Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Warga Ramai Berburu Takjil di Mamuju Tengah, Pisang Ijo Tetap Primadoana

Warga Ramai Berburu Takjil di Mamuju Tengah, Pisang Ijo Tetap Primadoana

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 123
  • comment 0 komentar

MATENG, Sulbarupdate.id – Berburu menu berbuka puasa atau takjil telah menjadi tradisi tahunan yang tak terpisahkan bagi warga di berbagai daerah selama bulan suci Ramadan.

Di Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, sejumlah titik keramaian mulai dipadati warga yang mencari penganan berbuka sejak sore hari.

​Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas jual-beli takjil tersebar di beberapa titik strategis di wilayah Topoyo dan Tobadak.

Area yang menjadi pusat perhatian warga antara lain sekitar Tugu Benteng Tobadak – Kota Terpadu Mandiri (KTM), serta di sepanjang jalur dua Jalan Trans-Sulawesi, Kota Topoyo.

​Namun, dari sekian banyak titik yang ada, kawasan di sekitar Masjid Raya Nurul Hidayah Topoyo—tepatnya di belakang gedung Bank BPD Sulselbar—menjadi lokasi yang paling ramai dikunjungi masyarakat.

​Keberagaman menu menjadi alasan utama warga memilih lokasi ini. Nia (41), salah seorang ibu rumah tangga setempat, mengaku rutin berbelanja di kawasan Masjid Raya karena variasi menu yang ditawarkan sangat lengkap, mulai dari camilan hingga makanan berat.

​”Di sini lengkap, bukan hanya beragam jenis kue dan minuman, tapi juga ada lauk-pauk untuk makan berat,” ujar Nia kepada Sulbarupdate.id, Kamis (19/2/2026).

​Selain karena dekat dengan kediamannya, Nia menilai harga yang dipatok para pedagang masih sangat terjangkau dengan kualitas rasa yang segar.

“Sore ini saya beli onde-onde, bolu pecak, dan pisang ijo. Tapi yang wajib dan tidak boleh ketinggalan itu risol berbagai varian, saya suka sekali,” tambahnya.

Primadona Kuliner Tradisional

​Senada dengan Nia, warga Topoyo lainnya, Ranno (43), memilih lokasi tersebut karena konsistensi para pedagang dalam menyediakan kue-kue tradisional.

Sejak lapak takjil di kawasan tersebut dibuka, ia hampir selalu menyempatkan diri mampir sebelum waktu berbuka.

​”Kue kesukaan saya itu katiri sallak, dan di sini selalu ada. Selain itu saya cari onde-onde, es buah, dan gorengan seperti risol,” ungkap Ranno.

​Kehadiran pasar takjil musiman ini tidak hanya membantu memudahkan warga dalam menyiapkan hidangan berbuka, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM di Mamuju Tengah selama bulan Ramadan.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Bongkar Praktik Penjualan Gas LPG 3 Kg di Atas HET di Konawe Selatan

    Polisi Bongkar Praktik Penjualan Gas LPG 3 Kg di Atas HET di Konawe Selatan

    • 0Komentar

    KENDARI, Sulbarupdate.id– Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil membongkar praktik penjualan gas LPG subsidi 3 kilogram yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET). Penindakan ini dilakukan di kawasan pesisir Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sabtu (24/1/2026). Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial TA beserta barang bukti berupa ratusan tabung gas subsidi […]

  • Jelang Nataru Polres Mamasa Imbau Warga tak Main Petasan dan Konvoi Kendaraan 

    Jelang Nataru Polres Mamasa Imbau Warga tak Main Petasan dan Konvoi Kendaraan 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Guna memastikan situasi aman dan kondusif jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polres Mamasa keluarkan imbauan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Imbauan tersebut disampaikan melalui pamflet pada, Minggu 21 Desember 2025. Dalam pamflet itu terdapat empat poin himbauan Polisi jelang Nataru. Hal itu sebagai penekanan dari Polres Mamasa tentang […]

  • Perkuat Tata Kelola dan SDM, Pemprov Sulbar Gandeng UGM Lewat Kesepahaman Strategis

    Perkuat Tata Kelola dan SDM, Pemprov Sulbar Gandeng UGM Lewat Kesepahaman Strategis

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam acara Malam Ramah Tamah di Rumah Jabatan Gubernur Sulbar, Sabtu malam (17/01/2026). Sinergi ini difokuskan pada penguatan empat sektor utama: pendidikan, riset, pengembangan sumber daya manusia […]

  • Lentera dari Sespa Mamasa, Perjuangan Mandiri Aniela Juinivita Raih Emas Nasional

    Lentera dari Sespa Mamasa, Perjuangan Mandiri Aniela Juinivita Raih Emas Nasional

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya atensi birokrasi, seorang remaja putri dari pelosok Kabupaten Mamasa membuktikan bahwa prestasi tak butuh permisi. Aniela Juinivita, siswi SMPN 001 Sesenapadang (Sespa) sukses menggetarkan panggung nasional dengan menyabet Medali Emas Predikat Skor A dalam ajang Bakat Generasi Muda Berprestasi Tingkat Nasional 2026. ​Prestasi ini bukan sekadar […]

  • Rekonsiliasi Keuangan SKPD Sulbar: BPKAD Kawal Akuntabilitas

    Rekonsiliasi Keuangan SKPD Sulbar: BPKAD Kawal Akuntabilitas

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan rekonsiliasi laporan keuangan SKPD Tahun Anggaran 2025 lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) dan akan berlangsung selama 5 hari, mulai 19 hingga 23 Januari 2026, bertempat di ruang […]

  • Akses Terputus Sepekan, Pemda Mamasa dan Warga Botteng Gotong Royong Buat Jembatan Darurat

    Akses Terputus Sepekan, Pemda Mamasa dan Warga Botteng Gotong Royong Buat Jembatan Darurat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama warga Desa Botteng, Desa Kondo dan Desa Passembuk Kecamatan Mehalaan, melaksanakan gotong royong membangun jembatan darurat di poros Matangga–Keppe, Minggu (22/2/2026). Langkah ini diambil guna memulihkan akses transportasi yang sempat lumpuh total selama sepekan terakhir. ​Jembatan tersebut sebelumnya ambruk total, yang mengakibatkan warga di tiga desa—Desa Kondo, Botteng, […]

expand_less