atau persyaratan kontrak, penyedia jasa diminta memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau memang terbukti di bawah standar kontrak, maka harus dilakukan perbaikan secara menyeluruh sesuai hasil pemeriksaan teknis. Jangan sampai hanya ditutup sementara, kemudian beberapa bulan lagi rusak kembali,” tegasnya.

Selain pemeriksaan fisik, HMI Majene meminta Kementerian Pekerjaan Umum melakukan evaluasi terhadap penyedia jasa apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pelanggaran atau kelalaian yang menjadi tanggung jawab penyedia.

HMI juga meminta kemungkinan pemberian sanksi administratif, termasuk daftar hitam (blacklist), dikaji apabila memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Kalau terbukti ada pelanggaran serius dan memenuhi ketentuan untuk dikenakan sanksi, kami meminta pemerintah tidak ragu memberikan sanksi tegas kepada penyedia,” ujarnya.

HMI turut meminta agar mekanisme pembayaran pekerjaan dilakukan berdasarkan progres dan ketentuan kontrak. Mereka juga meminta jaminan pemeliharaan digunakan sesuai ketentuan apabila kerusakan yang ditemukan merupakan bagian dari kewajiban penyedia untuk diperbaiki.

“Kami meminta seluruh mekanisme pembayaran dan jaminan pemeliharaan diawasi secara ketat. Jangan sampai negara dirugikan sementara pekerjaan belum benar-benar memenuhi standar,” kata Kadi.

HMI Cabang Majene menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan meminta PPK serta instansi terkait memberikan penjelasan mengenai kondisi pekerjaan.

Jika tidak terdapat langkah konkret, HMI menyatakan akan mengonsolidasikan aksi massa dan mempertimbangkan pelaporan kepada aparat penegak hukum apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan indikasi pelanggaran hukum atau kerugian negara.

Meski demikian, HMI menegaskan kerusakan fisik jalan tidak serta-merta membuktikan adanya penyimpangan. Menurut mereka, kesimpulan mengenai kualitas pekerjaan harus didasarkan pada pemeriksaan teknis, dokumen kontrak, spesifikasi pekerjaan, serta hasil pengujian laboratorium.

“Yang kami minta sederhana: buka datanya, lakukan pengujian secara independen, umumkan hasilnya, dan tindak sesuai aturan apabila ditemukan pelanggaran. Ini uang negara dan masyarakat berhak mengetahui kualitas pekerjaan yang mereka biayai,” tutup Kadi.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Hamsah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun 2025 Pengadilan Agama Polman Cetak 624 Janda, 598 Perkara Diajukan Istri

    Tahun 2025 Pengadilan Agama Polman Cetak 624 Janda, 598 Perkara Diajukan Istri

    • 0Komentar

    Polman, Sulbarupdate.id- Pengadilan Agama Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) menerima 794 laporan perkara perceraian sepanjang tahun 2025, Rabu (24/12/2025). Dengan tipe laporan cerai talak diajukan oleh suami sebanyak 196 dan gugatan cerai diajukan pihak istri sebanyak 598 laporan perkara. Total keseluruhan laporan perkara perceraian diterima sebanyak 794, istri mengugat suami untuk cerai lebih banyak. […]

  • Helikopter Raffi Ahmad Nyaris Kecelakaan Akibat Cuaca Buruk di Bali

    Helikopter Raffi Ahmad Nyaris Kecelakaan Akibat Cuaca Buruk di Bali

    • 0Komentar

    BALI, Sulbarupdate.id – Kabar mengejutkan datang dari presenter ternama Raffi Ahmad. Helikopter yang ditumpanginya nyaris mengalami kecelakaan saat terjebak cuaca buruk di kawasan Bali Utara dalam perjalanan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kamis (15/1). Peristiwa bermula saat Raffi beserta rombongan bertolak dari Bali Utara menuju Bandara Ngurah Rai pada siang hari. Meski cuaca […]

  • Andi Irwan Pimpin Golkar Mateng, Bidik 9 Kursi DPRD pada 2029

    Andi Irwan Pimpin Golkar Mateng, Bidik 9 Kursi DPRD pada 2029

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — H. Andi Irwan resmi dipercaya menahkodai DPD Partai Golkar Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) setelah terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD Partai Golkar Mamuju Tengah di Wisma Syariah, Topoyo, Jumat (21/8/2026). Usai menerima amanah tersebut, Andi Irwan menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan capaian politik Golkar di Mamuju Tengah. […]

  • Harga Emas Pegadaian Melonjak Tajam, Produk UBS dan Galeri24 Kompak Naik

    Harga Emas Pegadaian Melonjak Tajam, Produk UBS dan Galeri24 Kompak Naik

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Tren kenaikan harga logam mulia kembali berlanjut. Berdasarkan data resmi dari laman Sahabat Pegadaian pada Selasa (6/1/2026), harga emas batangan produksi UBS dan Galeri24 terpantau mengalami kenaikan signifikan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Emas produksi Galeri24 mencatatkan lonjakan sebesar Rp34.000, dari harga semula Rp2.522.000 menjadi Rp2.556.000 per gram. Sementara itu, emas batangan UBS mengalami […]

  • BREAKING NEWS: Tanah Longsor Terjang Pemukiman di Aralle, Satu Rumah Tertimbun

    BREAKING NEWS: Tanah Longsor Terjang Pemukiman di Aralle, Satu Rumah Tertimbun

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bencana tanah longsor dilaporkan menerjang wilayah Dusun Kasampoang, Desa Uhailanu, Kecamatan Aralle Kabupaten Mamasa. Peristiwa diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.30 WITA, Sabtu (9/5/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, satu unit rumah warga tertimbun longsor hingga rusak parah. Belum diketahui identitas pemilik rumah tersebut. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait […]

  • Diduga Fiktif, Penggunaan Dana Hibah Rp700 Juta di STT Arastamar Mamasa Disorot Pegiat Anti Korupsi

    Diduga Fiktif, Penggunaan Dana Hibah Rp700 Juta di STT Arastamar Mamasa Disorot Pegiat Anti Korupsi

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dugaan penyimpangan alokasi dana hibah untuk pembangunan Gedung Sekolah Tinggi Teologi (STT) Arastamar Mamasa menyita perhatian publik. Penggunaan dana sebesar Rp700 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Mamasa Tahun Anggaran 2022 tersebut diduga kuat bermasalah. ​Pegiat Anti Korupsi Mamasa, Marthen Ma’dika, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan indikasi kuat adanya manipulasi dalam Laporan Pertanggungjawaban […]

expand_less