Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Program Wanatani BPDAS Sulsel di Mamasa Diduga Gagal, ada Aroma Laporan Fiktif

Program Wanatani BPDAS Sulsel di Mamasa Diduga Gagal, ada Aroma Laporan Fiktif

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
  • visibility 662
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Program Wanatani yang digulirkan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sulawesi Selatan di Kabupaten Mamasa menuai kritik tajam.

Proyek yang berjalan sejak tahun 2023 dengan kucuran anggaran miliaran rupiah tersebut dinilai gagal total di lapangan.

​Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah Desa Bubun Batu, Kecamatan Mamasa. Meski anggaran yang digelontorkan untuk setiap desa penerima melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) tergolong besar, fakta di lapangan menunjukkan hasil yang sangat minim.

​Menurut keterangan warga Dusun Rantelemo, Desa Bubun Batu, Yulianus M, keberhasilan penanaman bibit di wilayahnya bahkan tidak mencapai sepuluh persen.

​”Kalau angka pertumbuhannya, itu tidak sampai sepuluh persen, Pak,” ujar Yulianus kepada awak media, Kamis (26/2/2026).

​Yulianus membeberkan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan program tersebut, sperti minimnya varietas bibit, tidak ada biaya perawatan, boros bibit.

“Warga hanya menerima satu jenis bibit, yaitu Alpukat. Tidak ada alokasi untuk pupuk maupun biaya pemeliharaan setelah bibit diberikan,urainya.

​Kecurigaan muncul ketika pihak pemeriksa turun ke lapangan. Yulianus menduga adanya upaya manipulasi data atau laporan fiktif karena pemeriksaan hanya difokuskan pada titik tertentu yang dianggap berhasil sebagai sampel.

​”Setiap kali pemeriksa turun, tanaman di kebun saya yang dijadikan sampel karena ada sekitar 50 pohon yang tumbuh. Sementara di tempat lain gagal. Saya heran kenapa tidak ada temuan (pelanggaran), padahal fakta di lapangan tidak sesuai,” ungkapnya.

​Untuk diketahui, program KTH di Desa Bubun Batu mencakup lahan seluas kurang lebih 28 hektar. Berdasarkan rencana, area tersebut seharusnya ditanami bibit Alpukat, pohon induk Pinus, dan Setaria.

​Menanggapi tudingan tersebut, pihak BPDAS Sulsel mengklaim bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur pengawasan sesuai aturan.

​”Ya, kami sering turun melakukan pemeriksaan,” ujar Yosep, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPDAS Sulsel, saat dikonfirmasi singkat oleh wartawan.

​Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya audit menyeluruh dari pihak berwenang terkait realisasi anggaran miliaran rupiah tersebut agar asas manfaat program lingkungan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan alam, bukan sekadar pemenuhan laporan administratif.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Drainase Tak Ada, Air Masuk Ke Rumah Warga Saat Hujan di Lakahang

    Drainase Tak Ada, Air Masuk Ke Rumah Warga Saat Hujan di Lakahang

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Tidak Adanya saluran drainase di jalan poros Mamasa-Mamuju memicu persoalan serius bagi masyarakat Kelurahan Lakahang, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa.  Setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut, air dari badan jalan meluap dan langsung menerjang masuk ke dalam rumah-rumah warga. Kondisi ini membuat warga sekitar selalu dilingkupi rasa cemas. Tanpa adanya parit atau […]

  • Jokowi Tegaskan Dirinya tak Pernah Beri Arahan untuk Korupsi

    Jokowi Tegaskan Dirinya tak Pernah Beri Arahan untuk Korupsi

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara terkait namanya yang kerap dikaitkan dalam berbagai kasus hukum yang menjerat sejumlah menteri dan pejabat negara. Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan perintah maupun arahan kepada bawahannya untuk melakukan tindakan korupsi. Menurut Presiden, penyebutan namanya dalam pusaran kasus hukum merupakan konsekuensi dari sistem […]

  • Penghargaan Kemendagri untuk Sulbar Menuai Kritik, “Prestasi di Atas Kertas, Realitas Lapangan Masih Layu”

    Penghargaan Kemendagri untuk Sulbar Menuai Kritik, “Prestasi di Atas Kertas, Realitas Lapangan Masih Layu”

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Apresiasi yang baru saja diterima Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait keberhasilan menekan angka pengangguran justru memicu gelombang skeptisisme di dalam daerah.  Penghargaan tersebut dinilai kontradiktif dengan realitas sosial-ekonomi yang dihadapi masyarakat di enam kabupaten se-Sulawesi Barat. Kritik pedas salah satunya datang dari aktivis pemuda Sulbar, […]

  • Polresta Mamuju Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal di Hutan Lindung Kalumpang

    Polresta Mamuju Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal di Hutan Lindung Kalumpang

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Praktik penambangan emas tanpa izin di Dusun Batuisi Kecamatan Kalumpang Kabupaten Mamuju akhirnya terbongkar. Dalam operasi penertiban tersebut aparat kepolisian berhasil mengidentifikasi tiga lokasi tambang ilegal yang telah beroperasi sejak awal tahun 2026. Hal ini dijelaskan Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi, dalam keterangan konferensi Pers, Senin (27/04/2026). Ia menjelaskan bahwa […]

  • Layanan Klinik Utama Sehati Majene, Dikeluhkan Pasien Pengguna BPJS Gratis

    Layanan Klinik Utama Sehati Majene, Dikeluhkan Pasien Pengguna BPJS Gratis

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Pelayanan terhadap pasien balita di Ruang Perawatan Sehati II, Klinik Utama Sehati, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, dikeluhkan keluarga pasien.  Pihak keluarga pertanyakan lambatnya respons perawat terhadap sejumlah pengaduan yang mereka sampaikan selama proses perawatan. Menurut keterangan keluarga pasien yang minta namanya tidak disebut dalam berita ini, balita tersebut telah […]

  • Di Balik Seragam Polisi, Kisah Pengabdian Bripka Nur Alam di Pedalaman Mamasa

    Di Balik Seragam Polisi, Kisah Pengabdian Bripka Nur Alam di Pedalaman Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Seragam kepolisian tak selalu identik dengan patroli, penegakan hukum, dan menjaga keamanan. Di pedalaman Kabupaten Mamasa, seorang anggota Polri memilih mengisi sebagian waktunya dengan kegiatan yang sederhana, tetapi memiliki arti bagi anak-anak di wilayah binaannya yakni mengajarkan Al-Qur’an. Dia adalah Bripka Muh Nur Alam, anggota Polsek Mambi, Polres Mamasa, yang juga bertugas […]

expand_less