KSP Turun Cek RS PHTC Tobadak, Progres Pembangunan Capai 30,89 Persen
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Bupati Mamuju Tengah (Mateng), Dr. H. Arsal Aras, bersama Tim Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), Steven Pratama dan perwakilan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Hasria, tinjau langsung pembangunan proyek Rumah Sakit Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kamis 10/9/2026 malam.
Peninjauan dilakukan guna memastikan program strategis nasional itu berjalan sesuai target dan tidak mengalami kendala apa pun.
Bupati Arsal mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan secara keseluruhan bahwa program pemerintah pusat di Mamuju Tengah berjalan sebagaimana mestinya.
Menurut Arsal, Kamis (Red), pihaknya mendapat kabar bahwa Tim Kantor Staf Kepresidenan akan hadir untuk mengecek proses pembangunan rumah sakit di Mamuju Tengah.
“Tujuan rombongan memastikan program Pak Presiden kita di Mamuju Tengah ini berjalan sebagaimana mestinya,” Kata Arsal, kepada wartawan.
Kata dia, pengecekan yang dilakukan tim KSP cukup detail. Bahkan, sejumlah kebutuhan yang telah dipesan untuk mendukung operasional rumah sakit turut diperiksa.
“Yang dicek tadi sampai PO-nya, apakah betul sudah dipesan lift-nya, genset-nya dan lain sebagainya,” ujar Arsal.
Terkait hasil pengecekan secara teknis maupun perkembangan pembangunan, sambung Arsal, pihak KSP dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akan menyampaikan secara lebih rinci bersama pihak kontraktor.
“Kami sebagai Pemerintah Daerah hari ini memfasilitasi rombongan untuk mengecek langsung pembangunan ini. Dan alhamdulillah progresnya berjalan positif,” sambungnya.
Sementara itu, Steven Pratama mengatakan kedatangan tim KSP ke Mamuju Tengah memiliki tujuan utama untuk memastikan percepatan pembangunan proyek strategis nasional, salah satunya peningkatan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dari tipe D menjadi tipe C.
“Tujuan kami hadir di Mamuju Tengah ini hanya satu, yakni memastikan percepatan pembangunan strategis nasional. Salah satunya yang digagas di sini adalah peningkatan rumah sakit dari tipe D ke tipe C,” kata Steven menjawab pertanyaan wartawan.
Ia menjelaskan, pengecekan tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, Tim juga memastikan berbagai aspek pendukung, mulai dari pelayanan, administrasi, perizinan hingga kelengkapan dokumen yang dibutuhkan.
“Jadi kami hadir untuk memastikan semua berjalan lancar, seperti hal-hal teknis berupa pelayanan, administrasi perizinan hingga dokumen-dokumen yang diperlukan,” jelas nya.
Menurut Steven, hal yang paling penting setelah pembangunan selesai adalah manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, olehnya itu Rumah sakit tersebut diharapkan tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi mampu memberikan pelayanan yang lebih baik ke pada masyarakat Mamuju Tengah.
“Kemudian yang paling penting itu out income-nya. Ketika rumah sakit ini jadi, tidak hanya sebatas bangunan fisik, tetapi benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat di Mamuju Tengah,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, perwakilan Kementerian Kesehatan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Hasria, mengatakan pembangunan Rumah Sakit PHTC saat ini telah memasuki minggu ke-15 dan menunjukkan perkembangan positif.
“Untuk saat ini pembangunan telah memasuki minggu ke-15 dan alhamdulillah masih positif. Progresnya sekitar 30,89 persen,” ujar Hasria.
Pihak nya berharap seluruh tahapan pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah, yakni pada akhir tahun 2026.
“Harapan kita, proyek ini bisa tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan Presiden Prabowo, yakni 31 Desember, sehingga nantinya dapat di resmikan Januari 2027,” tutupnya.
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Hamsah
