Breaking News
light_mode
Beranda » Pasangkayu » Tragedi di Pasangkayu, Dua Pelajar Tewas Terhempas Ombak

Tragedi di Pasangkayu, Dua Pelajar Tewas Terhempas Ombak

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
  • visibility 581
  • comment 0 komentar

PASANGKAYU, Sulbarupdate.id – Keceriaan sore di pesisir Dusun Sempo Selatan, Desa Sarudu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) berubah menjadi duka mendalam.

Dua remaja putri dilaporkan tewas setelah terseret ombak besar saat sedang berenang di Pantai Sempo Selatan sekitar pukul 17.00 WITA, Jumat 2 Januari 2026 sekira pukul 17:00 WITA.

Identitas kedua korban yakni Anna Sapiani (14), seorang siswi SMP, dan Nurmanisa (15), siswi SMA. Keduanya merupakan warga setempat yang tak kuasa melawan kuatnya arus laut saat cuaca ekstrem tiba-tiba datang.

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula saat empat orang anak menghabiskan waktu sore dengan mandi di tepi laut. Menurut keterangan saksi mata, saat para korban sedang asyik bermain air, gelombang tinggi mendadak datang menghempas dan menarik mereka ke arah palung laut yang lebih dalam.

Upaya penyelamatan segera dilakukan oleh warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut. Dari empat korban yang terseret, dua korban tewas yakni Anna dan Nurmanisa dievakuasi dalam kondisi kritis.

Pihak Puskesmas Sarudu 1 menyatakan keduanya telah meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Sementara Nuralvaiki (14) dan Nuraila Nur Fatin (10) berhasil diselamatkan warga. Namun, akibat kondisi fisik yang sangat lemah, keduanya kini menjalani perawatan intensif di RS Ako Pasangkayu.

Respons Kepolisian dan Keluarga

Aparat Polsek Sarudu tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 WITA setelah menerima laporan warga. Kapolsek Sarudu, IPTU Sofian Safrudin, mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni.

“Keluarga korban sudah menerima dengan ikhlas dan memastikan tidak akan menuntut secara hukum karena ini murni kecelakaan akibat faktor alam,” ujar IPTU Sofian, saat dikonfirmasi Minggu 4 Januari 2026.

Menurutnya, jenazah kedua korban telah dipulangkan ke rumah duka pada pukul 19.00 WITA dan dimakamkan pada Sabtu pagi (3/1/2026) pukul 10.00 WITA.

Menanggapi tragedi ini, IPTU Sofian mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat Sulawesi Barat, khususnya para orang tua di wilayah pesisir.

Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak, mengingat kondisi cuaca dan gelombang laut yang seringkali tidak terprediksi.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi warga akan risiko besar di balik keindahan garis pantai Pasangkayu, terutama saat kondisi alam sedang tidak bersahabat.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Poros Matangga–Keppe Mulai Diperbaiki, Tiga Titik Akan Dibeton

    Poros Matangga–Keppe Mulai Diperbaiki, Tiga Titik Akan Dibeton

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Kabar baik bagi masyarakat yang selama ini melintasi Poros Matangga–Keppe, ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Mamasa dengan Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mulai melakukan penanganan pada sejumlah titik ruas jalan tersebut. Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulawesi Barat, Sopater, mengatakan penanganan dilakukan […]

  • Jas Putih dan Janji yang Tertunda, Penantian Panjang Dokter Mamasa

    Jas Putih dan Janji yang Tertunda, Penantian Panjang Dokter Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Persoalan pembayaran hak tenaga medis di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, memasuki babak panjang dan belum menemukan titik terang. Sejumlah dokter mengungkapkan masih adanya hak mereka yang disebut belum dibayarkan sejak 2024.  Persoalan tersebut bukan baru sekali disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Mamasa. Berbagai jalur telah ditempuh, mulai dari menemui kepala daerah, menyampaikan aspirasi […]

  • ASN Nongkrong dan Ngopi Saat Upacara HUT RI ke-81, Bupati Mamasa Beri Teguran

    ASN Nongkrong dan Ngopi Saat Upacara HUT RI ke-81, Bupati Mamasa Beri Teguran

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi sorotan lantaran terlihat tidak mengikuti upacara pengibaran Sang Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (17/8/2026). Pantauan di lokasi, sejumlah pegawai terlihat berada di luar barisan upacara. Sebagian di antaranya memilih duduk berteduh di […]

  • Potret Buram Pendidikan di Pelosok Mamasa, Guru Kerap Bolos, Siswa SDN 007 Botteng Terlantar

    Potret Buram Pendidikan di Pelosok Mamasa, Guru Kerap Bolos, Siswa SDN 007 Botteng Terlantar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Niat tulus para siswa di pelosok Kabupaten Mamasa untuk mengenyam bangku pendidikan harus berbenturan dengan realita pahit. SDN 007 Botteng yang terletak di Dusun Kata-Kata, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, kini menjadi sorotan setelah dilaporkan meliburkan aktivitas belajar mengajar di luar kalender akademik resmi. Hal ini terjadi pada Kamis 12 February 2026. ​Kondisi […]

  • Pameran Budaya Bulan Mamase II, Representasi Kekayaan Tradisi 17 Kecamatan di HUT Mamasa ke-24

    Pameran Budaya Bulan Mamase II, Representasi Kekayaan Tradisi 17 Kecamatan di HUT Mamasa ke-24

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Perayaan Bulan Mamase yang kedua kalinya kembali digelar sebagai pesta rakyat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mamasa yang ke-24. Di bawah kepemimpinan Bupati Welem Sambolangi dan Wakil Bupati H. Sudirman, perhelatan tahun ini mengusung konsep karnaval budaya dan pameran hasil bumi yang meriah, Senin (6/4/2026). ​Terpantau sejak pukul 07.00 […]

  • Anies Baswedan Soroti ‘Kerusakan Ganda’ Indonesia, Rakyat Belum Sejahtera, Alam Sudah Rusak

    Anies Baswedan Soroti ‘Kerusakan Ganda’ Indonesia, Rakyat Belum Sejahtera, Alam Sudah Rusak

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Anggota Kehormatan 001 Gerakan Rakyat, Anies Baswedan, melontarkan kritik tajam terhadap arah pembangunan Indonesia saat ini. Ia menilai Indonesia tengah menghadapi fenomena “kerusakan ganda”, di mana kesejahteraan rakyat belum tercapai namun kelestarian alam sudah terlanjur dikorbankan. Hal tersebut disampaikan Anies saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat di Hotel Aryaduta […]

expand_less