Bak Berjalan di Sawah, Pasar Tradisional Galung Rantim Dikeluhkan Warga
- account_circle Whelson
- calendar_month Sen, 1 Jun 2026
- visibility 96
- comment 0 komentar

Pasar Tradisional Galung Kecamatan Rantebulahan Timur (Rantim) Kabupaten Mamasa, Foto/Whelson
MAMASA, Sulbarupdate.id – Kondisi Pasar Tradisional Galung di Desa Salumokanan, Kecamatan Rantebulahan Timur (Rantim), Kabupaten Mamasa, kian memprihatinkan.
Pusat perekonomian warga yang beroperasi setiap hari Rabu tersebut kini menuai keluhan tajam dari masyarakat karena kondisinya yang becek dan dipenuhi tumpukan sampah.
Salah seorang warga setempat, Wuxiono, menyayangkan sikap pihak pengelola yang dinilai tutup mata terhadap kondisi fasilitas publik tersebut.
Menurutnya, area pasar kini tampak telantar dan jauh dari kata layak bagi tempat transaksi jual-beli.
“Kasihan masyarakat kita yang datang untuk mencukupi kebutuhannya. Mereka terpaksa berjalan bak di sawah karena jalanan yang becek luar biasa. Seolah-olah sudah tidak ada lagi perhatian dari pihak pengelola,” keluh Wuxiono kepada media, Senin (1/6/2026).

Kondisi Pasar Galung Desa Salumokanan, Kecamatan Rantebulahan Timur, Kabupaten Mamasa, Senin (1/6/2026) Foto/Whelson.
Selain infrastruktur jalan yang rusak dan berlumpur, masalah higienitas menjadi sorotan utama.
Wuxiono membeberkan bahwa ketiadaan fasilitas pembuangan membuat sampah menumpuk di berbagai sudut hingga menyerupai lantai pasar.
“Sampah bertumpuk di mana-mana. Harusnya pengelola sigap menyediakan tempat sampah atau memikirkan solusi jangka panjang agar masyarakat nyaman dalam bertransaksi,” lanjutnya.
Keluhan ini mencerminkan keresahan mendalam dari berbagai lapisan masyarakat di Kecamatan Rantebulahan Timur.
Pasalnya, pembiaran kondisi pasar yang kumuh ini disebut-sebut sudah berlangsung lama tanpa pernah ada upaya perbaikan dan pembenahan dari pihak terkait.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan pengelola segera turun tangan melakukan revitalisasi fisik dan tata kelola kebersihan.
Hingga berita ini diturunkan, Jurnalis Sulbarupdate.id, masih berupaya menghubungi pihak pengelola Pasar Tradisional Galung untuk mendapatkan konfirmasi dan hak jawab terkait keluhan warga tersebut.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
