35 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen di Mamuju Tengah, Rudi Salurkan Air Gratis
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Sen, 7 Sep 2026
- visibility 53
- comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Kemarau panjang melanda Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian. Puluhan hektare lahan sawah warga di Dusun Tallasak, Desa Tabolang, terancam gagal panen akibat kekurangan air.
Sekitar 35 hektare lahan persawahan di wilayah tersebut kini membutuhkan pasokan air untuk mempertahankan tanaman padi.
Melihat kondisi tersebut, Rudi Maming, pimpinan PT Nur Makmur Benteng, berinisiatif membantu petani dengan menyalurkan air secara gratis ke areal persawahan.
Dua armada miliknya dikerahkan untuk mendistribusikan air sejak Kamis (3/9/2026). Masing-masing armada terdiri dari mobil tangki berkapasitas 9.000 liter dan mobil hartop dengan bak penampung berkapasitas 1.000 liter.
Edi, koordinator di lokasi, mengatakan kedua armada tersebut dalam sehari dapat bolak-balik lima hingga enam kali mengambil dan menyalurkan air dari sungai ke persawahan.
“Penyalurannya mulai Kamis kemarin. Sehari armada bisa lima sampai enam kali bolak-balik mengambil air. Biasanya mulai pagi sampai pukul 20.00 WITA,” ujar Edi saat ditemui di lokasi, Sabtu (5/9/2026).
Menurut Edi, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mempertahankan tanaman padi warga agar tidak gagal panen akibat kekeringan.
“Semoga bantuan ini dapat menyelamatkan tanaman mereka dan mudah-mudahan apa yang dilakukan Bos Rudi menjadi amal kebaikan dan pahala,” tutupnya.(*)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
