SPPG Rantebulahan Salurkan MBG untuk 2.520 Penerima Manfaat
- account_circle Hamsah
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar

Daftar menu MBG Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rantebulahan, Kecamatan Mambi Kabupaten Mamasa, Jumat (11/9/2026). Dok. Istimewa
MAMASA, Sulbarupdate.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mamasa Mambi Rantebulahan, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Jumat (11/9/2026).
Penyaluran menyasar peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan serta kelompok sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kepala SPPG Mamasa Mambi Rantebulahan, M. Ikbal, mengatakan, pada pelaksanaan kali ini terdapat 2.520 penerima manfaat yang mendapatkan makanan bergizi.
“Penerima manfaat terdiri dari 1.666 siswa dan 473 tenaga pendidik, serta 340 penerima manfaat dari kelompok 3B,” kata M. Ikbal.
Menurutnya, distribusi MBG dilakukan melalui 41 satuan pendidikan yang tersebar di wilayah pelayanan SPPG Mambi Rantebulahan. Jenjang penerima manfaat mencakup PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA.
Selain kelompok pendidikan, program tersebut juga menyasar enam posyandu, yakni Posyandu Saludurian, Rantebulahan, Salumaka, Salualo, Katiluaan, dan Bambang Buda.
Dari kelompok 3B tersebut tercatat sebanyak 31 ibu hamil, 146 balita dan 157 ibu menyusui sebagai penerima manfaat.
“Pelayanan tidak hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga kelompok 3B. Ini menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian lebih,” jelas Ikbal.
Menu Disusun dengan Perhitungan Gizi
Dalam pelaksanaan MBG kali ini, SPPG Mamasa Mambi Rantebulahan menyediakan menu berupa nasi putih, telur ceplok bumbu sate, tempe goreng asam manis, tumis pepaya muda dan wortel, serta buah apel Malang.
Ikbal menjelaskan, komposisi makanan tersebut disusun dengan memperhatikan kebutuhan gizi berdasarkan kelompok penerima manfaat.
Untuk kelompok balita, misalnya, makanan yang diberikan memiliki kandungan energi sebesar 568,1 kilokalori, protein 18,7 gram, lemak 30 gram, karbohidrat 57,5 gram dan serat 1,8 gram.
Sementara untuk ibu hamil dan ibu menyusui, kandungan energi mencapai 786,9 kilokalori, dengan protein 25,7 gram, lemak 33,3 gram, karbohidrat 98,1 gram dan serat 2,2 gram.
Adapun kelompok PAUD, KB, TK dan siswa SD kelas 1–3 memperoleh menu dengan kandungan energi 609,5 kilokalori, protein 19,7 gram, lemak 30,9 gram, karbohidrat 64,9 gram dan serat 1,7 gram.
Sedangkan kelompok siswa SD kelas 4–6 hingga SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan santri mendapatkan asupan dengan kandungan energi 708,3 kilokalori, protein 24 gram, lemak 33,1 gram, karbohidrat 80,7 gram dan serat 2,1 gram.
“Komposisi menu dan kandungan gizi disesuaikan dengan kelompok usia dan sasaran penerima manfaat. Kami berupaya memastikan makanan yang disalurkan tidak hanya memenuhi kebutuhan makan, tetapi juga memiliki nilai gizi yang terukur,” ujar Ikbal.
Dalam operasional pelayanan, SPPG Mamasa Mambi Rantebulahan didukung sebanyak 47 orang karyawan, dengan struktur pengelolaan yang melibatkan tenaga ahli di bidang gizi dan akuntansi.
Ahli gizi SPPG tersebut adalah Kurnia Dwi Oktavia, A.Md.Gz, sedangkan pengelolaan akuntansi ditangani Widya Putri Pratiwi, S.Ak.
Selain distribusi makanan, setiap satuan pendidikan dan posyandu juga memiliki porsi sampel untuk dilakukan pengujian organoleptik sebagai bagian dari pengawasan terhadap makanan yang disajikan.
Pada pelaksanaan Jumat tersebut, terdapat 41 sampel uji organoleptik dari kelompok satuan pendidikan dan enam sampel dari kelompok sasaran 3B.
Dengan cakupan penerima yang mencapai 2.520 orang, pelaksanaan MBG di wilayah Mambi dan sekitarnya menunjukkan besarnya kebutuhan pelayanan pemenuhan gizi bagi peserta didik maupun kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program.
M. Ikbal menegaskan, pihaknya akan terus mengedepankan ketepatan sasaran, kualitas menu, serta aspek keamanan makanan dalam setiap proses pelayanan MBG.
“Kami berharap makanan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi penerima, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi anak-anak serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” pungkasnya.(*)
- Penulis: Hamsah
- Editor: Tim Redaksi
