Ada Apa di Balik Proyek RSUD Satelit Tobadak? Progres Pembangunan Sulit Dikonfirmasi
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Rab, 9 Sep 2026
- visibility 163
- comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Ada yang mengganjal dari proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Satelit Tobadak Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat.
Bukan karena pekerjaan konstruksinya, melainkan akses terhadap informasi mengenai progres pembangunan yang justru terasa berjarak ketika sejumlah awak media berupaya melakukan konfirmasi langsung di lokasi proyek, Rabu (9/9/2026) sore.

Proses wawancara sejumlah awak media kepada Salah satu pihak keuangan pembangunan proyek RSUD Satelit Tobadak, Rabu (9/9/2026). Foto/Ruly Syamsil.
Kedatangan awak media semula berlangsung dalam konteks yang sederhana yakni memperoleh keterangan faktual mengenai sejauh mana pembangunan rumah sakit tersebut berjalan.
Namun, pertanyaan mengenai capaian pekerjaan di lapangan tidak mendapatkan jawaban substantif.
Seorang pria bernama Rido, yang berada di lokasi dan mengaku sebagai bagian dari keuangan proyek, menyatakan pihaknya tidak dapat memberikan keterangan mengenai perkembangan pembangunan.
“Maaf Pak, kami tidak bisa memberikan keterangan. Sebaiknya Bapak langsung konfirmasi ke Kemenkes,” ujarnya.
Ketika kembali ditanyakan mengenai pihak yang dapat memberikan penjelasan terkait progres pekerjaan, jawaban yang diperoleh justru berupa permintaan agar media terlebih dahulu menyampaikan surat resmi.
“Bersuratki dulu Pak. Ada prosesnya. Mohon maaf,” katanya.
Persoalan kemudian tidak lagi semata-mata menyangkut ada atau tidaknya keterangan yang diberikan kepada wartawan. Lebih jauh, situasi tersebut menyisakan pertanyaan mengenai seberapa terbuka informasi mengenai proyek publik yang tengah berlangsung tersebut dapat diakses masyarakat.
Sebab, pembangunan RSUD Tipe C di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Tobadak bukanlah pekerjaan konstruksi biasa. Proyek tersebut merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win, sebuah agenda prioritas pemerintah pusat di bidang kesehatan.
Karena itu, perkembangan pembangunannya memiliki dimensi kepentingan publik yang kuat.
Masyarakat berhak mengetahui bagaimana proyek tersebut berjalan, berapa capaian fisiknya, bagaimana target penyelesaiannya, serta kapan fasilitas kesehatan itu diproyeksikan dapat dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat Mamuju Tengah.
Dalam konteks pembangunan yang bersumber dari anggaran negara, transparansi bukan sekadar persoalan administratif. Ia merupakan bagian penting dari akuntabilitas penyelenggaraan pembangunan sekaligus ruang bagi publik untuk mengawasi jalannya proyek yang dibiayai oleh uang negara.
Media pun memiliki fungsi kontrol sosial untuk memastikan informasi yang beredar kepada masyarakat tidak berhenti pada seremoni pembangunan, tetapi menyentuh substansi yakni apa yang telah dikerjakan, sejauh mana capaiannya, dan apakah pelaksanaannya berjalan sesuai target.
Hingga awak media meninggalkan lokasi, belum diperoleh penjelasan mengenai persentase capaian fisik maupun target penyelesaian pembangunan RSUD Satelit Tobadak.
Lantas, ada apa?. Pertanyaan itu tentu membutuhkan jawaban dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab atas proyek tersebut.
Sulbarupdate.id masih berupaya memperoleh keterangan dari Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, serta pihak pelaksana proyek untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai progres pembangunan RSUD Satelit Tobadak.(*)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Hamsah
