Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Warga Mamasa Adukan Rencana Aktivasi TPA Salurano ke Kementerian HAM dan KLH

Warga Mamasa Adukan Rencana Aktivasi TPA Salurano ke Kementerian HAM dan KLH

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kam, 16 Jul 2026
  • visibility 218
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Rencana Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk mengaktifkan kembali Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Salurano menuai penolakan keras dari warga setempat.

Perwakilan masyarakat Salurano dan Mala’bo, Reynal Mesakaraeng, didampingi Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Sulawesi Barat, Ramli, mendatangi Jakarta untuk melaporkan persoalan ini langsung kepada Kementerian Hak Asasi Manusia dan Kementerian Lingkungan Hidup.

​Laporan tersebut dilayangkan atas dugaan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia dalam proses rencana aktivasi TPA yang terletak di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat tersebut.

​Menurut Reynal Mesakaraeng, sejak awal pembangunan TPA Salurano sudah mendapat penolakan dari masyarakat. Terlebih, pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut diduga kuat tidak mengantongi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau AMDAL sebagaimana yang diamanatkan undang-undang.

​Reynal menegaskan bahwa AMDAL merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan dilaksanakan.

Faktanya, hingga hari ini warga Salurano tidak pernah dilibatkan dalam proses penyusunannya, bahkan tidak tahu apakah dokumen itu ada atau tidak.

​Ia menilai bahwa nihilnya pelibatan masyarakat ini merupakan bentuk pengabaian nyata terhadap prinsip partisipasi publik dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

​Ancam Kesehatan dan Sumber Air Bersih
​Selain persoalan administrasi dan legalitas, tata letak fisik TPA Salurano juga dinilai mengabaikan aspek kehati-hatian. Lokasi TPA dilaporkan berada sangat dekat dengan ruang hidup masyarakat.

​Berdasarkan data lapangan, jarak lokasi pembangunan hanya berkisar sekitar 300 meter dari permukiman warga. Sementara itu, jarak TPA ke sungai terdekat hanya berkisar 100 meter, padahal aliran air tersebut merupakan sumber air utama untuk kebutuhan harian warga Salurano.

​Reynal mengkhawatirkan aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut akan memicu pencemaran lingkungan yang berujung pada krisis air bersih dan penurunan kualitas kesehatan warga.

Ia menambahkan bahwa jika sungai tersebut tercemar, maka hak konstitusional masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat serta hak atas kehidupan yang layak jelas akan terancam.

​Dalam kunjungannya ke Jakarta, perwakilan warga bersama LMND Sulawesi Barat berkesempatan menemui Wakil Menteri HAM, Mugianto. Pertemuan tersebut menghasilkan lampu hijau bagi perjuangan warga Salurano.

​Pihak Kementerian HAM sepakat bahwa pembangunan atau aktivasi proyek infrastruktur yang mengabaikan pelibatan masyarakat serta berpotensi merusak lingkungan hidup memiliki dimensi pelanggaran HAM yang serius.

Hal ini sejalan dengan Pasal 9 ayat (3) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

​Reynal mengungkapkan bahwa Wakil Menteri HAM memandang persoalan ini sebagai isu serius. Beliau mengarahkan agar laporan resmi segera dimasukkan sesuai mekanisme sehingga dapat segera ditindaklanjuti secara prosedural oleh kementerian.

​Desak Pemkab Mamasa Hentikan Aktivasi
​Sementara itu, Ketua LMND Sulawesi Barat, Ramli, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perjuangan warga Salurano hingga mendapatkan kepastian hukum dan jaminan perlindungan hak-hak mereka.

​Pihak pelapor mendesak Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk segera menghentikan seluruh proses persiapan aktivasi TPA Salurano.

Mereka menuntut pemerintah daerah menyelesaikan seluruh kewajiban hukum terlebih dahulu, terutama menyusun AMDAL yang partisipatif, transparan, dan akuntabel sesuai regulasi yang berlaku.(*)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT. Trinity Palmas Plantation Bantah Limbah Perusahaan Cemari Sungai Budong-Budong

    PT. Trinity Palmas Plantation Bantah Limbah Perusahaan Cemari Sungai Budong-Budong

    • 0Komentar

    Mamuju Tengah, Sulbarupdate.id  – Dugaan pencemaran Sungai Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, yang sempat menjadi perhatian warga akibat perubahan warna air menjadi hitam, dibantah oleh pihak PT Trinity Palmas Plantation. Perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Tabolang tersebut memastikan perubahan warna air sungai yang terjadi beberapa waktu itu bukan berasal dari limbah […]

  • Gempa M7,7 Guncang Flores, Ruang Tunggu Pelabuhan Lorens Say Maumere Roboh

    Gempa M7,7 Guncang Flores, Ruang Tunggu Pelabuhan Lorens Say Maumere Roboh

    • 0Komentar

    MAUMERE, Sulbarupdate.id, – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Guncangan kuat menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk fasilitas di Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Kabupaten Sikka. Ruang tunggu di Pelabuhan Lorens Say dilaporkan roboh akibat guncangan gempa. Kondisi tersebut terlihat dalam sejumlah dokumentasi warga yang beredar […]

  • SPPG Tandukkalua Bersama Kemala Bhayangkari Salurkan MBG untuk Ribuan Penerima

    SPPG Tandukkalua Bersama Kemala Bhayangkari Salurkan MBG untuk Ribuan Penerima

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Sebanyak 2.358 penerima manfaat mendapatkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mamasa Tandukkalua Balabatu, Kamis (17/9/2026). Penyaluran dilaksanakan SPPG Mamasa Tandukkalua Balabatu bekerja sama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Mamasa. Menu makanan yang disalurkan berupa nasi, telur ceplok kecap, tumis tempe dengan labu siam dan wortel, pepaya, serta […]

  • Buntut Temuan Belatung, Pengawasan Dapur MBG di Mamasa Diperketat

    Buntut Temuan Belatung, Pengawasan Dapur MBG di Mamasa Diperketat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi memperketat pengawasan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah tegas ini diambil menyusul temuan belatung pada menu makanan di wilayah Aralle yang sempat mencuat beberapa waktu lalu. Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Mamasa, Muhammad Syahrul Gunawan, menyatakan bahwa pihaknya bersama […]

  • Mateng Raih Skor Tertinggi, Pimpin Indeks Inovasi Daerah di Sulbar

    Mateng Raih Skor Tertinggi, Pimpin Indeks Inovasi Daerah di Sulbar

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah. Berdasarkan data terbaru capaian tingkat provinsi, Mamuju Tengah sukses menempati posisi puncak di antara kabupaten lainnya di Sulawesi Barat dengan raihan skor 63,82. Angka tersebut menempatkan Mamuju Tengah dalam kategori “Inovatif” dan menjadikannya satu-satunya kabupaten di provinsi tersebut […]

  • Akses Terputus, Warga Polman Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Pakai Bambu

    Akses Terputus, Warga Polman Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat Pakai Bambu

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id — Kecewa lantaran akses jalan utama tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah daerah, warga Desa Pap-pao, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, terpaksa membangun jembatan darurat secara swadaya. Dengan peralatan seadanya, warga membentangkan batang-batang bambu agar aktivitas ekonomi dan pendidikan tidak lumpuh total, Kamis (14/5/2026). ​Kondisi infrastruktur yang menghubungkan pemukiman warga ini dilaporkan terputus […]

expand_less