Redam Keresahan Petani, SPKS Mamuju Tengah Pantau Harga TBS di Pabrik
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Jum, 29 Mei 2026
- visibility 157
- comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, SULBARUPDATE.ID — Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, melakukan kunjungan kerja dan audiensi ke sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah tersebut pada Kamis (28/5/2026).
Langkah ini diambil untuk merespons keresahan para petani terkait anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua SPKS Mateng, Irfan, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari amanah SPKS Pusat dan koordinasi dengan kementerian terkait.
SPKS diminta untuk turun langsung ke lapangan guna memverifikasi penyebab penurunan harga, sekaligus mengantisipasi beredarnya isu-isu liar yang tidak akurat.
”Kami diminta turun langsung untuk membangun komunikasi dengan pihak perusahaan guna mencari solusi terbaik. Kami tidak ingin ada pihak yang dirugikan, baik itu perusahaan, petani, maupun pemerintah,” ujar Irfan kepada wartawan.
Berdasarkan hasil pemantauan SPKS di lapangan, situasi distribusi TBS di sejumlah pabrik di Mamuju Tengah dilaporkan mulai berangsur normal.
Antrean panjang kendaraan pengangkut sawit yang sempat mengular dalam beberapa hari terakhir kini mulai berkurang.
PT Trinity Palmas Plantation (TPP): Berlokasi di Tabolang, Kecamatan Topoyo. Antrean kendaraan sudah kembali normal dan harga TBS berada di kisaran Rp1.780 per kilogram.
PT Mitra Andalan Sawit (MAS): Berlokasi di Barakkang, Kecamatan Budong-Budong. Antrean kendaraan mulai menyusut dan harga pembelian TBS juga stabil di angka Rp1.780 per kilogram.
PT Surya Lestari Raya (SLR 2): Berlokasi di Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong. Antrean kendaraan masih terlihat namun kondisinya tidak separah hari-hari sebelumnya.
Secara umum, Irfan menyebut harga pembelian di tingkat pabrik saat ini bergerak di kisaran Rp1.700 hingga Rp1.780 per kilogram. Kendati demikian, harga di tingkat tengkulak atau pengepul di beberapa wilayah Mateng terpantau masih rendah, yakni berkisar antara Rp1.200 hingga Rp1.400 per kilogram.
Dipicu Kebijakan Ekspor CPO yang Mendadak
Menanggapi fluktuasi harga tersebut, Humas PT MAS, Joel, mengungkapkan bahwa penurunan drastis harga TBS beberapa pekan lalu dipicu oleh kebijakan baru pemerintah pusat terkait ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang terkesan mendadak dan minim sosialisasi.
”Tiba-tiba muncul kebijakan baru tanpa adanya sosialisasi awal kepada perusahaan. Saat itu seluruh manajemen perusahaan sempat panik karena belum ada kepastian ke mana pasokan CPO akan dipasarkan,” ungkap Joel.
Meski sempat memicu ketidakpastian pasar, Joel optimistis situasi akan membaik. Ia meminta masyarakat dan petani sawit untuk tetap bersabar selagi pihak perusahaan mempelajari regulasi baru tersebut.
”Bisa jadi dengan kebijakan baru ini, harga TBS ke depan justru akan semakin meningkat. Tentu itu menjadi harapan kita bersama,” tambah Joel.
Di akhir penjelasannya, Ketua SPKS Mateng, Irfan, mengimbau para petani agar tetap tenang, tidak panik, dan memberikan waktu bagi penyesuaian kebijakan baru dari pemerintah pusat. SPKS berharap regulasi yang sedang berjalan ini nantinya akan tetap berpihak pada kesejahteraan petani swadaya.(**)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
