Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Akses Informasi RSUD Satelit Tobadak Dipersoalkan, Pengelola: Hanya Miskomunikasi

Akses Informasi RSUD Satelit Tobadak Dipersoalkan, Pengelola: Hanya Miskomunikasi

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 22
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Sorotan terhadap keterbukaan informasi publik mengenai progres pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Satelit Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, akhirnya mendapat respon pihak pengelola. 

Proyek pembangunan rumah sakit yang menggunakan anggaran negara itu sebelumnya disorot media lantaran diduga pihak pengelola berjarak saat ditanya progres pekerjaan.

Sebelumnya, sejumlah awak media mendatangi lokasi untuk mengakses informasi mengenai perkembangan pekerjaan di lapangan.

Namun, pihak pengelola seolah menutup akses informasi mengenai sejauh mana progres pembangunan fasilitas kesehatan itu. 

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik. Sebab, pembangunan fasilitas kesehatan milik negara bukan semata-mata perkara konstruksi, melainkan bagian dari investasi pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. 

Karena itu, progres dan mutu pekerjaan, hingga target penyelesaian menjadi informasi yang layak diketahui publik.

Sejumlah wartawan kemudian mendatangi lokasi pembangunan untuk memperoleh keterangan langsung mengenai perkembangan proyek.

Namun, proses peliputan di lokasi sempat mengalami kendala akses informasi. Situasi tersebut kemudian memunculkan kesan bahwa pihak pengelola proyek membatasi ruang wartawan dalam memperoleh informasi.

Proses Wawancara awak media kepada Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, bersama Tenaga ahli Kedeputian IV kepresidenan, Steven Pratama di RSUD Satelit Tobadak, Kamis (10/9/2026) malam. Foto/Ruly Syamsil. 

 

Persoalan itu akhirnya mendapat tanggapan dari Project Manager PT PP (Persero) Tbk, Agus Suryono.

Agus membantah adanya kebijakan untuk menutup akses informasi bagi wartawan. Menurutnya, persoalan yang terjadi di lapangan lebih disebabkan oleh miskomunikasi antara petugas proyek dan awak media.

“Menurut kami, itu hanya kesalahan miskomunikasi antara teman-teman di lokasi proyek dengan kawan-kawan wartawan,” ujar Agus saat ditemui di lokasi proyek, Kamis (10/9/2026) malam.

Meski demikian, Agus menyatakan pihaknya memahami pentingnya keterbukaan informasi, terutama terhadap progres pembangunan rumah sakit yang menjadi salah satu proyek strategis bagi pelayanan kesehatan masyarakat Mamuju Tengah.

Ia memastikan pihak pengelola proyek akan menyiapkan mekanisme khusus agar wartawan dapat memperoleh informasi secara lebih terarah ketika melakukan peliputan di lokasi.

“Jadi untuk ke depannya akan ada satu tim yang ditempatkan di lapangan untuk memfasilitasi jika ada kawan-kawan wartawan nantinya yang ingin mencari informasi mengenai pembangunan Rumah Sakit PHTC,” jelasnya.

Di tengah polemik mengenai akses informasi tersebut, perkembangan fisik pembangunan Rumah Sakit PHTC juga menjadi perhatian.

Perwakilan Kementerian Kesehatan, Hasria, yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), tiba di Mamuju Tengah pada Kamis sore untuk melihat langsung kondisi pembangunan rumah sakit tersebut.

Hasria mengatakan, proyek saat ini telah memasuki minggu ke-15 pelaksanaan pekerjaan. Berdasarkan pemantauan terakhir, progres pembangunan tercatat mencapai 30,89 persen.

“Untuk saat ini pembangunan telah memasuki minggu ke-15 dan alhamdulillah masih positif. Progresnya sekitar 30,89 persen,” kata Hasria.

Hasria katakan, pemerintah berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga pembangunan rumah sakit tersebut tidak mengalami keterlambatan.

“Harapan kita, proyek ini bisa tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan Presiden Prabowo, yakni di akhir tahun,” ujarnya.

Target tersebut tentu menjadi pekerjaan penting bagi seluruh pihak yang terlibat. Pasalnya, keberhasilan sebuah proyek pemerintah tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan secara fisik, tetapi juga dari ketepatan waktu, kualitas pekerjaan, penggunaan anggaran, serta sejauh mana hasil pembangunan benar-benar dapat segera dirasakan masyarakat.

Di titik inilah keterbukaan informasi menjadi penting. Ketika proyek menggunakan uang negara dan dibangun untuk kepentingan publik, informasi mengenai progres pekerjaan semestinya tidak berhenti di balik pagar proyek. 

Publik berhak mengetahui sejauh mana pembangunan berjalan, sementara media memiliki fungsi kontrol untuk memastikan proses pembangunan tetap berada dalam koridor kepentingan masyarakat.

Sebab, transparansi bukan sekadar membuka pintu kepada wartawan, tetapi memastikan setiap rupiah uang negara yang dibelanjakan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.(**) 

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Hamsah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh! Pedagang di Majene Kehilangan Tas Berisi Uang dan Barang Penting

    Heboh! Pedagang di Majene Kehilangan Tas Berisi Uang dan Barang Penting

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Seorang pedagang di Pasar Sentral Majene, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengaku kehilangan sebuah tas berisi uang dan sejumlah barang penting lainnya, Jumat (7/8/2026).  Kabar tersebut diperoleh melalui unggahan di sosial media yang diposting oleh akun Facebook bernama Oyheramadani Make Up,  Jumat (7/8/2026).   Dalam unggahannya, pemilik akun meminta agar pelaku mengembalikan […]

  • Pasang Target Lebih Presisi, Bapenda Sulbar Bedah Total Potensi Retribusi 2026–2027   

    Pasang Target Lebih Presisi, Bapenda Sulbar Bedah Total Potensi Retribusi 2026–2027  

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat tak ingin memasang target yang meleset. Dalam langkah tegas memperkuat struktur fiskal daerah, Bapenda Sulbar menggelar rapat sinkronisasi penetapan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor retribusi tahun 2026 sekaligus penyusunan rencana target retribusi tahun 2027. Rapat berlangsung Rabu 11 Februari 2026, pukul 09.00 WITA sampai […]

  • Residivis Narkoba Asal Sidrap Ditangkap di Polman bersama 23,4 Gram Sabu

    Residivis Narkoba Asal Sidrap Ditangkap di Polman bersama 23,4 Gram Sabu

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR, Sulbarupdate.id — Satuan Reserse Narkoba Polres Polewali Mandar kembali menggagalkan peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.  Seorang pria berinisial B yang berusia 29 tahun diringkus polisi karena kedapatan memiliki narkotika jenis sabu dengan berat total 23,4 gram.  Tersangka merupakan warga Desa Ciro-Ciroe, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. ​Kasus pengungkapan ini […]

  • Warga Majene Keluhkan Pemadaman Listrik Mendadak, PLN Ungkap Penyebabnya

    Warga Majene Keluhkan Pemadaman Listrik Mendadak, PLN Ungkap Penyebabnya

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Pemadaman listrik secara tiba-tiba kembali dikeluhkan sejumlah masyarakat di Kabupaten Majene. Minimnya informasi sebelum pemadaman membuat pelanggan mempertanyakan kondisi kelistrikan serta meminta PLN memberikan pemberitahuan lebih awal kepada masyarakat. Menanggapi keluhan tersebut, Manager PLN Majene, Hari Murti Fitrianno, menjelaskan bahwa pengaturan beban listrik yang terjadi di Majene bukan merupakan persoalan yang hanya […]

  • Elegansi Adat dalam Langkah Pembangunan, 24 Tahun Mamasa Menenun Asa

    Elegansi Adat dalam Langkah Pembangunan, 24 Tahun Mamasa Menenun Asa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Deru angin pegunungan yang sejuk memeluk Bumi Kondosapata terasa berbeda pada Rabu (11/03/2026). Di ruang paripurna Kantor DPRD Kabupaten Mamasa, suasana formal yang biasanya kaku bertransformasi menjadi panggung penghormatan terhadap akar budaya. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24, Kabupaten Mamasa memilih cara yang bersahaja namun sarat makna yakni merayakan usia […]

  • Hadapi Potensi Bencana, Regu 3 Posko Siaga Darurat BPBD Sulbar Komitmen Siaga 24 Jam

    Hadapi Potensi Bencana, Regu 3 Posko Siaga Darurat BPBD Sulbar Komitmen Siaga 24 Jam

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id- Koordinator Regu 3 Posko Siaga Darurat BPBD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Herman menegaskan komitmen regunya untuk selalu siap siaga 24 jam dalam menghadapi potensi bencana. Disampaikan, penguatan koordinasi internal terus dilakukan guna memastikan setiap informasi dan laporan yang masuk dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat. “Regu 3 Posko Siaga Darurat BPBD Sulbar berkomitmen […]

expand_less