Tragis, Seorang Warga di Mamuju Tengah Jatuh ke Sungai Budong-Budong
- account_circle Ruli Syamsil
- calendar_month Senin, 30 Mar 2026
- visibility 148
- comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Peristiwa nahas menimpa seorang warga Desa Babana bernama Adi di aliran Sungai Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Senin (30/3/2026).
Korban dilaporkan tenggelam setelah terjatuh dari perahu rakit penyeberangan (pincara) sekitar pukul 10.30 WITA.
Peristiwa bermula saat Adi tengah mengantar mertuanya, Salmia, menyeberangi sungai yang menghubungkan Desa Babana dan Desa Budong-Budong menggunakan rakit bermesin ketinting. Di tengah perjalanan, sebuah sepeda motor yang berada di atas rakit tiba-tiba tumbang.
Nahas, motor tersebut menimpa tubuh Adi hingga membuatnya terpental ke dalam sungai. Menurut keterangan saksi mata, korban sempat berteriak meminta pertolongan dalam kondisi masih mengenakan helm.
”Menurut saksi mata, korban sedang mengantar mertuanya. Tiba-tiba motor yang ada di dekatnya tumbang dan menimpa korban hingga jatuh ke sungai,” ujar Nirwan, salah satu warga setempat saat dikonfirmasi, Senin (30/3).
Upaya penyelamatan di lokasi kejadian sempat terkendala teknis. Di saat situasi genting dan penumpang lain dilanda kepanikan, mesin ketinting perahu rakit tersebut mendadak mati. Kondisi korban yang diketahui tidak mahir berenang membuat situasi semakin sulit.
”Korban tidak tahu berenang, begitu pula beberapa penumpang lainnya. Saat jatuh, mesin perahu juga tiba-tiba mati sehingga upaya pertolongan terhambat,” tambah Nirwan.
Hingga berita ini diturunkan, Adi belum ditemukan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Mamuju Tengah bersama warga dari Desa Babana dan Desa Budong-Budong masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Pencarian saat ini masih dilakukan dengan peralatan seadanya. Warga berharap adanya bantuan peralatan tambahan yang lebih memadai dari pihak terkait untuk mempercepat proses evakuasi.
”Kami sangat berharap bantuan peralatan, termasuk tabung oksigen untuk mendukung penyelaman di dasar sungai guna menyisir keberadaan korban,” harapnya.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya standar keselamatan dalam aktivitas penyeberangan sungai, terutama saat membawa kendaraan di atas rakit tradisional.(*)
- Penulis: Ruli Syamsil
- Editor: Ancha
